Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Kisah Nyata 30


__ADS_3

STOP PLAGIAT, HARGAI KERJA KERAS SAYA JUGA KELUARGA SAYA SELAKU PEMILIK KISAH.


Dimas yang tengah selesai bersiap dengan celana pendek serta kemeja biru tua itu merasa tak tega melihat perempuan yang tengah dicintainya dengan keadaan seperti itu. Hati Dimas meras lebih sakit melihat Rena seperti daripada melihat Rena yang berboncengan dengan pria lain. Iaa mulai mengusap usap wajahnya frustasi, lalu membuang napas kasar dan menghampiri Rena. Bagaimanapun perasaan Dimas yang terlanjur ada dan semakin mendalam mampu mengalahkan amarah karena kecemburuannya.


"Rena, kenapa Kamu buat aku seperti ini?" gumam Dimas sembari memeluk tubuh Rena yang lemah dengan isakan tangis tak mampu ia bendung. Dimas sadar dirinya lebih hancur ketika melihat Rena menangis tak berdaya seperti yang ada di hadapannya sekarang.


"Maafin Aku, Aku tahu Aku salah tapi aku mohon Mas jangan pernah ngomong seperti itu lagi," pinta Rena dalam dekapan hangat Dimas.


"Aku terlalu cemburu sampai Aku jadi tidak masuk akal bahakan terhadap Auli. Aku minta kamu jangan seperti ini, semua cuma karena Aku takut kamu mulai mengabaikan keluarga, dan Kamu bisa bersama pria lain. Maaf karena terlalu cemburu berlebih ke Kamu," jelas Dimas yang mulai tersadar dengan kebodohannya sendiri. Seharusnya ia merasa senang ketika Rena dan Auli dekat, namun karena merasa takut Rena lebih memperhatikan Auli daripada diri nya ia mulai bertingkah konyol dengan cemburu terhadap putrinya.


"Aku engga mau kehilangan kamu mas, aku sayang sama kamu juga Auli. Aku udah engga bisa lagi tanpa kalian" ucap Rena masih terisak dengan dada cukup sesak.


"Aku engga ada niat tinggalin kamu Ren, maafin Aku." Jawab Dimas dan mulai menggendong tubuh Rena merebahkannya di tempat tidur karena istrinya terlihat begitu lemah sekarang ini. Dimas mulai duduk di tepi ranjang samping Rena lalu memberikannya minum agar bisa merasa lebih tenang.

__ADS_1


"Aku janji engga akan marah lagi sama Kamu, sekarang Kamu jangan nangis lagi. Aku engga bisa lihat Kamu nangis Rena, hati aku sakit." Seru Dimas lalu mengecup lembut kening Rena yang mulai bisa menenangkan diri.


Rena meraih tubuh Dimas membungkuk ke arahnya dan memeluknya erat seakan tak ingin melepaskan lagi tubuh bidang yang terasa sangat hangat itu.


"Aku cinta Kamu, Mas." Bisik Rena pelan ditelinga suaminya.


"Aku juga cinta sama Kamu, Ren." Jawab Dimas perlahan melepas pelukan tubuh langsing istrinya lalu mencium lembut bibir Rena yang di balas ******* lembut oleh Rena dan membuat Dimas terkejut karena baru kali pertama Rena melakukan hal itu.


"Aku mau melanjutkan yang tertunda mas," ucap Rena terus meraih tubuh suaminya mendekat dan di lumatnya lagi dengan lengan melingkar pada tengkuk suami yang merasa tak kuasa lagi menahan serangan istri yang berinisiatif lebih dulu untuk pertama kalinya.


Dimas pun membalas ciuman Rena dengan nafsu yang perlahan memuncak. Perlahan ia mulai naik ke ranjang di atas tubuh ramping yang menonjolkan keseksian di bagian tubuh tertentu. Rena dengan bibir yang masih menyatu dengan suaminya mengarahkan tangan membuka kancing kemeja Dimas satu persatu tanpa melepaskan sedikitpun bibir hangat tetap saling menikmati satu sama lain.


Dimas dan Rena mulai melanjutkan aktifitas berhasrat mereka berdua hingga merasakan puncak kenikmatan bersama. Usai menanamkan benih cintanya, Dimas meminta Rena agar tak segera bangun.

__ADS_1


"Biar cepat jadi sayang." seru Dimas memegang perut Rena membuat istrinya tersenyum.


Dimas pun merebahkan tubuhnya di samping Rena dan menyelimuti mereka yang tak ada satu penghalang benang pun di tubuh indah yang bergumul lama dalam hasrat juga kenikmatan. Rena yang mulai tersadar merasakan sedikit malu dengan apa yang ia lakukan lalu menangkupkan seluruh wajah ke dalam dada putih suami yang langsung memeluknya erat. Dimas yang merasa heran pun bertanya pada istrinya sembari menyingkapkan rambut ke arah belakang.


"Kenapa sayang?" tanya Dimas lembut.


"Aku malu, Mas. Maaf Aku terlalu agresif ke Kamu," kata Rena dengan nada sangat pelan di dada suaminya, perlahan ditarik oleh Dimas agar ia bisa melihat wajah malu Rena yang selalu membuatnya gemas.


"Aku suka," jawab Dimas dengan tersenyum lebar dan mencium mesra kening dengan wajahnya berubah sangat merah.


"Aku suka Kamu kaya gini, Aku mau Kamu kaya gini ke Aku." Dimas menatap kedua mata indah di hadapannya, berucap dengan nada tulus.


Sikap agresif ditunjukkan, memang membuat Dimas suka. Namun itu tentu saja membuat Rena malu sebagai seorang perempuan karena takut di anggap yang tidak tidak nantinya. Bagaimanapun juga, ia hanyalah seorang perempuan yang merasa tak seharusnya melakukan lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2