SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 126


__ADS_3

Mereka saling berpandangan. "Berikan," ucap pria gendut itu.


Pria yang berbadan kurus itu mengeluarkan ponselnya dan mencari angka persentase perusahaan mereka di pasaran lalu menyerahkan ponsel itu kepada Chasyn.


Chasyn melihatnya dan perusahaan mereka ada di angka 56%, angka ini sudah termasuk aman dan bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar.


"Baiklah, aku setuju," angguk Chasyn.


"Wah terima kasih banyak, kita akan menjadi rekan kerja yang menjunjung tinggi nilai-nilai kerja sama," ucap orang itu.


"Perusahaan ini tentu saja ada aturannya, Asal kalian bisa mengikuti maka kerja sama ini akan lancar," ucap Chasyn.


"Oh begitulah? Boleh kami tau apa saja aturannya?" tanya mereka.


"Peraturannya tidak beda jauh dengan peraturan-peraturan di perusahaan lain tapi peraturannya tentu saja ada penambahan lainnya, aku melakukan itu agar tidak terjadi sesuatu merugikan perusahaan ini, nanti peraturan itu ada di dalam surat kontrak kerja sama yang akan di buat sekretaris saya dan akan di kirim ke perusahaan Anda," ucap Chasyn.


"Baiklah jika begitu, terima kasih sudah menerima perusahaan kami sebagain partner kerja sama," ucap pria gendut itu menyalami Chasyn.


"Ya sama-sama," angguk Chasyn. Mereka pun pergi dari perusahaan Chasyn.


"Tuan, apa Tuan yakin ingin bekerja sama dengan mereka?" tanya Karisa.


"Kita lihat saja apa yang dia mau," jawab Chasyn.


"Lalu peraturan apa yang ingin buatkan?" tanya Karisa.


"Peraturan? Buat saja peraturan yang tak masuk akal, biar mereka binggung mau masuk atau tidaknya," ucap Chasyn.


"Baik Tuan," angguk Karisa.


Triring


Triring


Triring

__ADS_1


"Halo," jawab Chasyn.


"Tuan, apa ini dari Tuan Chasyn?" terdengar suara pria di seberang sana.


"Ya saya sendiri," jawab Chasyn.


"Maaf Tuan jika saya menganggu Anda, berhubungan pemimpin perusahaan CV ini sudah tidak menjabat lagi, maka Anda adalah pemimpin baru, jadi apa yang harus saya lakukan?" tanya pria itu.


"Hm… aku akan ke sana sekarang," ucap Chasyn.


"Oh baiklah jika begitu, apa perlu saya jemput?" tanya pria itu.


"Tidak perlu," jawab Chasyn.


"Baiklah Tuan," jawab pria itu. Panggilan di putuskan dan Chasyn menyimpan ponselnya kembali.


"Iyan Ayo kita pergi," ajak Chasyn.


"Kemana bos?" tanya Iyan.


"Aku tidak tahu jalannya bos," ucap Iyan.


"Aku tunjukkan," jawab Chasyn.


"Oke!" jawab Iyan yang terlebih dahulu menuju mobil.


"Ya udah, aku pergi dulu, kamu nggak perlu khawatir tentang peraturan itu, terserah kamu mau buat apa," ucap Chasyn.


"Baik Tuan," angguk Karisa.


Chasyn pun pergi menuju mobilnya lalu masuk ke dalam. "Ini jalannya ke kiri apa ke kanan bos?" tanya Iyan.


"Bentar," ucap Chasyn.


[Klik di sini untuk membuka]

__ADS_1


Klik.


Chasyn melihat di layar monitornya titik lokasi perusahaannya.


"Kanan, tidak jauh dari sini," ucap Chasyn.


"Lurus saja atau ada belokkannya?" tanya Iyan.


"Lurus saja ikut jalan besar," jawab Chasyn.


"Oke!" jawab Iyan menginjak pedal gas mobilnya dan melaju.


Triring


Triring


Triring


"Halo," jawab Chasyn.


"Maaf Tuan, apa Tuan sudah di perjalanan?" tanya suara pria yang di telpon tadi.


"Ya ada apa?" tanya Chasyn.


"Hm… ada sedikit masalah Tuan, seluruh pemegang saham protes masalah kerja sama, sedangkan pemimpin yang mana sudah pergi keluar negeri dan tidak ada urusan lagi dengan perusahaan ini, jadi hanya Tuan yang bisa menyelesaikan masalah ini," jawab pria itu.


"Baiklah jika begitu, suruh mereka tenang, aku akan menyelesaikan masalahnya nanti," jawab Chasyn.


"Baik Tuan," angguk pria itu.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2