
"Wah... ini sangat mewah sekali," ucap Iyan terkagum-kagum.
Tinggi hotel itu sekitar 100 meter dan luasnya satu hektar itu.
"Bos, ini sangat besar, apa Bos tidak menginginkannya?" tanya Iyan.
"Aku akan punya suatu saat nanti, ya udah ayo masuk," ajak Chasyn.
Mereka pun semua masuk ke dalam hotel internasional itu, tempatnya sangat luas dan sudah banyak para orang penting berkumpul dan berbincang-bincang dengan pengusaha lain sambil tertawa.
"Tawa mereka sungguh palsu, di dunia bisnis ini siapa yang akan berteman dengan baik selain dengan mitranya," ucap Chasyn.
Mereka pun berjalan dengan rombongannya dan menuju di sebuah meja yang tersedia makanan dan minuman.
Chasyn pun mengambil segelas minuman dan meminumnya.
"Chasyn!" teriak Chelsea datang mendekat. Malam ini Chelsea sangat cantik, memakai gaun putih panjang hingga menutupi kakinya, rambut yang di ikat dan di sanggul dan di sematkan hiasan kepala berbentuk mutiara, kalung di lehernya dan membawa tas tangan.
"Chelsea," lirih Chasyn terpana. Chelsea datang mendekat Chasyn sambil tersenyum.
"Kau sangat cantik malam ini," puji Chasyn.
"Terima kasih," ucap Chelsea.
"Di mana orang tua mu?" tanya Chasyn.
"Di sana, sedang mengobrol dengan pengusaha lain," jawab Chelsea menunjuk ke arah ayahnya yang sedang mengobrol ria.
"Lihatlah Papa mu, saat berbicara dengan orang lain tawanya mengembang, dengan ku pesimis banget sih," ucap Chasyn.
__ADS_1
Chelsea tersenyum. "Kamu jangan masukin ke hati ya, orang tua biasanya begitu," ucap Chelsea.
Beberapa rombongan masuk ke dalam hotel. "Eh Dona," ucap Chasyn.
"Papanya juga seorang pengusaha," ucap Chelsea yang terlihat dari wajahnya jika ada kekhawatiran.
"Begitu ya," ucap Chasyn mengangguk-angguk.
"Chasyyyyynnn!" teriak Dona yang langsung lari ke arah Chasyn.
"Kamu di sini juga, wah seneng banget bisa ketemu kamu di sini," ucap Dona senang.
"Oh ada minuman, kebetulan sekali aku sedang haus nih," ucap Dona mengambil minuman di atas meja.
Chelsea menghindar dan ingin pergi. "Mau kemana Chelsea?" tanya Dona.
"Chelsea!" teriak Chasyn.
"Aku mau ke toilet," ucap Chelsea. Chasyn pun berhenti mengikutinya.
"Dia mau ke toilet nggak mungkin kau ikut kan?" tanya Dona.
"Iya aku tau itu," jawab Chasyn.
Mereka pun mengobrol.
"Hm… wanita mana lagi yang kamu bawa ini," ucap Papa Chelsea yang tiba-tiba mendatangi Chasyn.
"Eh Om, selamat malam," ucap Chasyn menundukkan kepala memberi hormat.
__ADS_1
"Selamat malam Om," sapa Dona juga.
"Kamu siapa?" tanya Papa Chelsea melihat ke arah Dona.
"Saya Dona Om, anak dari Surya pemilik perusahaan Don Grub," ucap Dona.
"Oh kamu anaknya Surya, lalu di mana Surya?" tanya Papa Chelsea.
"Di sana," ucap Dona menunjuk ke arah Papanya. Papa Chelsea mengangguk.
"Jadi bagaimana?" tanya Papa Chelsea.
"Bagaimana apanya Om?" tanya Chasyn.
"Bagaimana dengan kerja sama dengan perusahaan kita?" tanya Papa Chelsea.
"Itu sih tergantung performa perusahaan Om, sekali pun Chelsea dekat denganku bukan berati aku dengan mudah bekerja sama dengan perusahaan Om," ucap Chasyn menyipit sebelah matanya.
"Baiklah, setelah acara ini selesai kita bicarakan nanti," ucap papa Chelsea.
"Seharusnya aku yang berkata begitu, setelah acara ini selesai, kita lihat nanti, apa perusahaan Om layak bekerja sama dengan perusahaan ku atau tidak," ucap Chasyn.
"Dasar bocah nakal," ucap Papa Chelsea manyun.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan
Terima kasih
__ADS_1