
"Tenang, aku di sini, aku pasti menyelamatkan mu," ucap Chasyn melepaskan pelukannya dan ia pun melepaskan pelukan dari Chelsea lalu mendekati Papa dan Mama Chelsea dan membukanya juga membantu membuka ikatan pada pembantunya
"Chasyn ini Bagaimana?" tanya Chelsea ketakutan.
"Kalian tenang aja, di sini ada parasut, kita pakai parasut aja, karena kita udah tak punya banyak waktu lagi," ucap Chasyn mengambil parasut yang terselip di pesawat dan memakai pada Chelsea.
"Nanti aku tarik parasutnya kamu langsung terjun ya," ucap Chasyn.
"Aku takut," ucap Chelsea berdelik ngeri.
"Begini saja, kau nanti terjun bersamaku," ucap Chasyn mengambil parasut memakaikan ke tubuh pembantu dan kedua orang tua Chelsea.
"Om, tante kalian jangan takut ya saat ku tarik parasutnya kalian tetap tenang dan terjun ke bawah dan Om usahakan mendarat di tempat yang aman," pesan Chasyn.
"Iya, iya," Jawab Papa Chelsea gugup.
Chasyn membawa mereka ke depan pintu pesawat menarik parasutnya lalu menjatuhkan mereka.
__ADS_1
"Chasyn aku benar-benar takut," ucap Chelsea saat melihat ke bawah.
"Kamu tidak perlu takut ada aku, kamu tenang saja ya," ucap Chasyn menenangkan.
Pesawat pun mulai oleng karena kedua pilot itu sudah terjun duluan berhasil mengambil parasut di tubuh Chelsea lalu mengikat Chelsea dengan erat, Mereka pun terjun
"Chasyyyyynnn!" teriak Chelsea ketakutan memeluk Chasyn dengan erat.
"Kamu tidak perlu takut, peluk aku yang erat dan tutup matamu," ucap Chasyn menenangkan, ia memeluk Chelsea dan meletakkan kepala Chelsea di bahunya. Chasyn bagaikan pahlawan menyelamatkan seorang putri seperti di novel-novel.
Mereka pun terjun dengan anggun, karena sudah dekat dengan permukaan, sebuah pesawat mendarat di tanah dan hancur terbakar.
Kobaran api yang sangat besar, Chasyn merentangkan tangan mengarah ke api dan ia menelan api besar itu untuk kekuatannya. Api yang tadi berkobar menjadi padam karena api itu berpindah.
"Chelsea, kita sudah sampai, apa kau ingin memelukku lebih lama lagi," goda Chasyn.
"Eh, sudah sampai ya, cepat sekali," ucap Chelsea melihat sekelilingnya.
__ADS_1
"Apa kamu masih ingin berlama-lama lagi di udara bersamaku?" tanya Chasyn tersenyum.
"Aku takut ketinggian," jawab Chelsea. Chasyn melepaskan ikatan di tubuhnya dan membuka ikatan di tubuh Chelsea.
"Hm … di mana pesawat tuan George?" tanya Chasyn melihat ke atas. Tak lama terlihat sebuah pesawat yang bersiap mendarat meskipun tidak di bandara.
"Chelsea!" teriak orang Chelsea dari kejauhan.
"Papa, Mama, Syukurlah kalian selamat," ucap Chelsea menyeka air mata bahagianya, mereka berlari ke arah Chelsea dan Chasyn.
Mama Chelsea memeluk anaknya dengan erat, kemudian memeluk Chasyn.
"Terima kasih Chasyn, jika tidak ada kamu, kami semua pasti sudah mati, kau sudah ku anggap anakku sendiri, jadi jangan sungkan dengan Mama ya," ucap Mama Chelsea menepuk bahu Chasyn.
"Iya Ma, Mama adalah Mamaku juga, karena kalian adalah keluargaku, aku pasti tidak akan tinggal diam gitu aja," ucap Chasyn.
"Iya, kamu benar, selamanya akan terus begitu," jawab Mama Chelsea mengangguk.
__ADS_1
Papa Chelsea terdiam, akan tetapi tiba-tiba ia mendekat lalu memeluk Chasyn.
"Maaf, selama ini Papa kasar sama kamu, bahkan kamu rela nyawamu hampir mati demi menyelamatkan kami, mungkin jika orang lain tidak akan seperti ini, kamu adalah pahlawan kami," ucap Papa Chelsea menepuk pundak Chasyn.