SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 220


__ADS_3

"Aku baik-baik saja," ucap Chasyn.


"Syukurlah jika begitu, Ayah senang bertemu denganmu jika begitu Ayah permisi dulu," ucap pria itu perlahan-lahan menghilang.


"Ayah!" teriak Chasyn dan tiba-tiba ia terbangun.


Chasyn melirik jam di dinding menunjukkan pukul 02.00 malam.


"Haishh ... ternyata hanya mimpi, setidaknya aku senang bisa bertemu dengan ayah dan melihat keadaan Ayah baik-baik saja," ucap Chasyn tersenyum.


"Kenapa aku tiba-tiba rindu ayah," ucap Chasyn ia berdiri dan menghampiri foto di masa kecilnya ia mengambil foto itu melihatnya tersenyum lalu membawanya tidur.


"Ayah aku adalah anak kecil yang rindu kasih sayang ayah, meskipun begitu aku sekarang menjadi dewasa. Terima kasih Ayah sudah menemaniku meskipun aku tidak akan pernah bisa membuatmu bahagia," ucap Chasyn meletakkan foto itu di dadanya ia meminjamkan mata dan kembali tidur.


Tok! Tok! Tok!


"Bos bangun udah pagi sekolah nggak?" panggil Iyan dari luar pintu.


Chasyn pun terbangun ia melihat jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi.

__ADS_1


"Perasaan cepat kali paginya," ucap Chasyn menggosok matanya.


"Iya aku sudah bangun," jawab Chasyn, ia segera mengambil handuknya dan masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah mandi, Chasyn berganti seragamnya hari ini akan ada upacara bendera.


Setelah selesai Ia pun menuju meja makan dan melihat Iyan yang sudah duduk menyantap makanannya.


"Kamu nggak pulang ke rumah ibumu?" tanya Chasyn.


"Ya, aku pulang setelah sekolah nanti," jawab Iyan mengangguk.


Koki itu menyediakan piring dan menyediakan makanan untuk Chasyn melahap makanannya. Setelah selesai sarapan mereka pun bergegas masuk ke dalam mobil


"Ini Bos." Iyan memberikan laptop kepada Chasyn.


Mobil pun perlahan-lahan meninggalkan rumah Chasyn.


Chasyn mengecek laptopnya, dia melihat kinerja perusahaannya.

__ADS_1


"Heh ternyata ada yang berani mencuri ya," ucap Chasyn menyengir.


"Memangnya apa yang mereka curi Bos?" tanya Iyan saat mendengar gumam Chasyn.


"Mereka ingin mencuri data perusahaan, aku sudah memperingatinya apa mereka anggap peringatanku adalah hanya main-main," ucap Chasyn.


"Jika ada belum kena mana mungkin mereka percaya," sahut Iyan.


"Anggap saja dia bernasib sial hari ini, aku akan membereskan dia setelah sepulang nanti," jawab Chasyn yang masih memperhatikan laptopnya.


"Kenapa tidak sekarang saja bos?" tanya Iyan.


"Kita belum punya bukti, dia baru ingin mencurinya tapi belum mencurinya, Tunggu dia sudah mengambil data perusahaan itu dan baru kita akan bertindak," jawab Chasyn.


"Tapi Bos bagaimana nanti jika data itu sudah ia sebarkan atau sudah ia kirimkan pada perusahaan lain bahkan ke perusahaan luar negeri," ucap Iyan khawatir.


"Dia tidak akan bisa melakukan itu karena secara otomatis data itu akan menghilang dengan sendirinya, dia tidak akan bisa membawa jauh data itu apabila data itu ia kirimkan langsung data itu tidak akan sampai karena pengamanan perusahaanku sudah canggih," ucap Chasyn.


"Wah perusahaan bos benar-benar keren," pujian Iyan mengacungkan jempolnya.

__ADS_1


"Tentu saja aku kan membangun perusahaan tidak seperti mereka, perusahaan ku harus punya pengamanan yang kuat agar perusahaan itu tidak mudah dicolong atau di hack orang luar," jawab Chasyn bangga.


"Bukannya kata bos siapa yang mencuri data perusahaan itu maka ia langsung terdeteksi dan wajahnya akan terekam langsung dan menyebar di media sosial," ucap Iyan.


__ADS_2