SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 65


__ADS_3

"Tidak masalah," jawab Grizzly mencibirkan bibirnya.


"Jangan salahkan aku jika kamu bertemu dengan kembaran mu," ucap Chasyn melihat Grizzly sekilas lalu melahap kue di piringnya.


Grizzly ternganga. "Baiklah-baiklah, kamu yang antar aku pulang," ucap Grizzly pasrah.


"Chasyn, di mana rumahmu?" tanya Chelsea.


"Rumahku tidak jauh dari rumahmu, apa kau tidak tahu?" tanya Chasyn mengangkat alisnya.


Chelsea menggeleng pelan sambil menundukkan kepalanya. "Bagaimana aku tahu, kita jarang bertemu dan aku tidak pernah sempat untuk menanyakannya," ucap Chelsea.


"Iya, Aku beri tahu ya, rumahku berjarak 2 kilo dari rumahmu, kau tau antara rumahmu dan rumah ku itu tidak ada rumah lagi melainkan hamparan tanah yang hanya di penuhi rerumputan saja," jawab Chasyn.


"Hm… apakah rumah gedung itu milik mu?" tebak Chelsea.


"Benar sekali, itu adalah rumah ku," jawab Chasyn.


"Benarkah?" tanya Chelsea mengangkat alisnya.


"Apa aku kelihatan bercanda?" tanya Chasyn.


"Eh tidak, kau orang kaya? Rumahmu bahkan lebih besar dari tempat tinggal ku," ucap Chelsea.


"Hm… apa terlihat seperti itu?" tanya Chasyn tersenyum.


"Kapan-kapan bolehkah aku main ke tempatmu?" tanya Chelsea.


"Tentu saja, sebagai kehormatan ku jika tuan putri Chelsea mau mampir di gubuk derita ku," jawab Chasyn tersenyum dan menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan.


"Jangan formal seperti itu, aku bukan putri raja," ujar Chelsea tersenyum manis.


Ding Ding


[Klik di sini untuk membuka]


Klik


Chasyn membuka layar monitornya.

__ADS_1


Ding Ding


Visi baru:


[Seseorang wanita di bunuh oleh pacarnya di sebuah kamar hotel]


Misi:


[Selamatkan sang wanita]


[Status visi dan Misi: Sedang berlangsung]


"Maaf Chelsea aku pergi sebentar, kamu tetaplah di sini bersama pengawal mu," ucap Chasyn yang langsung berlari mendekati Dinda.


"Kamu tau di kamar hotel ini ada berapa?" tanya Chasyn buru-buru.


"Ada 40 kamar kalau tidak salah," jawab Dinda mengingat-ingat.


Chasyn menarik tangan Grizzly berlari menuju lorong. "Hey! Ada apa ini?" tanya Grizzly heran.


"Kamu bisa bela dirikan?" tanya Chasyn.


"Bisa," angguk Grizzly.


"Hm… kenapa dia yang memerintahkan ku, seharusnya aku yang memerintahkannya," ucap Grizzly heran.


"Ngapain kamu bingung, cepat nggak ada waktu lagi," ucap Chasyn.


"Iya, iya, iya," angguk Grizzly menuruti perintah Chasyn.


Mereka mengendor setiap pintu yang ada, dan mencari penyewa kamar hotel tersebut.


"Ada apa Chasyn dan Grizzly? Apa mereka sudah tak tahan lagi?" tanya Dinda dan mereka pun tertawa bersama. Mendengar itu, Chelsea terlihat muram.


Semua kamar kedap suara, sehingga jika ingin mendengarnya mereka harus menempelkan telinga di pintu agar bisa mendengar suara teriakkan.


Gunakan poin untuk merubah kamar menjadi tanpa kedap suara


Memuat…

__ADS_1


Loading …


Mulai …


10%…


20%…


30%…


40%…


50%…


60%…


70%…


80%…


90%…


100%…


Selesai


Poin Anda di potong 8 poin


Sisa poin Anda [70]


Terdengar berbagai suara dari setiap kamar membuat Chasyn kaget.


"Astaga!" teriak Chasyn.


"Ada apa?" tanya Grizzly melihat Chasyn terkejut sambil memegang dadanya. Karena hanya Chasyn yang terdengar, sedangkan Grizzly tidak mendengarnya.


Suara yang isinya aneh-aneh, kebanyakan mereka yang sedang nganu-nganu sih. Chasyn berjalan perlahan-lahan di sebuah pintu kamar, hanya sebuah kamar itu terdengar suara yang lain dari yang lain, yaitu suara jeritan.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2