
"Chasyn, aku sudah menemukan 1 orang yang sudah melamar, jadi harus bagaimana lagi?" tanya Iyan.
"Hm... suruh mereka kirim resume mereka 2 hari kemudian, biarkan Karisa melihatnya dan menseleksi ya," ucap Chasyn.
"Oke," jawab Iyan mengirim pesan kepada yang pelamar.
"Kamu juga tolong Carikan aku asisten yang sudah berpengalaman," ucap Chasyn.
"Oke!" jawab Iyan mengangguk, ia pun melayangkan surat lamaran untuk menjadi asisten.
"Astaga! Apa mereka tidak tidur ya? Sudah banyak yang ingin melamar, sudah ada juga yang mengirimkan resume ya," ucap Iyan.
"Ya sudah besok saja kerjakan, aku sudah mengantuk," ucap Chasyn masuk ke dalam kamar dan baring di kasurnya.
"Tempat tidur memang tempat yang nyaman," ucap Chasyn.
Bruk!
Iyan juga melompat di atas kasur. "Wah… nyamannya," ucap Iyan.
"Kau jadi asistenku kan?" tanya Chasyn.
"Iya," jawab Iyan.
"Jadi bekerjalah untuk ku," ucap Chasyn.
"Tenang saja, jadi saat tamat sekolah aku tak perlu lagi mencari pekerjaan, jadi aku sudah mendapat pekerjaan dari sekarang," ucap Iyan..
"Bagus, jika begitu kamu tidur di kamar sebelah," ucap Chasyn menendang Iyan sampai ia terjatuh ke bawah.
"Huffttt... Baiklah, baiklah," ucap Iyan kelaut dari kamar Chasyn dan menuju kamar di sebelah.
__ADS_1
"Wah... kamar ini tak kalah besar dan bagus dari kamar utama," ucap Iyan, ia pun tidur.
xxx
Ke esokkan paginya.
Tok!
Tok!
Tok!
"Tuan muda! Ayo bangun!" teriak Iyan mengetuk pintu.
Chasyn mengucek-kucekkan matanya dan melirik jam dinding.
"Ternyata sudah jam 07:20 menit," ucap Chasyn dan kemudian ia pun bangun.
Chasyn langsung menyambar handuk den masuk ke kamar mandi, sedangkan Iyan terus menggedor-gedor pintu kamar Chasyn.
Setelah selesai bersih dan berganti seragam sekolah, ia pun keluar dari kamarnya.
"Eh, kamu sudah bersiap-siap?" tanya Iyan.
"Lalu?" Chasyn balik bertanya.
"Aku pikir kamu masih tidur, oh ya, ini sudah banyak yang kirim resumenya," ucap Iyan.
Chasyn mendekati Iyan dan duduk di sebelahnya.
"Kamu pergilah mandi, baju seragam sekolah ada di kamarku, aku akan mengecek mereka yang mana saja yang akan ikut seleksi," ucap Chasyn.
__ADS_1
Iyan pun pergi ke kamar Chasyn dan mengambil seragam sekolah lalu pergi mandi.
"Hm... aku harus mencari seseorang yang bisa bela diri agar kejadian seperti itu mereka bisa memberantasnya," ucap Chasyn.
Ting tong
Ting tong
Suara bel rumah Chasyn berbunyi. Chasyn membuka pintu dengan menggunakan remot kontrol.
"Selamat pagi Tuan," ucap Karisa yang berdiri di depan pintu.
"Masuklah," ucap Chasyn. Karisa pun masuk ke dalam dan berdiri di samping Chasyn.
"Kamu coba cek dulu siapa saja yang cocok menjadi satpam, tapi mereka yang punya bisa bela diri yang di terima ya, aku ambil kunci mobilnya dulu," ucap Chasyn.
"Baik Tuan," angguk Karisa. Chasyn menuju ke kamarnya sedangkan Karisa memilih orang-orang yang cocok menjadi satpam.
"Ternyata sudah ada 10 orang yang Tuan pilih," ucap Karisa.
"Karisa, ini kunci mobil untuk mu," ucap Chasyn.
"Terima kasih Tuan," ucap Karisa.
"Itu Tuan yang sudah memilihnya?" tanya Karisa.
"Hm… tidak, ini Iyan yang mengerjakannya tadi," jawab Chasyn.
"Jika begitu berikan pada saya saja, saya akan mengerjakannya," ucap Karisa.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih