SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 173


__ADS_3

"Baiklah, aku akan membuatmu menyesal jika tidak mengatakannya," ucap Chasyn melihat ke arah pondok milik kakek tua itu lalu berlari ke sana.


Chasyn mencari-cari barang yang menurutnya berharga yang sangat ia sayangi agar kakek tua itu mau mengatakannya.


“Ha-ha-ha, kau tidak akan menemukannya,” ucap Kakek tua itu tertawa meski pun ia sudah dalam keadaan sekarat.


“Pasti ada, di dunia ini pasti ada yang ia sayangi, aku tidak ada yang tidak ia sayangi di dunia ini,” ucap Chasyn yang mata yang gelagapan mencari sesuatu. 


Chasyn membongkar semua kotak-kotak yang ada dan juga semua barang-barang yang terjepit, tersembunyi dan terkubur.


“Ha-ha-ha, aku menemukan sesuatu yang berharga,” ucap Chasyn tertawa. Ia pun kembali ke hadapan kakek itu.


“Katakan atau aku akan…” ucap Chasyn memberhentikan ucapannya dan mengeluarkan sebuah foto anak kecil berusia 7 tahun dan bersiap untuk merobeknya.


“Jangan! Jangan yang itu! Aku mohon, kembalikan foto itu, jangan di robek,” ucap Kakek tua itu memohon mencoba untuk menggapainya.


“Katakan duku atau aku tidaka akan berbaik hati,” ancam Chasyn.

__ADS_1


“Baiklah, baiklah jika begitu, aku… aku akan katakan, tapi mohon kembalikan foto itu,” ucap Kakek itu memohon dengan berlinang air mata.


“Aku akan mengembalikannya jika kau mengatakannya,” ucap Chasyn.


“Baiklah, kunci itu ada di…” ucapan kakek itu terputus karena tiba-tiba saja kakek itu mati.


“Sial! Siapa yang melakukannya!” teriak Chasyn geram karena sang kakek itu mati bukan karena ia pukul tadi, melainkan ada seseorang yang membunuhnya secara diam-diam menggunakan tembakan jarum racun.


Chasyn meletakkan foto cucunya itu di tangan kakek tersebut dan menundukkan kepalanya memberi hormat lalu ia pun berlari meninggalkan tempat tersebut mengejar pembunuh itu.


Pembunuh itu berlari kabur masuk ke dalam semak-semak, Chasyn juga tak mau ketinggalan jejak pembunuh itu dan mengejarnya.


Dari belakang Chasyn menarik baju pria itu lalu membalikkan badannya.


“Kenapa kau membunuhnya!” teriak Chasyn geram dengan mengangkat pria itu ke atas hingga kakinya tergantung.


“Uhuk! Uhuk! Uhuk! Lepaskan!" Teriak orang itu ternyata adalah seorang laki-laki.

__ADS_1


"kau pasti orang suruhan kan? katakan di mana kunci pembatas itu berada?" Tanya Chasyn.


"kau sudah tau jika aku adalah suruhan seseorang, itu menandakan jika aku tidak tahu," ucap Pria itu.


"katakan atau aku akan mematahkan lehermu!" Teriak Chasyn.


"Meskipun kau membunuhku aku tetap tahu di mana benda itu di simpan," jawab pria itu.


"baiklah, sepertinya kau memang ingin mati ya, karena kau sudah membunuh orang yang seharusnya memberi informasi itu, jadi kau tidak perlu lagi hidup dan temani kakek tua itu di kuburan," ucap Chasyn menggenggam erat leher pria itu hingga pria itu tidak bisa bernafas lagi, Chasyn pun mematahkan leher pria itu dan pria itu seketika mati.


Chasyn membawa pria itu kembali lalu meletakkan pria itu di sampai kakek tua yang sudah mati itu.


"Aku akan mencarinya di mana ya?" Tanya Chasyn berpikir.


"Mungkinkah beneran ada bersama ibu tirinya, hm… aku tau, tujuan nenek pastilah untuk membunuh kakek itu barulah kunci itu bisa di ambil oleh nenek itu karena ibu tiri itu tidak ada backingan lagi," ucap Chasyn mengangguk. Ia pun kembali masuk ke dalam mobilnya dan melaju menuju ke rumah sang nenek.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2