
STOP PLAGIAT!
Esok hari tepat pukul 17.00 Dimas sudah kembali kerumahnya, dengan Pak Adi yang mengemudi. Kardna Dimas harus menggendong anaknya bersama Rena. Sementara Natalie lebih dulu ke rumah Dimas untuk mengatur tempat untuk kedua cucunya, bersama Teddy, Erwin dan Dedrick.
Tyo yang ingin membantu, tak diperbolehkan oleh Natalie dan meminta putra keduanya untuk tetap mendampingi Siska dirumah. Auli begitu antusias menyambut kehadiran kedua Adiknya, yang sempat membuatnya amat girang karena mendapat dua Adik lagi sekaligus.
Hingga malam hari, Aulia tak henti menemani Adiknya yang untuk sementara harus menempati kamar tamu. Karena Natalie melarang lebih dulu menantunya unyuk naik turun tangga hingga benar benar pulih.
Dimas meminta semua orang tua untuk kembali pulang saja dan beristirahat, karena sudah semalaman mereka hampir terjaga bersama. Walaupun tak tega meninggalkan keempat cucunya, mereka menuruti saja keinginan Dimas yang memang ada benarnya.
Dikamar tamu sudah tersedia dua box bayi yang sengaja di siapkan Dimas untuk kedua anak kembarnya. Ia lebih dulu membantu Aulia dan Brian tidur bersama di atas, baru kembali untuk menemani istrinya di kamar tamu, usai meminta Bi Lastri menemani anak anaknya.
Dua bayi lucu masih sangat merah tak lepas dari pengamatan Dimas juga Rena, yang meletakkan box tersebut tepat di sisi ranjang. Agar ketika mereka menangis bisa lebih cepat di raih oleh keduanya.
" Kamu tidur dulu deh mas " pinta lembut Rena.
Dimas meletakkan kepala di bahu istrinya yang sudah lebih dulu merebahkan diri, dan memeluk istrinya untuk tidur bersama.
" Terimakasih ya sayang, Kamu sudah kasih Aku kebahagiaan dan harta yang engga akan pernah bisa ternilai " tulus laki laki sudah begitu dekat dengan istrinya.
" Aku juga terimakasih sama Kamu, sudah jadi suami juga Papi hebat buat Kamim Walaupun ujungnya juga pingsan " tawa kecil Rena membuat suaminya merasa malu.
" Jangan diingetin deh, awas aja Kamu cerita ke Auli " lirih Dimas tak mau menjadi bahan ledekan putrinya sendiri.
__ADS_1
" Kamu beneran udah engga sakit kan mas? Aku masih belum tenang kalau Kamu belum periksa " tulus seorang istri masih mengkhawatirkan kondisi suaminya.
" Udah engga sayang, ya nanti deh Aku coba periksa keseluruhan biar Kamu yakin " ucap Dimas menenagkan istrinya.
" Peluk Kamu gini jadi pengen Aku nya " senyum laki laki sudah menatap genit ke arh istrinya.
" Puasa dulu mas, paling engga 40 hari " senyum Rena membelai rambut suaminya, dan seketika membulatkan mata.
" Lama banget?! kan habis lahiran udah langsung di pasang kontrasepsi? " terkejut laki laki yang tak pernah tahu apapun tentang masalah kelahiran.
" Bukan masalah kontrasepsinya mas, tapi memang keluar darahnya itu loh " jelas Rena lembut, membuat suaminya bergidik ketika istrinya menyebut kata darah.
" Engga usah ngomong itu, mual Aku kalau ingat " memelas laki laki yang masih teringat akan banyaknya darah yang keluar pasca istrinya melahirkan.
" Sayang, usap di sini aja Aku ngantuk mau tidur " manja Dimas mengarahkan tangan istrinya ke atas kening, dan meminta agar di usap lembur mengarah ke rambut.
" Manja banget suami Aku " seru Rena melakukan apa yang diminta suaminya, usai lebih dulu mengubah posisi nyaman.
" Biarin, anak Aku empat. Kalau engga curi waktu kaya gini, yang ada Kamu lupa kalau punya suami saking repotnya sama anak " manja laki laki begitu nyaman dalam dekapan istrinya.
Tak mau kalah dari keempat anaknya, Dimas sengaja mencuri kesempatan untuk bersikap manja pada istrinya. Ia juga tak ingin jika hubungannya menjauh usi memiliki ank lagi.
Dimaspun berencana mencari satu pengasuh lagi untuk membantu istrinya mengasuh si kembar. Karena Ia tak mau jika nanti Rena harus kelelahan dengan empat orang anak. Meski ada Bi Lastri, masih saja seorang Mami yang terlihat muda dan cantik itu tak mau melepas tanggung jawab sebagai Ibu, dan merawat sendiri anak anaknya.
__ADS_1
Belaian lembut dari tangan Rena, mengantarkan suami yang makin manja itu mengarungi mimpi. Tubuh terasa lelah, mempercepat laki laki yang masih nyaman di bahu istrinya itu terlelap.
Bayangan akan perjuangan istrinya melahirkan masih begitu kuat menghampiri Dimas. Rasa syukur tak pernah henti menghiasi batinnya akan keselamatan istri juga kedua anaknya.
Tak lama, Rena pun melelapkan matanya. Karena mengingat dulu Brian selalu terbangun dini hari, membuatnya harus siap memasang telinga walau tertidur.
Keduanya mengarungi mimpi bersama masih saling memeluk seperti biasa. Rasa bahagia juga lega, mendera kuat seluruh keluarga besar akan kelahiran ketiga anggota baru keluarga mereka. Dan membuat Natalie memutuskan tinggal di rumah Dedrick bersama suaminya, agar anak ataupun menantu mereka merasa nyaman dekat dengan irang tua.
Karrmena Erwin ataupun orang tua Siska tak bisa untuk menemani mereka dan menetap di Indonesia, karena pekerjaan. Sedangkan Dedrick mengijinkan saja Natalie dan Teddy untuk tinggal, karena memang perusahaan bisa di kelola Teddy dari jauh, dengan mempercayakan semua pada orang kepercayaan juga Dedrick yang tetap tinggal di Belanda nantinya. Dedrick tak ingin meninggalkan rumahnya di Belanda, karena semua memori bersama istrinya ada di sana.
******
Hai readers, Author mau minta saran buat novel ini jadi tolong sarannya ya. Kisah mba Rena sama Mas Dimas cukup sampai di sini aja atau mau dilanjut?
Kalau mau dilanjut, mau dilanjutkan di sini atau buat nivel baru?
Yang jelas kalau lanjut pasti ceritanya lebih ke anak anak mas Dimas sama mba Rena yang remaja, dan cara keduanya membimbing anak anaknya dalam dunia yang saat ini lebih bebas.
Jadi tetap tidak meninggalkan peran orang tua, biar kita sama sama belajar bagaimana menjaga anak remaja dalam oergaulan zaman sekarang.
Tolong sarannya ya, nanti suara terbanyak akan diikuti sama Author. Jadi bisa saran di lanjut atau engga. Dan saran alur cerita juga boleh. Saran juga buat lanjut di sini atau buat novel baru.
Terimakasih banyak ya sudah menikmati novel ini, dan ucapan terimakasih dan salam juga dari keluarga Mas Dimas buat kalian semua yang sudah mau bela belain waktu buat baca kisah hidup keluarganya.
__ADS_1
Sarannya benar benar Saya tunggu ya........... Terimakasih banyak.