
Saat mereka sedang menunggu makanan tiba-tiba saja Chelsea terbelalak ia merasa serba salah dan berusaha untuk menutupi wajahnya.
"Kamu kenapa Chelsea?" tanya Chasyn.
"Hm aku baik-baik saja, aku tidak apa-apa kok," jawab Chelsea berusaha untuk menutupi perasaannya saat ini dengan cara mengalihkan wajahnya agar tidak terlihat Chasyn.
"Kamu yang berbohong dari wajahmu itu terlihat sekali kau sedang panik. Katakan padaku apa yang terjadi?" tanya Chasyn
"Itu dia," jawab Chelsea melihat seorang pria membawa seorang wanita dan duduk di kursi nomor 10.
"Siap?" tanya Chasyn melihat ke belakang.
"Jangan di lihat," ucap Chelsea.
"Dia itu siapa?" tanya Chasyn tambahan penasaran.
"Dia adalah pria yang ingin ditunangkan denganku," jawab Chelsea.
Chasyn sangat penasaran dengan pria itu ia pun melihat pria itu duduk bersama seorang wanita cantik di depannya.
"CK ck lebih tampan dan aku deh," ucap Chasyn tersenyum dan berbangga hati.
"Iya, lebih tampanan kamu," jawab Chelsea tersenyum mengangguk.
__ADS_1
"Tapi Kenapa kamu malu dan ingin menghindarinya?" tanya Chasyn.
"Iya untuk apa aku menghindarinya, Chasyn kan lebih hebat daripada dia," jawab Chelsea dalam hati.
"Hm … enggak kok," jawab Chelsea menggeleng.
Pria sangat itu terkejut saat melihat Chelsea, ia terlihat gugup yang melihat Chelsea lalu melihat ke arah perempuan di depannya.
"Kamu tidak menyapanya?" tanya Chasyn.
"Untuk apa?" tanya Chelsea menekuk alisnya.
"Seseorang yang tidak bisa dimiliki bukan berarti menjadi musuh anggap saja hanya teman kenalan," jawab Chasyn.
"Kamu tidak cemburu?" goda Chelsea.
"Nggak apa-apa nih aku menyapanya?" tanya Chelsea memastikannya.
"Tidak apa-apa kok, jika dia berani macam-macam denganmu, aku akan menghabisinya," jawab Chasyn.
Chelsea tersenyum ke arah pria itu dan melambaikan tangan, Chasyn juga melambaikan tangan ke arah pria itu.
Pria itu terlihat canggung. "Eh iya," ucap pria itu tersenyum terpaksa dan juga membalas melambaikan tangannya wanita yang ada di depannya melihat ke arah Chelsea dan Chasyn.
__ADS_1
"Kamu kenal dengan mereka?" tanya wanita itu kepada pria yang berkencan dengannya.
"Eh iya, dia … dia itu temanku," jawab pria itu gugup.
"Oh begitu ya," jawab wanita itu mengangguk-angguk.
Tak lama kemudian makanan Chelsea dan Chasyn pun sampai.
"Silakan di nikmati Tuan, Nona," ucap pegawai itu ramah.
"Terima kasih," ucap Chelsea tersenyum.
Mereka menyantap makanannya sedangkan pria itu sesekali melihat kalah Chelsea ia tampak kebingungan.
"Kamu kenapa? Jangan bilang kamu suka padanya?" tanya wanita itu curiga.
"Eh tidak! Aku tidak menyukainya sama sekali," jawab pria itu menggeleng dan melihat ke samping, akan tetapi keluar keringat dingin dari tangannya.
"Kamu kalau nggak mau makan di sini kita pindah saja," ucap wanita itu dengan wajah yang berubah menjadi kesal.
"Eh, tapi makanannya sudah di pesan, mana bisa di batalkan," ucap pria itu.
"Kalau kamu aku membatalkannya jadi jangan melihat ke arah mereka," larang wanita itu.
__ADS_1
"Iya, aku tidak melihat mereka kok," jawab Pria itu melihat kebawah sambil menghitung jarinya meskipun ia tahu jika jarinya ada 10.
"Siapa pria bersama Chelsea itu? Apa hebatnya dia sampai ia memutuskan pertunangan kami? Aku akan mencari tahu siapa pria itu nanti," ucap pria itu dalam hati.