
"Kau ada bos mereka rupanya, katakan apa tujuanmu ingin mengincar ku?" tanya Chasyn.
"Kau… kau… bagaimana mungkin." terdengar suara pria yang gugup.
"Kau mengirim para bawahan yang bodoh, tentu saja aku tau, ayo kita bertemu atau aku akan langsung ke rumah mu, kita selesaikan permasalahannya," ucap Chasyn.
"He-he-he, kau sungguh berani datang ke tempatku, kau sangat percaya diri, jika begitu kau datanglah sendiri, jika kau berani memberi tahu yang lain apa lagi menghubungi polisi, aku akan menyakiti orang terdekat mu," ucap pria itu tertawa.
"Kau mengancam ku? Kau tak layak berkata begitu padaku, tunggu dan lihat saja," ucap Chasyn memutuskan panggilannya lalu menginjak pria itu dengan kuat hingga patah tulang rusuknya.
Chasyn melemparkan alat komunikasi itu ke arah pria yang kesakitan itu lalu meninggal tempat tersebut.
Chasyn kembali ke villanya dan melihat mereka yang sudah bersiap-siap.
"Ya udah, ayo kita pulang, aku hari ini ada urusan, dan untuk kerja sama dengan dengan Papa Chelsea, aku minta Sekretaris Karisa yang mengurusnya," ucap Chasyn.
"Baik Tuan," angguk sekretaris Karisa.
"Ayo Chelsea, aku antar pulang," ajak Chasyn.
"Iya," angguk Chelsea dan mereka masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Vila.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Chelsea Papa Chelsea sedang duduk di teras sambil menikmati secangkir kopi.
Ia menekuk alisnya saat sebuah mobil mewah masuk ke pekarangan rumahnya.
"Itu Papa, kamu nggak mampir dulu," ucap Chelsea.
"Besok saja, aku sedang buru-buru," ucap Chasyn menongolkan kepalanya dari jendela mobilnya.
"Om terima kasih ya anaknya, aku kembali kan ya," ucap Chasyn mengangkat tangannya.
"Dasar bocah nakal! Bagaimana kerja sama kita?" tanya Papa Chelsea.
Chelsea tersenyum sambil melambaikan tangannya.
"Ke mana bocah itu pergi? Dia tidak pulang ke rumahnya," ucap Papa Chelsea heran karena seharusnya Chasyn langsung kerumahnya dan ini berbalik arah.
[Klik di sini untuk membuka]
Klik
Chasyn mencari lokasi tempat pria yang mengincarnya berada.
__ADS_1
"Oh di sana rupanya," ucap Chasyn mengangguk. Ia pun menambah kecepatan mobilnya melaju.
Tempat tujuannya adalah di sebuah tempat yang memang tidak jauh dari kota namun rumahnya masuk ke dalam sedikit.
Sesampainya di sana, Chasyn langsung masuk ke pekarangan rumah yang besar itu, para penjaga keluar dari rumah dengan membawa senjata api.
"Tuan, ada yang datang," ucap salah satu pengawalnya.
"Mungkin kah dia? Tapi bagaimana dia tahu alamatku? Apa jangan-jangan kedua anak buah yang tolol itu memberi tahunya?" tanya pria itu heran, ia pun keluar dari rumahnya dan melihat Chasyn yang berdiri di samping mobilnya.
"Ternyata kamu beneran datang ya, kamu sangat berani," puji pria itu menyengir.
"Kenapa aku tidak berani datang, ada seseorang yang ingin bertemu aku sangat penasaran kenapa kau sampai harus mengirim orang untuk menangkap ku, kenapa kau tidak sendiri saja yang datang ke tempat Ku dan harus aku yang repot-repot ke sini," ucap Chasyn.
"Aku tidak mau lelah, datang ke rumah mu, segala sesuatu harus instan," ucap pria itu menuruni anak tangga rumahnya.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan
Terima kasih
__ADS_1