
STOP PLAGIAT
" Udah mas? pakaian nya udah Aku siapin di dalam " seru Rena yang tengah duduk di depan meja rias untuk sekedar membersihkan sisa pulasan makeup di wajah cantiknya.
Lelaki yang melilitkan handuk di pinggang tersebut melangkah pasti menghampiri Rena yang menatapnya dari arah kaca tadi. Tubuh tinggi dengan beberapa bulir air yang menetes di atasnya dari rambut yang masih basah mulai membungkuk demi mendekatkan bibir lembut pada tengkuk istri yang menggeliat geli.
" Bau " goda Dimas tersenyum meletakkan kepala bersandar pada bahu istrinya.
" Masa sih mas? " ucap Rena tak percaya langsung mencium pakaiannya diiringi tatapan suami yang melebarkan senyum menatap tingkah Rena dari kaca meja rias.
" Bau pengantin baru " tambah Dimas menggoda istrinya yang menertawakan suaminya dengan lepas itu.
" Kok ketawa sih? Aku kan lagi romantis sama Kamu " tegur Dimas langsung berdiri di belakang tubuh Rena.
" Maaf mas, maaf. Habisnya aneh dengar kaya gitu mas, apalagi dari Kamu " seru Rena menahan tawa dengan mengatupkan rapat kedua bibir yang Ia tutup dengan telapak tangan.
" Udah ah Aku mandi keburu tambah malam mas " tambah Rena berdiri masih dengan menahan tawa ketika melihat wajah jengah Dimas yang masih berdiri mematung.
" Kamu nih lama lama kaya Tyo deh suka ketawain Aku " gerutu Dimas.
__ADS_1
Rena menghampiri suaminya dan berdiri tepat di hadapan dada bidang yang terlihat kekar itu. Jari yang mulai membelai lembut dada kiri dengan bibir mengecup mesra dada sebelah kanan suami yang mulai berdesir karena kelakuan mengejutkan dari istri yang tersenyum genit seraya menggigit bibir bawahnya diiringi tatapan mata menggoda.
" Masa sih Aku kaya Tyo? " seru Rena terus membelai lembut dada suaminya.
" Kamu benar benar udah kena virus orang Paris " sahut Dimas menarik pinggang istrinya mendekat tanpa celah.
" Udah ah Aku mau mandi dulu mas " seru Rena yang hanya ingin menggoda suaminya dan berlari ke arah kamar mandi meninggalkan tatapan bengong Dimas yang tersenyum menggigit bibir seraya menggelengkan kepala tak percaya akan apa yang dilakukan istrinya begitu banyak perubahan dalam hal percintaan yang kian hari selalu menggoda dengan begitu berani dan sexi namun sangat Ia sukai.
" Awas Kamu ya " gumam Dimas tersenyum menatap ke arah Rena yang langsung masuk ke kamar mandi.
Dimas bergegas ke ruang ganti untuk memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh istrinya. Dengan degup jantung kuat Ia memegang dada di depan kaca mengingat perlakuan Rena yang membuatnya gemas dan ingin menerkam saat itu juga.
Di tempat lain, Brian dan Aulia sudah dalam perjalanan bersama Dedrik, Erwin, Tyo, Siska juga Teddy serta ketiga asisten rumah tangga Dimas yang sengaja di ajak untuk memberikan ruang privat pada Rena dan Dimas. Mereka menuju sebuah taman bermain yang memang hanya buka di malam hari. Aulia dan Brian yang tampak bahagia dengan perjalanan mereka tak hentinya saling bercanda membuat gemuruh satu mobil yang di tempati bersama Bi Lastri, Bi Ijah, Erwin juga Teddy dan Pak Adi. Sementara Dedrick, Tyo dan Siska menggunakan mobil lain bersama supir pribadi Dedrick.
" Baik semua kok Kek, hasilnya bagus engga ada masalah cuma kan memang Aku baru lepas alat Kek jadi harus nunggu dulu" jelas Siska tersenyum ke arah Dedrick yang duduk bersebelahan dengannya.
" Doain aja Kek " sahut Tyo yang duduk di depan di samping kemudi.
" Kakek doain cepat dapat ya nak " seru Dedrick meraih kepala Siska untuk Ia kecup keningnya.
__ADS_1
" Iya Kek terimakasih banyak ya " sahut Siska tersenyum.
Tyo dan Siska yang baru berencana memiliki seorang anak semenjak melihat Brian dan kedekatannya dengan Dimas mulai mengunjungi Dokter untuk program hamil dan pengecekan kesuburan mereka berdua. Siska melepas alat kontrasepsi yang Ia pasang untuk menunda kehamilan karena masih ingin fokus menata kehidupan bersama suaminya. Namun ketika melihat kedekatan Brian dan Dimas yang begitu lucu mereka jadi memutuskan untuk memiliki anak sendiri karena juga Tyo yang sudah menetap tak perlu bolak balik ke Paris seperti dulu mendukung Siska untuk memantapkan memiliki buah hati sendiri.
Sementara Rena yang sudah berganti pakaian menghubungi Papanya untuk menanyakan tentang kedua anaknya yang membuat rumah terasa sepi tanpa kehadiran mereka berdua bersama canda tawanya. Dimas yang sudah berada di ruang kerja mengirim beberapa file pada sekretarisnya usai Ia berganti pakaian karena mendapat ijin libur dari Dedrick dan tak ingin menumpuk pekerjaan yang memaksanya lembur nanti. Ia tak ingin sekalipun lembur ketika istri dan anak anaknya di rumah dan sebisa mungkin mengerjakan pekerjaan tanpa menumpuknya.
Pukul 20.00 Rena yang sudah menunggu suaminya sembari menonton TV dari tadi karena tak ingin mengganggu pekerjaan suaminya merasa tengah lapar namun Dimas tak kunjung keluar dari ruang kerja. Rena pergi ke dapur menghangatkan makanan yang tadi Ia beli dan membuat secangkir teh untuk suaminya sebelum Ia memanggil suaminya untuk makan. Karena asisten rumah tangga yang diminta Dedrick untuk ikut membuat Rena benar benar kesepian apalagi suami yang masih berdiam diri di ruang kerja.
" Mas, Aku lapar " ucap Rena membuka sedikit pintu ruang kerja suaminya dan memasukkan sedikit kepala untuk mengintip Dimas yang masih asik dengan laptop dihadapannya.
" Iya sayang sebentar Aku kirim ini dulu ya " sahut Dimas menatap ke arah Rena kilas.
Setelah mengirim beberapa file dan memastikannya terkirim, Dimas mematikan laptop dan menghampiri Rena yang sudah menunggunya makan.
" Maaf ya " ucap Dimas mencium ujung kepala istrinya lalu duduk di samping Rena.
Mereka menikmati makan malam hanya berdua yang dilanjutkan dengan menonton TV demi melegakan perut mereka sebelum pergi tidur. Karena rumah yang sepi, Rena meminta untuk tidur di kamar tamu saja bersama suaminya. Setelah mengunci pintu serta pagar rumah juga membersihkan wajah dan mulut mereka usai makan malam, Rena dan Dimas memutuskan untuk menikmati malam berdua mereka bersama sembari melanjutkan untuk menonton TV. Tangan Dimas yang tak henti menyusup pada daster Rena sembari menonton tv membuat istrinya mengingatkan adanya CCTV di dalam rumah yang siap merekam apapun yang di perbuat oleh pasangan suami istri tersebut.
" Masuk yuk " ajak Dimas yang sudah menahan keinginannya dari sejak istrinya menggoda tadi.
__ADS_1
" Sebentar Aku matiin TV sama lampu dulu ya mas " sahut Rena beranjak dari duduknya bersama sama untuk mematikan lampu rumah mereka.
Setelah memastikan semuanya terkunci dan lampu padam, Dimas menuntun istrinya menuju kamar tamu dan menutupnya dari dalam seraya menahan tangan Rena agar tak meninggalkannya. Lelaki yang sudah begitu menginginkan istri cantiknya langsung menarik tangan Rena agar mendekat yang langsung Ia nikmati dengan lembut bibir menggoda Rena dengan sesekali menarik napas untuk kembali melakukannya lagi dengan lebih panas.