SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 38


__ADS_3

"Aku tau, tapi ini sangat melelahkan," ucap Chelsea.


"Bertahanlah sedikit lagi, jika kamu sudah menjadi pewaris nanti maka kamu bisa melakukan apa yang kamu mau," ucap Chasyn.


Chelsea terdiam sesaat. "Kamu benar, aku bertahan sedikit lagi," jawab Chelsea meskipun ia mengeluh tapi ia juga termasuk hebat karena bisa bertahan di dalam peraturan keluarga.


"Sebentar," ucap Chasyn pergi menuju ke arah warung yang mereka lewati.


"Pak minumnya dua," ucap Chasyn. Penjual itu mengambil 2 botol air mineral.


"Berapa?" tanya Chasyn.


"20 ribu," jawab penjual itu.


Chasyn membuka dompetnya lalu membayar minuman tersebut. "Ambil saja kembaliannya," ucap Chasyn mengambil dua botol tersebut dan berlari ke arah Chelsea, namun saat berbalik badan Chelsea sudah tidak ada lagi.


"Ke mana dia pergi?" tanya Chasyn binggung.


"Pak, apa bapak melihat ke mana wanita yang di sana menunggu?" tanya Chasyn kepada penjual tersebut.


"Nona Chelsea maksudnya?" tanya penjual itu.


"Iya," angguk Chasyn.


"Di bawa mengunakan mobil, kamu lebih baik jangan berteman dengannya apa lagi jatuh cinta, kamu tak hanya sakit hati, jika kamu tetap nekat bukan hanya kamu yang di hancurkan, keluarga mu juga akan kena imbasnya, dan parahnya kamu bahkan tidak bisa tinggal di negara ini," ucap penjual itu mengingatkan.


"Oh begitu ya, keluarga mereka ternyata punya kekuatan seperti itu," ucap Chasyn.


"Iya, lebih baik kamu jangan mendekatinya lagi," ucap penjual itu lagi.

__ADS_1


"Baik pak terima kasih sudah mengingatkan," ucap Chasyn menganggukkan kepala dan kemudian ia pergi meninggalkan warung tersebut.


Ding Ding


Hadiah Anda di potong 100.000


Sisa hadiah Anda [216.600.000]


Chasyn mengeluarkan ponselnya dan ia memesan makanan dari online.


Pembayaran berhasil ✔️


Hadiah Anda di potong 200.000


Sisa Hadiah Anda [216.400.000]


"Apa Iyan sudah bangun?" tanya Chasyn. Sesampainya di rumah, ternyata Chasyn masih tidur.


"Hey bangun, cepat berangkat sekolah," ucap Chasyn.


Seketika Iyan langsung bangun. "Ya aku berangkat sekarang," ucap Iyan.


Chasyn tertawa cekikikan.


"Kamu ah, mengagetkan ku saja, aku masih mengantuk," ucap Iyan kembali berbaring.


"Ayo bangun, tapi kamu ingin menemaniku ke pemakaman," ucap Chasyn mengambil handuknya dan masuk ke kamar mandi.


"Baiklah aku akan menemanimu, sebagai gantinya aku pinjam baju mahal mu itu," jawab Iyan.

__ADS_1


"Ambil saja mana yang kau suka," jawab Chasyn dari dalam kamar mandi.


"Benarkah? Wah kalau begitu aku pilih dari sekarang," ucap Iyan yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan oleh Chasyn.


Iyan mengambil Baju Kaos yang seharga Rp 5 juta, Jaket seharga Rp 12 juta, celana seharga Rp 7 juta, sepatu seharga Rp 10 juta dan jam tangan seharga Rp 45 juta.


"Aku hidup sekarang," ucap Iyan tertawa sambil bercekak pinggang.


"Apa selama ini kamu mati?" tanya Chasyn yang tiba-tiba muncul di belakangnya.


"Chasyn terima kasih banyak ya, terima kasih banget, aku nggak pernah mempunyai barang se berharga ini," ucap Iyan.


"Tidak masalah, kamu cepat mandi," ucap Chasyn.


"Oke, oke aku mandi sekarang, tapi mana handuknya?" tanya Iyan.


"Tuh sana," ucap Chasyn menuju ke arah rak yang semuanya khusus handuk.


Ting tong


Ting tong


Suara bel rumah berbunyi, Chasyn bergegas keluar dari kamarnya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2