SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 224


__ADS_3

"Aku, sangat ingin meminta maaf padanya, tapi aku tidak berdaya," ucap pria itu menundukkan kepala merasa bersalah. "Dan istriku itu dialah membawaku agar kembali bangkit lagi jadi aku menikahinya," ucap pria itu.


"Kalau aku ingin meminta maaf? Kenapa kau tidak langsung ke sekolah itu saja? Dia masih di sana masih menunggu pertanggung jawaban dari kalian," ucap Chasyn.


"Ya, aku akan minta maaf langsung padanya," ucap pria itu mengangguk setuju.


"Tapi kamu tidak sendirian, harus membawa ke 3 temanmu yang lain," pinta Chasyn.


"Baiklah," ucap pria itu balik badan ia masuk ke dalam mobilnya.


"Sayang kamu mau ke mana"? tanya istrinya saat melihat suaminya ingin pergi.


"Aku ada urusan mendadak kamu di rumah aja ya," pesan sang suami.


Sang istri merasa aneh dengan suaminya hari itu. "Apa jangan-jangan karena anak-anak tadi ya?" tebak wanita itu.


Mobil pun meluncur pria itu melaju terlebih dahulu untuk menuju ke rumah temannya.


Sesampainya di rumah temannya yang pertama mereka pun turun dari mobil.


Temannya itu sedang ngopi di depan teras rumah sambil bermain ponsel.

__ADS_1


"Eh Dodo ada apa?" tanya temannya itu.


Pria itu terlihat dengan wajah sedihnya menatap temannya itu


"Kamu kenapa? Dan siapa kedua anak ini?" Tanya temannya heran.


"Kau ingatkan kejadian 7 tahun yang silam?" tanya pria itu.


"Tentang apa?" tanya temannya.


"Di sekolah waktu kita masih SMA?" tanya pria itu.


"Sebenarnya aku juga sudah melupakannya tapi mereka dua datang mengatakan jika wanita itu ingin meminta pertanggung jawaban dari kita," jawab pria itu.


Dari mana mereka tahu? tanya temannya melihat ke arah Chasyn dan Iyan.


"Wanita itu datang sendiri kepada mereka dan mengatakan semuanya karena ini adalah ulah kita maka kita harus mempertanggung jawabkan dengan apa yang kita perbuat," pria itu.


"Bagaimana kita mempertanggung jawabkan nya?" tanya temannya menekuk alisnya.


"Entahlah, aku juga tidak tahu," jawab temannya.

__ADS_1


"Kata wanita itu dia ingin balas dendam," jawab Chasyn.


Dendam jadi bagaimana nanti hidup kita jika dia balas dendam," ucap temannya khawatir.


"Memang sepantasnya kita menerima itu karena kita sudah melakukan kesalahan kepadanya bersyukur selama ini kita masih hidup dan tidak diganggu olehnya, jika seandainya dia menginginkan nyawaku aku hanya bisa pasrah saja," jawab pria yang bernama Dodo itu.


"Tapi bagaimana dengan anak dan istri kamu bagaimana dengan istriku juga dengan keluargaku jika kita mati," ucap pria itu khawatir.


"Itu bukan sesuatu hal yang bisa kita pinta aku juga tidak ingin meninggalkan anak dan istriku karena kesalahan masa lalu kita harus menerimanya," ucap pria itu tak berdaya.


"Apa karena kedua anak ini sehingga kita harus mengingat kembali masa itu?" tanya temannya.


"Bukan karena mereka berdua mereka hanya ingin menyampaikan pesan dari wanita itu marilah kita pergi kita lihat saja dulu," ucap pria itu.


"Kita akan ke mana?" tanya temannya.


"Ke rumah Rendy dan Kiko, kita lihat apa mereka masih mengingatnya atau sudah melupakannya," ucap Dodo


"Baiklah aku akan naik dengan mobilku ucap temannya itu masuk ke dalam rumah mengambil jaket.


"Sayang aku pergi dulu ya jika seandainya ada sesuatu terjadi sesuatu padaku ini adalah takdir," ucap pria itu.

__ADS_1


__ADS_2