
Chasyn pun berdiri dan berlari ke arah Chasyn langsung berlari menuju arah Chalsea. “Eh Chalsea masih tidur rupanya,” ucap Chasyn.
“Aku akan membawanya ke dalam kamar, putar haluannya” ucap Chasyn.
“Baik Bos,” angguk Iyan yang langsung berlari ke arah pengemudi. Chasyn pun membawa Chalsea ke dalam kamar dan membaringkannya. Chasyn mengambil selimut lalu menyelimuti Chalsea. Chasyn tersenyum lalu mencium kening Chalsea, kemudian ia pun pergi meninggalkan Chalsea di dalam kamar lalu menuju di ruang kemudi.
“Ya udah, kamu keluarlah, aku yang akan kemudikan kapal ini,” ucap Chasyn.
“Baik bos,” angguk Iyan keluar dari ruang kontrol dan menuju dapur.
Gunakan poin untuk menambah kecepatan laju kapal
Memuat…
Loading…
Mulai…
10%...
20%...
30%...
40%...
50%...
60%...
70%...
80%...
90%...
100%...
__ADS_1
Selesai.
Poin Anda di potong 20 poin
Sisa poin Anda 250 poin.
Tiba-tiba saja kapal berbelok dan melaju sangat kencang menuju dermaga.
“Astaga lajunya, apa bos lagi marah?” tanya Iyan.
Tak terasa akhirnya mereka pun sampai di pelabuhan meskipun ngebut, untung saja di lautan tidak ada lampu merahnya, jika tidak kapal Chasyn bakal di tilang.
Karena lajunya stabil, Chasyn meninggalkan ruang kontrol itu dan kembali bergabung dengan Mama dan Papa Chalsea.
“Om Tante, tidak apa-apakan jika Chelsea tidur sebentar, lagian jam sekolah masih 3 jam lagi,” ucap Chasyn.
“Tidak apa-apa kok, kami juga masih ingin melihat pemandangan kok,” ucap Mama Chalsea.
“Terima kasih Tante, Om,” ucap Chasyn.
Tak lama kemudian kapal pun sampai di pelabuhan. Mereka sudah selesai sarapan pagi, namun Chalsea belum bangun.
"Bagaimana ini? Ini sudah pagi, Chelsea belum juga bangun," ucap Papa Chelsea.
"Aku sudah bangun Pa," ucap Chelsea Tiba-tiba nongol.
"Baguslah, ayo pulang," ucap papa Chelsea.
"Ayo, mari aku antar," ucap Chasyn.
"Oh iya, berhubungan kalian berdua kerja denganku, kalian tinggal di rumahku saja. Bawa mereka pulang," ucap Chasyn kepada Iyan.
"Terima kasih Tuan," ucap kedua koki itu.
Mereka pun turun dari kapal pesiar dan masuk ke dalam mobil.
Chelsea duduk di depan samping Chasyn, sesekali ia menguap karena mengantuk.
__ADS_1
"Chelsea, kamu mengantuk ya?" tanya Papa Chelsea.
"Biasalah Pa, namanya juga baru bangun tidur," ucap Chelsea beralasan, padahal dia beneran ngantuk.
Chasyn juga mengantuk, Ia menegakkan tubuhnya dan memegang stir, namun sebenarnya ia tidur, mobil itu mengemudi secara otomatis.
Tak lama kemudian, rumah Chelsea sudah tidak jauh lagi.
Ding Ding!
Ding Ding!
[Rumah Chelsea sudah dekat]
Chasyn terbangun karena pemberian Tahuan dari Systemnya. Ia langsung menginjak pedal rem dan mobil itu berhenti mendadak.
"Hey! Apa yang kamu lakukan;" teriak Papa Chelsea.
"Tapi sudah sampai Om," ucap Chasyn.
"Sampai mana? Sampai di jalanan!" ucap Papa Chelsea kesal.
"Eh, belum sampai ya, tapi dekat lagi kok," ucap Chasyn kembali menginjak pedal gas mobilnya dan memutar mobilnya masuk ke halaman rumah Chelsea.
Mereka semua pun keluar dari mobil Chasyn. "Terima kasih ya, semoga ada hari lain kali seperti ini," ucap Mama Chelsea.
"Iya Tante, pasti," jawab Chasyn mengangguk mantap.
"Ya udah aku pulang dulu, sampai ketemu besok," ucap Chelsea.
"Iya," jawab Chasyn tersenyum.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1