Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Kisah Nyata 125


__ADS_3

STOP PLAGIAT!


" Kenapa Kamu jadi kasar kaya gini sih ?" seru Rena memegangi lengan atas yang terasa sakit karena di hempaskan dengan begitu kuat oleh lelaki yang berdiri di samping tempat tidur bersama tatapan penuh amarah.


" Karena Kamu engga menghargai Aku sebagai suami ! beraninya Kamu suruh Pak Adi antar Auli padahal Kamu tahu Aku sudah tunggu Dia ! " teriak Dimas kuat merasa tersinggung atas perlakuan Rena yang malah membukakan pintu mobil lain dan meminta putrinya berangkat bersama Pak Adi.


" Aku cuma engga mau Auli pergi sama Kamu yang lagi marah, Kamu bisa mencelakai Auli " jelas perempuan yang sudah duduk di atas tempat tidur menjauh dari Dimas karena perasaan takut akan emosi suaminya.


" Alasan ! Kamu memang sudah tidak menghargai Aku Rena ! " bentak Dimas kuat dan berjalan ke arah meja di depan sofa dimana ada beberapa pekerjaan Rena di atas meja tersebut.,


" Ini kan yang buat Kamu berani sama Aku ?!" tambah Dimas melempar laptop juga buku sketsa desain Rena ke arah pintu dengan kuat hingga menghancurkan laptop berwarna putih tersebut.


Suara keras dari laptop yang terlempar ke pintu dengan refleks membuat Rena berteriak karena terkejut. Bi Lastri juga Bi Ijah di bawah merasa takut dengan suara pertengkaran kedua majikannya di dalam kamar hingga Bi Ijah meminta Bi Lastri mengajak Brian keluar agar tak mendengar pertengkaran orangtuanya.

__ADS_1


" Keterlaluan Kamu mas, Aku udah engga tahan lagi sama sikap Kamu yang seperti ini " ucap Rena yang sudah berjongkok untuk membereskan barang yang sudah di hempaskan kuat oleh suaminya mengumpulkan semua desain yang sudah coba Ia kerjakan karena deadline klien hanya tinggal tiga hari lagi.


Pria yang berdiri di belakang Rena itu menarik kuat lengan atas istrinya hingga membuatnya berdiri lalu menghempaskan tubuh di genggamannya ke balik pintu yang membuat Rena merasakan sakit yang teramat pada bagian tubuh juga kepala belakangnya. Dimas menahan tangan Rena di belakang tubuh perempuan tersebut sembari tangan kiri menekan pintu di samping wajah istrinya dengan pukulan keras Ia hempaskan di pintu yang masih terkunci rapat.


" Engga tahan ? terus Kamu mau pergi ? Kamu mau tinggalin Aku ?" tanya Dimas dengan tatapan emosi yang menakutkan.


" Ya ! Aku akan bawa anak anak pergi sama Aku karena Aku engga mau mereka tinggal sama orang seperti Kamu ! " tegas Rena yang sudah tak tahan lagi menerima semua perlakuan kasar Dimas.


" Pergi ! tapi jangan pernah bermimpi anak anak akan ikut sama Kamu ! " tegas Dimas menyingkirkan tubuh Rena dari pintu hingga kepalanya membentur ujung meja dan berdarah.


Dimas sendiri tak mengerti akan apa yang terjadi pada dirinya hingga bersikap begitu kasar pada istri yang begitu Ia cintai. Pria yang selalu merasakan sakit ketika melihat istrinya menangis, tak menyangka jika dengan tangannya sendiri Ia bisa melukai istrinya dengan begitu kasar hanya karena rasa trauma juka luka yang kembali terbuka begitu Ia melihat istrinya sibuk dengah pekerjaan bahkan ketika Ia baru kembali setelah pergi begitu lama. Bayangan tentang masa lalu yang kembali mencuat pada pikiran Dimas membuatnya hilang kendali. Ia hanya tak ingin Rena pergi meninggalkan dirinya demi sebuah karir layaknya Kiara, namun tanpa disadari Ia malah mendorong Rena menjauh akan sikap kasar yang Ia tunjukkan untuk menutupi luka hatinya.


Di dalam ruang kerja lantai satu rumahnya, Dimas melampiaskan segala emosinya yang begitu bodoh melukai orang paling Ia cintai, susah payah Ia mendapatkan kembali istri yang terpisah selama dua tahun namun begitu Ia kembali sikapnya benar benar tak bisa dikendalikan karena tak ingin kembali merasakan kesepian juga kehilangan hanya karena Rena yang fokus pada pekerjaan. Dimas memenuhi kepalanya dengan segala pemikiran yang Ia buat sendiri hingga membuat dirinya juga Rena sama sama saling terluka.

__ADS_1


Ia begitu menyesal akan perbuatannya pada Rena dan memilih untuk berdiam diri di ruang kerja untuk menenangkan pikiran dan hatinya. Sementara Rena mulai merapikan semua pekerjaan yang berantakan di lantai, menyusun semua kembali ke atas meja dengan perasaan hancur. Setelah merapikan kamarnya agar tak ada yang melihat sisa sisa amarh suaminya, rena berjalan pelan ke kamar mandi untuk membersihkan luka di pelipis kanan yang masih mengeluarkan darah.


" Kenapa Kamu jadi seperti ini mas " batin Rena sembari membersihkan darah yang masih saja keluar dan Ia tahan dengan tisu di samping kaca wastafel kamar mandi agar darah itu berhenti mengalir.


Rena mengurung dirinya di kamar, tak ingin asisten rumah tangganya melihat kondisi tubuhnya saat ini hingga menganggap suaminya buruk dan kejam.


***


Hingga malam hari kedua anak yang tak bisa bertemu dengan kedua orangtuanya berusaha di berikan pengertian oleh Bi Lasti juga Bi Ijah yang menjaga mereka berdua agar tak mengganggu kedua orangtuanya yang sedang bekerja di ruangan yang berbeda. Aulia yang tahu jika Papinya tengha marah pagi ini, berusaha mempercayai perkataan dua asisten rumahtangga yang menjaganya bersama Brian.


Pukul 01 00 dini hari, Dimas kembali ke kamarnya untuk melihat kondisi Rena setelah Ia melihat kedua anaknya tidur bersama Bi Lastri. Mata lelaki yang duduk di atas ranjang samping istrinya memancarkan perasaan iba juga bersalah melihat peiipis istrinya yang sudah terlelap terbalut dengan perban yang Ia tak tahu kenapa, namun kedua sisi tangan istri yang banyak luka lebam membuatnya tak kuasa menahan airmata penyesalannya. Batinnya terus memaki kebodohan akan kelakuan dirinya pagi ini pada Istri yang selalu sabar menghadapi dirinya juga anak anaknya. Jari jarinya membelai lembut wajah lelap Rena yang terhias mata begitu sembab meski Ia tengah terpejam.


" Maafin Aku " gumam lelaki yang menitikkan air mata di samping istrinya seraya membelai lembut wajah cantik Rena.

__ADS_1


Dadanya begitu sesak akan rasa bersalah sudah membuat istrinya dalam kondisi seperti ini, hati juga pikiran yang sudah tenang membuatnya membenci dirinya sendiri karena bisa begitu kejam memperlakukan Rena meski istri yang sangat Ia cintai tersebut sudah terlihat begitu ketakutan Ia tak ingin Rena menjauh karena kebodohan yang Ia lakukan dan membenci dirinya. Ia begitu takut dan khawatir jika sampai harus kembali merasakan kehilangan istri yang baru saja Ia dapatkan kembali setelah lamanya perpisahan mereka.


__ADS_2