
"Tidak apa-apa, itu mungkin bentuk dari rasa sayangnya kepada aku," ucap Chasyn tertawa dan Chelsea pun ikut tertawa.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di Cafe tersebut
"Wah tempatnya benar-benar cantik ya tidak sia-sia kita ke sini," ucap Chelsea kagum.
"Ya udah tunggu apa lagi ayo masuk," ajak Chasyn memegang tangan Chelsea masuk ke dalam Cafe.
Mereka pun masuk ke dalam kafe, seorang pegawai Cafe datang menghampiri meja mereka.
"Mau pesan apa Nona, Tuan," ucap pegawai itu ramah sambil memberikan buku menu.
"Hm…." Chelsea melihat ke arah Chasyn, ia berharap jika Chasyn memesan makanan apa yang dia pikirkan.
"Aku mau makanan couple ini," pesan Chasyn. Mendengar pesanan Chasyn, Chelsea tersenyum.
"Ada yang mau dipesan lagi?* tanya pegawai itu.
"Minuman couple juga," Jawab Chasyn. Melihat wajah Chelsea tersenyum, berarti pesanannya benar.
"Baik Tuan Nona harap menunggu ya," ucap pegawai itu mengambil buku menu kembali dan ia pun menuju ke dapur untuk memesan pesanan Chasyn dan Chelsea.
__ADS_1
"Oh ya Chelsea, ini untukmu, semoga kamu suka," ucap Chasyn memberikan sebuah kotak hitam.
"Ini apalagi? Kamu banyak sekali sih hadiahnya," ucap Chelsea menerima Kotak hitam itu.
"Ayo dibuka," ucap Chasyn.
Chelsea pun membuka kotak hitam itu dan ia sangat terkejut karena liontin bertulisan huruf C love C. Chelsea meraih kalung itu dan mendekatkan liontin itu ke wajahnya.
"Kamu suka?" tanya Chasyn.
"Suka banget," ucap Chelsea mengangguk senang.
"Sini aku pakaikan," ucap Chasyn mengulurkan tangannya, Chelsea memberikan kalung itu ke tangan Chasyn dan Chasyn berdiri di belakang Chelsea lalu memakainya.
"Terima kasih ya Chasyn," ucap Chelsea senang.
"Kalau kamu senang, aku bisa belikan lagi untukmu," ucap Chasyn duduk kembali di kursinya.
Tak lama kemudian makanan pun sampai.
"Silakan dinikmati Tuan, Nona," ucap pegawai itu meletakkan makanannya di atas meja.
__ADS_1
"Terima kasih," ucap Chelsea tersenyum.
Mereka pun menyantap makanannya dengan lahap baru saja makan beberapa suap, ada keributan di cafe itu
Terdengar suara seorang pria yang sedang marah-marah di dekat meja yang di sana ada seorang pria dan wanita sedang menyantap makanannya.
Wanita itu berdiri. "Kamu datang-datang marah-marah! Apa tidak malu marah-marah di tempat ramai seperti ini jika ingin bicara ayo keluar," ucap wanita itu.
"Dia siapa?" tanya pria itu menunjuk ke arah pria yang sedang duduk.
"Itu bukan urusanmu! Siapa dia dengan siapa aku pergi kamu tidak berhak untuk tahu urusanku," ucap wanita itu ketus.
"Kenapa aku tidak boleh tahu, aku kan pacarmu," ucap pria itu.
"Pacar? Pacar seperti apa kau aku tidak menganggapmu seperti pacar ku, kau bukan siapa-siapa aku," tukas wanita itu.
"Kenapa kamu seperti ini? Apa karena laki-laki ini?" tanya pria itu tak mau kalah.
"Sudah aku katakan! Ini bukan urusanmu! Lebih baik kau pergi," usir wanita itu.
"Aku tidak akan pergi sebelum kau jelaskan ini semua," ucap pria itu berkeras.
__ADS_1
"Untuk apa aku menjelaskan padamu, sedangkan kita tidak punya hubungan apa-apa," balas wanita itu.
"Pokoknya aku tidak terima ini! Kau harus jelaskan dulu padaku," ujar pria itu.