
Tririt
Tririt
Tririt
Ponsel milik Chasyn berbunyi, ada pesan masuk yang ternyata dari Chelsea.
"Malam." Chelsea
"Malam juga." Chasyn
"Kamu sedang apa?" Chelsea
"Sedang berjongkok." Chasyn
"Berjongkok? Untuk apa?" Chelsea
"Iya, aku saat ini sedang di pemakaman umum." Chasyn
"Untuk apa kau malam seperti ini di pemakaman? Ini sudah jam 11 malam, apa kau tidak takut malam-malam di sana?" Chelsea
"Aku tiba-tiba merindukan Ayah ku, jadi aku mampir dulu ke sini untuk melepas rindu." Chasyn
"Oh begitu ya, aku akan menghampirimu di sana." Chelsea
__ADS_1
"Untuk apa? Ini sudah malam, nanti Papamu marah." Chasyn
"Papa tidak di rumah, yang ada hanya Mama, kalo mama pasti setuju jika aku menghampirimu." Chelsea
"Apa kamu tidak takut?" Chasyn
"Tidak, hanya perjalanan datang saja, saat pulang aku bersamamu." Chelsea
"Baiklah, tapi kau harus hati-hati." Chasyn
"Oke." Chelsea
Chelsea tersenyum dan ia pun memakai jaket yang waktu itu di berikan oleh Chasyn dan ia pun memakainya dan menuju mobilnya dan meninggalkan rumahnya.
Chasyn keluar dari makam itu dan menuju mobilnya dan berdiri di sana sambil memainkan ponselnya.
Chelsea menyadari itu dan ia menginjak pedal gas mobilnya dan melaju cukup kencang, motor itu juga mengikuti Chelsea namun Chelsea menguasai jalan itu agar pemotor itu itu bisa mendahuluinya.
Saat hampir mendekati pemakaman, Chelsea memakai topi jaket tersebut lalu membuka kunci mobilnya, sedangkan mobil melaju sangat laju.
Chelsea menarik lengan bajunya untuk menutupi jari-jari tangannya jika ia terjun nanti dan juga untuk melindungi kepalanya agar tidak mengenai aspal jalanan.
Chelsea pun langsung terjun dan terguling-guling di jalan, sedangkan mobilnya terus melaju dan di kejar oleh pemotor itu.
Chelsea menutup kepalanya dengan tangannya dan akhirnya ia terhenti.
__ADS_1
Chelsea langsung berdiri dan berlari dan terus berlari dan akhirnya ia sampai di pemakaman.
"Chelsea," lirih Chasyn melihat ke arah Chelsea yang ngos-ngosan. Chasyn pun langsung mendekati Chelsea dan memapahnya.
"Kamu pake ke sini? Tidak mungkin dengan berlari jalan kaki kan?" Tanya Chasyn menekuk alisnya.
"Aku… aku ke sini pake mobil, tapi saat di perjalanan ada 2 motor mengikuti ku dan aku terjun dari mobilku karena dari pada aku yang di bawa mereka lebih baik aku memberikan mobil ku saja," jawab Chelsea.
"Sebentar," ucap Chasyn masuk ke dalam mobilnya dan mengambil sebotol air mineral dan memberikan kepada Chelsea.
"Terima kasih," ucap Chelsea meneguk air minumnya.
"Kamu kenapa tidak memberi tahuku, aku akan datang," ucap Chasyn khawatir.
"Tidak apa-apa, yang pasti aku selamat sekarang kan," ucap Chelsea tersenyum.
"Lihat tanganmu, wajahmu, atau tubuh yang lain, apa ada yang terluka tidak," ucap Chasyn mengambil tangan Chelsea dan memeriksanya.
"Ha-ha-ha, aku tidak apa-apa, ternyata jaket mu ini bisa melindungi ku meskipun pemiliknya tidak bersama ku, aku harus berterima kasih nih sama jaket mu karena sudah melindungi ku," ucap Chelsea tertawa renyah.
"Syukurlah jika kamu tidak terluka, jika kamu suka dengan jaket, aku akan memberikan semua jaket ku untukmu," ucap Chasyn.
"Tidak perlu seperti itu, kau sudah ada di sampingku, aku sangat bahagia," ucap Chelsea tersenyum. Wajah Chasyn menjadi tersipu.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih