
"Perusahaan GT Grub, CV grub dan CH grub," jawab Chasyn.
"Apa! Semua itu milik kamu?" tanya Papa Chelsea terkejutnya.
"Iya Om," jawab Chasyn. Papa Chelsea terdiam karena ia sangat malu karena pernah sempat meremehkan Chasyn padahal Chasyn bahkan lebih kaya darinya.
"Tapi Om, maaf sebelumnya, apa tidak apa-apa nih aku membawa kalian makan malam, bagaimana jika calon tunangannya Chelsea melihat ini dan marah?" tanya Chasyn.
Chelsea menatap tajam ke arah Chasyn dan Chelsea langsung berdelik ngeri.
"Sudahlah, kamu jangan membahasnya di saat seperti ini," ucap papa Chelsea memandang keluar jendela.
"Oh, baiklah," jawab Chasyn.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di tempat tujuan.
"Di sini?" tanya Chelsea merasa aneh, karena itu hanya pelabuhan kapal-kapal besar saja.
"Iya, ayo turun," ajak Chasyn yang turun terlebih dahulu. Kemudian di ikuti Chelsea dan kedua orang tuanya.
"Ke mana kita akan pergi?" tanya Chelsea.
"Di sana, di kapal itu," ucap Chasyn.
__ADS_1
"Yang mana satu, di sana ada 4 kapal pesiar," ucap Chelsea.
"Ayo saja, nanti mana yang kita masuk itulah kapal pesiar ku," ucap Chasyn.
"Kamu punya kapal pesiar?" tanya Chelsea terbelalak.
"Iya, tampang ku terlihat seperti tidak bisa di percaya?" tanya Chasyn.
"Bukan, bukan seperti itu, aku benar-benar kagum denganmu, semuda tapi sudah sekaya raya," puji Chelsea.
"Ah biasa aja, ayo kita pergi, mari Om, Tante," ucap Chasyn.
"Hm… untung saja kamu masih ingat ada orang tua di belakang, kalo nggak..."
"Eh maaf, maaf Om, mari Om, Om pasti suka naik di kapal pesiar ku," ucap Chasyn.
Chelsea, Mama Chelsea dan Chasyn tersenyum geli dan Chasyn pun menuju kapal pesiarnya.
"Ya ampun, kapal kamu lebih besar dan lebih besar dari kapal pesiar yang ada," ucap Chelsea terkagum-kagum padahal ia baru saja masuk di pintu utama.
"Hm… tidak buruk," ucap Papa Chelsea mengangguk-angguk.
"Ini bukan hanya tidak buruk, ini super mewah Pa," ucap Mama Chelsea.
__ADS_1
Mereka pun mengikuti Chasyn masuk ke dalam di ruang tamu yang sudah di sediakan kursi dan meja sudah di hias, lampu kelap kelip yang menambahkan suasana yang indah dan berdiri 2 koki menata kursi mereka.
"Silakan duduk, Tuan, Nyonya, Tuan muda, dan Nona," ucap koki itu membungkukkan tubuhnya.
"Terima kasih," jawab Chelsea tersenyum.
"Hm… sebelumnya maaf Om, Tante, aku mengajak kalian ke sini tanpa persiapan apa pun, jadi aku hanya membawa hadiah kecil ini saja, semoga Om dan Tante menerimanya meskipun ini tidak begitu berharga," ucap Chasyn mengeluarkan kotak hitam kecil itu.
"Kenapa kamu repot-repot bawa hadiah, Tante terima ya," ucap Mama Chelsea menerima kotak hitam itu sambil tersenyum.
"Ma, jangan malu-maluin donk," ucap Chelsea.
"Namanya juga di kasih kita harus menerimanya, kalo tidak dia pasti marah," ucap Mama Chelsea berdalih.
"Kamu ini ya," ucap Papa Chelsea menatap ke arah istrinya.
Mama Chelsea membuka kota itu dan langsung terpukau. "Wah… ini berlian? Ini sangat indah," ucap Mama Chelsea terharu.
"Mohon di terima ya Tante hadiah kecilku itu," ucap Chasyn.
"Bendanya memang kecil, tapi harganya yang sangat besar, terima kasih ya, Tante sangat menerimanya," ucap Mama Chelsea senang.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih