
Selesai makan Chasyn pun membayar bill-nya.
"Mbak!" panggil Chasyn kepada pegawai restoran itu dan pegawai itu pun mendekati Chasyn.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya pegawai itu.
"Saya mau bayar, berapa semuanya?" tanya Chasyn.
"Sebentar ya, saya hitung dulu," ucap pegawai itu menghitungnya.
"Semuanya menjadi 600.000," ucap pegawai itu.
Chasyn mengeluarkan dompetnya lalu mengeluarkan kartu atm-nya dan menggesek di mesin pembayaran.
Ding Ding
Hadiah Anda di potong 600.000
Sisa hadiah Anda 12.663.000.000.
"Terima kasi, silakan berlangganan lagi," ucap pegawai itu mengatup kedua tangannya.
"Iya," angguk Chelsea.
Setelah selesai membayar Chasyn dan Chelsea pun beranjak dari tempat duduknya.
Pria itu tampak gugup saat Chasyn dan Chelsea mendekatinya.
"Ini pacar baru kamu ya?" tanya Chelsea kepada pria itu.
__ADS_1
"I-Iya," jawab pria itu mengangguk tapi tidak melihat ke arah Chelsea.
"Wah selamat ya aku juga ikut senang," ucap Chelsea tersenyum.
"Ya terima kasih, itu pacar kamu juga?" tanya pria itu kepada Chelsea namun ia menundukkan kepalanya kebawah.
"Iya dia pacar aku," jawab Chasyn merangkul pundak Chelsea.
"Baguslah selamat juga untuk kamu," ucap pria itu yang masih menundukkan kepalanya.
"Ya udah kalau begitu kami permisi dulu," ucap Chelsea.
"Iya," angguk pria itu. Setelah Chelsea pergi, Pria itu menatap punggung Chelsea dengan saksama, menatapnya sayup. Mereka pun kembali menuju mobilnya.
"Jujur saja jika kamu suka dengan dia kan?" tanya wanita itu dengan wajah yang tidak senang.
"Besok kamu ada waktu?" tanya Chasyn.
"Entahlah, Memangnya kenapa?" tanya Chelsea.
"Jika kamu punya waktu aku mau bawa kamu keluar lagi," jawab Chasyn.
"Besok aku kabarin jika aku nggak ada kegiatan," ucap Chelsea.
Mobil pun terus meluncur di jalanan, tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah Chelsea.
"Ya udah aku pulang dulu," ucap Chelsea keluar dari mobil.
"Iya, tidur yang nyenyak ya," pesan Chasyn tersenyum.
__ADS_1
"Iya kamu juga, selamat malam," ucap Chelsea melambaikan tangannya ia pun masuk ke dalam rumahnya.
Melihat Chelsea masuk ke dalam rumah, Chasyn pun kembali mengerakkan mobilnya dan melaju kembali ke rumahnya.
Chasyn memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam rumah, terlihat Iyan sedang bermain ponsel
"Eh bos sudah pulang," ucap Iyan menyengir.
"Besok kamu rias Villa ku itu," ucap Chasyn.
"Wah sepertinya akan ada acara pernyataannya nih," ucap Iyan menyengir.
"Semoga saja begitu," Chasyn berharap.
"Ya udah aku mau mandi dulu," ucap Chasyn menuju kamarnya.
"Oke, hm … aku juga belum mandi," ucap Iyan juga masuk ke dalam kamarnya untuk mandi.
Chasyn mengambil handuk lalu mandi, setelah mandi Ia pun berganti pakaian.
Setelah selesai Chasyn kembali keluar dan duduk di sofa.
"Tuan apa Anda ingin makan?" tanya kedua koki itu menghampiri Chasyn.
"Tidak, aku sudah makan di luar tadi," jawab Chasyn.
"Tapi makanannya itu banyak sekali Tuan," ucap koki itu bingung karena tidak mungkin di buang, lagian makanan itu baru selesai di masak.
"Ya sudah bungkuskan makanannya saja, aku akan mengantar untuk para pengemis di jalanan," ucap Chasyn.
__ADS_1