
"Percuma kau kembali ke tempat nenek itu, dia sudah mati," ucap bayangan itu.
"Apa! Dia di bunuh! Oleh siapa?" Tanya Chasyn terkejut.
"Oleh kakek tua itu tadi, sepertinya ibu tiri ku punya mata-mata," jawab bayangan itu.
"Karena saat ini ibu tiri mu tidak punya bekingan lagi, kita akan mengambil paksa kunci itu," ucap Chasyn.
"Hm… ibu tiri mu jam segini memangnya ada di rumah?" Tanya Chasyn.
"Sewaktu aku hidup, ada di rumah, tapi tidak tau sekarang," ucap Bayangan itu.
"Baiklah, kalau begitu kita langsung saja ke rumahmu," ucap Chasyn melajukan mobilnya.
Chasyn melihat ke samping dan melihat bayangan itu, ia melihat tubuhnya sudah sudah hampir memudar.
"Sepertinya waktunya sudah tak banyak lagi, aku harus secepatnya menemui ibu tirinya, jika tidak, dia tidak akan bertemu dengan ayahnya untuk selamanya," ucap Chasyn dalam hati.
Sesampainya di rumah, Chasyn langsung menuju rumah itu lalu mendobrak pintunya hingga terpelanting.
Orang yang ada di sana sangat terkejut, ternyata ibu tiri dan beberapa orang pengawalnya dan seorang notaris harta waris yang sedang di paksa oleh ibu tirinya ada di sana.
"Kurang ajar! Jangan tidak sopan masuk ke rumah orang!" Teriak ibu tiri itu tidak senang dan sangat marah.
__ADS_1
"Berikan kunci pembatas itu," ucap Chasyn.
"Oh jadi kamu yang sudah membunuh kakek tua itu, kamu sangat berani ya ikut campur, cepat bunuh dia," perintah ibu tiri itu.
"Baik bos," angguk beberapa pengawal itu dan mereka pun maju ke arah Chasyn dan langsung menyerangnya.
Chasyn tentu saja tak tinggal diam, ia melawan keenam penjaga ibu itu.
"Uhk…" terdengar suara keluhan sakit dan Chasyn terdiam sesaat. Mereka pun memukul Chasyn namun Chasyn baik-baik saja.
"Sepertinya dia tidak punya waktu lagi, aku harus menyelesaikannya dengan cepat," ucap Chasyn.
Karena Chasyn baik-baik saja, mereka memukulnya lagi, Chasyn menangkap tangannya lalu mematahkan tangannya lalu menendang kakinya dan menginjak ya hingga patah.
Krak!
Mereka sangat terkejut dan Chasyn tidak mau buang waktu lagi, ia pun menarik salah satu kepala pria itu lalu mematahkan lehernya.
Krak!
Yang lain juga Chasyn menarik tubuh mereka lalu mengangkatnya dan mematahkan Tulang pinggang dengan lututnya.
Krak!
__ADS_1
Yang lain juga Chasyn menangkap kedua tangan mereka, mengadunya lalu menghempaskan ke lantai dan menginjak kepala mereka hingga kepala mereka mengeluarkan darah, terlihat sepertinya retak.
"Apa! Tidak mungkin!" Teriak ibu tiri itu.
"Sebaiknya kau serahkan kunci itu atau aku akan membuat kau mati yang mengenaskan," ancam Chasyn geram.
"Tidak akan! Aku tidak akan memberikannya!" Teriak wanita itu mempertahankan barangnya. Ia mengambil senjata apinya lalu menembak ke arah Chasyn.
Dor!
Peluru itu melayang ke arah Chasyn, namun Chasyn tetap baik-baik saja. Chasyn mendekati wanita itu lalu mengambil senjata api itu lalu mematahkannya.
Krak!
"A-apa! Ti-tidak mungkin!" Teriak wanita itu tak percaya dengan membelalakkan matanya.
"Aku sudah tidak punya waktu lagi untuk bersikap baik, aku terpaksa juga harus melakukan hal yang sama dengan mereka," ucap Chasyn mendekati wanita itu lalu menarik tangan wanita itu dan memutarnya ke belakang dan meraba seluruh tubuh wanita itu untuk mengambil kuncinya.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1