
Detak jantung Rena seakan berhenti ketika melihat sampul majalah yang terpampang jelas wajah suaminya mengenakan setelan jas abu abu terlihat sangat tampan dan berwibawa.
" Gue pinjam ya Din " pinta Rena.
" Lo kan tiap hari lihat Ren, masih kurang aja " seru Andin yang memang tak mengetahui jika sahabatnya memang tak tahu siapa Dimas sebenarnya.
" Please, besok gue balikin sebelum Lo balik " pinta Rena lagi.
" Oke deh Lo bawa, Lo pantengin sepuasnya " jawab Andin tersenyum menyenggol lengan Sonya di sebelahnya.
" Thanks ya Din " seru Arin mencoba tetap seperti biasa di hadapan sahabat nya.
Auli yang merasa Mami nya tak kunjung menghampiri nya ke meja meminta ijin pada Dimas untuk menyusul Rena yang sedang duduk bersama sahabat sahabat nya.
__ADS_1
" Mami, Auli lapar " rengek Auli menarik lengan Rena begitu sampai meja yang ditempati Rena dan 2 sahabat nya.
" Iya sayang, maaf Mami lupa. Kasih salam dulu dong sama teman Mami " ucap rena mencubit lembut pipi Aulia dan tersenyum'
Aulia berjalan mendekati Andin dan Sonya yang duduk bersebrangan dengan Rena lalu mencium tangan mereka dengan sopan.
" Berasa orang tua Gue kalau gini " gumam Sonya pelan yang ditertawakan oleh Andin dan Rena.
" Ya udah Gue balik dulu ya, kasihan anak Gue. Besok pagi pagi Gue ke kos kalian " pamit Rena cepat karena Aulia menarik tangan Rena agar Rena cepat berdiri.
" Auli, engga boleh tarik tarik Mami dong nanti Mami jatuh kan kasihan adik nya " seru Dimas yang melihat Aulia menarik kuat tangan Rena.
Rena yang tak menatap wajah Dimas begitu ia sampai meja yang sudah di penuhi dengan makanan itu langsung duduk di samping Aulia yang berada di tengah antara Dia dan Dimas. Rena dengan sengaja meletakkan majalah yang ia pinjam dari Andin di meja dengan tujuan agar Dimas melihat nya. Dengan tatapan terkejut Dimas melihat majalah yang ada di atas meja lalu menatap ke arah Tyo. Sedangkan Siska yang tidak melihat cover majalah tersebut dan hanya melihat kilas itu adalah majalah bisnis mulai bertanya pada Rena sembari melahap makan nya.
__ADS_1
" Mba baca majalah bisnis juga ?" tanya Siska polos.
" Engga, cuma tertarik aja sama cover nya " seru Rena santai lalu memasukkan makanan ke muliut nya membuat Dimas dan Tyo kembali saling tatap.
Rena melanjutkan makan nya dengan sesekali menyuapi Aulia tanpa sekalipun menatap ke arah Dimas yang tak mengambil sedikit pun makanan dan terus menatap lekat ke arah Rena. Dimas merasa cemas jika akan terjadi sesuatu yang besar setelah ini membuat selera makan nya terbang tinggi meski tadi ia merasa sangat lapar. Sedangkan Typ hanya diam saja memperhatikan Rena yang sesekali mata nya berpindah ke arah Dimas dengan perasaan cemas karena apa yang ditakutkan Tyo akhirnya terjadi. Tyo yang pernah meminta Dimas untuk memberitahukan lebih dulu semuanya sebelum Rena mengetahui sendiri dari orang lain yang akan menyebabkan masalah yang mungkin tidak bisa di kendalikan nanti nya.
" Mami udah makan nya, sekarang mami oesan es krim buat Aulia ya nanti biar kamutinggal makan aja " seru Rena pada putri nya karena sebenar nya ia hanya tak ingin terus bersama dengan Dimas disana.
" Iya mami " jawab Aulia dan dengan segera Rena berjalan meninggalkan meja tanpa berpamitan dan tak memperhatikan mata Dimas yang tak pernah henti memperhatikan diri nya.
" Papi lihat mami dulu, kamu sama om tante ya " pamit Diimas pada Aulia dan memberikan isyarat mata pada Tyo yang langsung di mengerti oleh Adik nya.
Dengan cepat Dimas mengejar Rena dengan mata yang terus mencari. Mata nya tertuju pada seorang wanita yang berjalan melewati toko sepatu untuk menuju restoran es krim tak jauh dari toko itu. Dimas berlari ke arah wanita tersebut lalu menarik lengannya hingga Rena terkejut dan berbalik melihat siapa yang memegang tangan nya. Ketika mengetahui jika itu adalah suami yang telah membohonginya, Ia pun mencoba melepas tangan tersebut kuat lalu berjalan meninggalkan pria berwajah maskulin yang masih berdiri dengan keterkejutannya ketika Rena menghempaskan kuat tangan kokoh tersebut.
__ADS_1
Menyadari nika istri nya memang tengah marah. Dimas langsung meraih tangan Rena sampai Rena berbaik yang dengan cepat pinggan ramping Rena di raih oleh tangan kiri Dimas lalu mencium lembut bibir wanita yang masih terkejut dengan perlakuan suami nya di tempat umum. Rena yang mencoba meronta malah membuat Dimas semakin menarik lebih dekat tubuh Rena lalu melumat bibir Rena lembut tanpa memperhatikan berapa paang mata yang menatap ke arah keduanya.