
Pria itu menggulung badannya karena harus menahan sakit dan ia memegang kakinya yang patahkan oleh Chasyn tadi.
"Kenapa kamu lari?" tanya Chasyn duduk di samping pria itu karena lelah berlari.
Pria itu tidak menjawabnya, ia hanya meringis kesakitan.
Chasyn mengangkat baju pria itu lalu menggeretnya.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
"Halo bos, bos di mana?" tanya Iyan.
"Aku sekarang ada di gang, dari jalan besar tadi mundur dan di sana ada gang, masuk saja gangnya, tapi kalau mobil hanya setengah jalan bisanya, kalo maju itu cuma muat pemotor saja," jawab Chasyn.
"Oke bos, aku ke sana sekarang," ucap Iyan bergegas masuk ke dalam mobil dan mengikuti arahan dari Chasyn.
Sesampainya di sana, Iyan melihat Chasyn membawa seorang pria yang memegang kakinya.
"Eh siapa dia bos?" tanya Iyan penasaran.
"Ini adalah pelaku pembunuh yang sebenarnya," ucap Chasyn menggeret tubuh pria itu masuk ke dalam mobil.
Triring
Triring
Triring
"Halo," jawab Chasyn.
__ADS_1
"Kamu belum sampai juga?" tanya Grizzly.
"Sudah, aku juga sudah menangkap seseorang yang di duga adalah pelaku sebenarnya," ucap Chasyn.
"Oh benarkah? Di mana kamu sekarang?" tanya Grizzly senang.
"Apa kamu sudah sampai di tempat semula?" Chasyn balik bertanya.
"Iya, aku baru saja sampai," jawab Grizzly.
"Baiklah, aku ke sana sekarang," ucap Chasyn yang langsung memutuskan panggilannya.
"Ayo ke tempat tadi," ucap Chasyn.
"Baik Bos," jawab Iyan memutar mobilnya dan kemudian melajukan mobilnya.
Sesampainya di tempat tadi, Terlihat Grizzly memakai seragam polisi lengkap dengan rambut pendek yang lurus itu sedang menunggunya. Grizzly langsung menghampiri mobil Chasyn.
"Ini dia," ucap Chasyn menunjuk pria di sampingnya.
"Oh bagus jika begitu," ucap Grizzly membuka pintu mobil.
"Oh jadi kamu ya pelaku pembunuhan yang sebenarnya," ucap Grizzly.
"Kakinya patah," ucap Chasyn tiba-tiba.
"Ha? Kakinya patah? Kamu patahkan?" tanya Grizzly.
"Iya, dia melarikan diri, jika aku tidak mengejarnya dengan sekuat tenaga itu tidak akan bisa menyainginya dan dia juga mencoba untuk melawan, makanya aku patahkan kakinya," ucap Chasyn.
"Ya sudahlah tidak apa-apa, asalkan dia sudah tertangkap dan mempertanggung jawabkan kesalahannya, masalah kakinya nanti akan di obati," ucap Grizzly.
"Jadi apa langsung di bawa ke kantor polisi?" tanya Chasyn.
__ADS_1
"Iya," angguk Grizzly.
Chasyn keluar dari mobil lalu mengangkat pria itu ke dalam mobil Grizzly.
"Kau ada tali?" tanya Chasyn.
"Untuk apa?" tanya Grizzly.
"Tentu saja untuk mengikatnya, nanti di tengah jalan tiba-tiba dia menyerang mu bagaimana," ucap Chasyn.
"Kamu kenapa meletakkan dia di dalam mobilku?" tanya Grizzly.
"Kau saja bawa ke kantor polisi, aku lelah dan ingin pulang," ucap Chasyn.
"Tapi kan kamu yang menangkapnya, jadi agar kamu mendapat penghargaan lagi dari komandan," ucap Grizzly.
"Berikan saja aku E-sertifikat saja sudah cukup, mana tali," ucap Chasyn.
"Sebentar, aku Carikan dulu," ucap Grizzly berlari ke warung depan untuk membeli tali.
"Kamu katakan kenapa membunuhnya?" tanya Chasyn.
"Aku tidak membunuhnya," bantah pria itu meski dalam keadaan menahan sakit.
"Jangan bohong kamu, setelah pria yang beranisial S itu ingin membunuhnya tapi wanita itu belum mati, pasti kau yang datang terakhir yang melenyapkan nyawanya, jika tidak wanita itu masih bisa di selamatkan," ucap Chasyn.
"Tidak! Aku tidak membunuhnya, Soni itu yang membunuhnya," ucap pria itu bersikukuh.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1