SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 36


__ADS_3

Ding Ding


Hadiah Anda di potong 5.000.000.


Sisa hadiah Anda [216.700.000]


Chasyn langsung menstater mobilnya dan berbelok lagi menuju arah jalan pulang ke rumahnya.


"Aku mau tanya sama kamu," ucap Iyan.


"Tanya apa?" tanya Chasyn yang fokus mengemudinya.


"Kamu punya kepribadian ganda ya, kamu baik juga sadis," ucap Iyan.


"Ye… itu bukan kepribadian ganda kali, semua orang juga memilikinya, apa bila merasa terusik mereka pasti akan membalasnya," jawab Chasyn.


"Hm… tapi kamu berbeda, mungkin jika aku, aku sudah pasti tidak bisa menghadapinya, kamu benar-benar keren Chasyn," puji Iyan.


"Ha-ha-ha kamu ngomong apa sih, kamu baru sadar jika aku keren," ucap Chasyn tertawa.


"Iya kan kita Beru dekat sekarang tentu saja aku baru tau. Hoam… aku sudah mengantuk," ucap Iyan.


"Kamu ingin aku melajukan mobil?" tanya Chasyn.


"Enggak enggak enggak, melaju seperti biasa saja, rasanya aku sudah trauma," ucap Iyan manyun.


"Ha-ha-ha, jika kamu sering bersamaku kamu nanti juga akan terbiasa," ucap Chasyn tertawa renyah.

__ADS_1


Tak lama kemudian mereka pun hampir sampai di rumah Chasyn.


"Itu rumahnya Chelsea," tunjuk Chasyn.


"Wah… itu rumah Chelsea, astaga! itu rumah apa istana?" tanya Iyan melihatnya dengan mata terbelalak.


"Makanya kita jangan berharap di lirik oleh Chelsea, dia orang kaya raya," ucap Chasyn.


"Kita orang tak punya," sambung Iyan.


Tak lama mereka pun sampai di Villa milik Chasyn dan Chasyn langsung memarkirkan mobilnya.


"Chasyn, ini kita di mana?" tanya Iyan.


"Ayo masuk," ajak Chasyn tidak menggubris pertanyaan Iyan.


Chasyn membuka villanya dengan kata sandi di pintu dan pintu itu terbuka secara otomatis.


"Ini rumah kamu?" tanya Iyan terbelalak 2 kali.


"Iya, lebih tepatnya ini Villaku, kalau rumahku itu ada di sebelah. Cepat masuk di luar dingin," ajak Chasyn yang terlebih dahulu masuk ke dalam.


Iyan melihat rumah itu sekeliling dengan mulut menganga.


"Gila, kamu bilang kita orang tak punya, tapi pada kenyataannya kamulah orang kaya rayanya," ucap Iyan tak percaya.


"Iya, sayangnya aku hanya tinggal sendiri," ucap Chasyn.

__ADS_1


"Tapi tadi kamu bilang mengantuk, ayo tidur," akal Chasyn masuk ke dalam kamar.


"Wah… wah…wah, kamar kamu seperi kamar raja, apa kamu adalah raja," ucap Iyan yang langsung melompat ke atas kasur super empuk tersebut.


"Hu-hu-hu kasur ini sangat empuk, bahkan kasur mu 100x lebih empuk dari kasurku," ucap Iyan mengelus-elus kasur itu. Iyan memandang ke belakang dan melihat ke arah lemari yang tersusun rapi itu.


"Itu isinya apa?" tanya Iyan menunjuk ke arah lemari tersebut.


"Baju," jawab Chasyn memejamkan matanya, ia ingin tidur dan beristirahat.


"Sebanyak itu?" tanya Iyan mendekati lemari tersebut.


"Boleh aku membukanya?" tanya Iyan yang tangannya sudah gatal ingin memegang gagang lemari tersebut.


"Hm," Chasyn pun tertidur.


Iyan pun membuka lemari tersebut dan ia sangat terkejut.


"Astaga Chasyn… aku tidak pernah melihat orang kaya memang aku sebelum memang tak pernah melihatnya, Chasyn hidupmu benar-benar serba kecukupan dan aku sangat iri denganmu, bajumu yang serba mahal," ucap Iyan melihat harga di baju itu.


Iyan membuka semua lemari itu dan sangat terkejut, Jam tangan bermerek tersusun ratusan buah, sepatu keren yang tersusun rapi, Iyan menggeleng kepala.


"Ya ampun Chasyn, kamu benar-benar beruntung," ucap Iyan duduk di depan lemari itu sambil mengoceh panjang lebar.


Bersambung


jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2