
Chasyn menuju kebelakang rumah reot itu lalu menyenteri tanaman yang ada di belakang rumah tersebut.
"Tapi… aku tidak tau bentuk bunga melati, aku kan pria mana pernah menanam bunga apa lagi mengenal nama bunga, yang aku tahu menanam padi dan bentuk padi saja," ucap Chasyn.
[Klik di sini untuk membuka]
Klik
Keluar layar monitornya, Chasyn mengetik bentuk bunga melati, gambar bunga melati itu pun keluar dari layar monitor dan juga penjelasan Bunga, warna, daun dan manfaatnya.
"Oh ini rupa bunga melati ya," ucap Chasyn mengangguk-angguk. Chasyn mencari bunga melati itu dan akhirnya ia mendapatinya.
Chasyn mencabut pohon bunga melati itu lalu menggalinya lagi. Setelah tulang belulang itu ia dapati Chasyn kembali menanam bunga tersebut.
"Semoga kamu hidup ya," ucap Chasyn menumpuk tanah di akar bunga itu. Ia pun kembali ke mobilnya dan melajukan mobilnya ke tempat selanjutnya.
"Pacarmu itu punya penyakit mental kali ya, naroknya jauh amat sih," keluh Chasyn.
"Dia bukan lagi pacarku, sebenarnya aku sudah putus dengannya, namun ia tidak mau putus denganku dan terus datang ke rumahku, dia seperti itu karena menggunakan obat-obatan terlarang, mentalnya terganggu gara-gara dia kecanduan," jawab wanita itu.
Jam sudah menunjukkan pukul 22:40 menit, Chasyn pun sampai di tempat terakhir.
__ADS_1
"Sekarang di mana tempatnya?" tanya Chasyn.
"Di lapangan basket, samping ring," jawab wanita itu.
Chasyn menuju ke ring basket yang berdiri, lalu menggalinya.
"Di mana sih? Kok tidak ada?" tanya Chasyn yang terus menggali.
"Aku rasa dia menanamnya cukup dalam karena ia akan jika di tanam dangkal baunya akan tercium," ucap wanita itu.
Chasyn terus menggalinya, setelah setengah meter akhirnya di temukan tulang belulangnya.
"Semuanya sudah di temukan, lalu apa lagi?" tanya Chasyn.
"Kenapa harus di sana?" tanya Chasyn penasaran.
"Karena di sana adalah makam ibuku, aku ingin di kuburkan tempat yang sama dengan ibuku, karena hanya dia yang peduli denganku," jawab wanita itu.
"Begitu ya, ya sudah aku akan ke sana sekarang," ucap Chasyn kembali masuk ke dalam mobilnya dan kembali melajukan mobilnya di jalanan.
Perjalanan 20 menit, ia pun sampai di Tempat pemakaman umum, Chasyn keluar dari mobilnya dan berlari menuju bagasi mobilnya untuk mengambil tulang belulang wanita itu.
__ADS_1
Chasyn masuk ke dalam tempat pemakaman umum itu dengan membawa sebuah plastik.
"Di mana makam ibumu?" tanya Chasyn.
Bayangan itu terbang mengarah ke arah sebuah makam dan berdiri di sana. Chasyn pun menuju arah makam itu.
"Maaf ya jika aku mengubur mu dengan cara seperti ini," ucap Chasyn.
"Tidak apa-apa, di makam di samping ibuku aku sudah sangat senang," jawab wanita itu.
"Baiklah, aku akan mengubur mu di sini," ucap Chasyn mengambil kayu lalu menggali tanah itu, Chasyn hanya sanggup menggali setengah meter, karena dia hanya menggunakan kayu.
Saat menguburkan tulang-tulang itu, seorang penjaga makam datang.
"Hey! Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya penjaga makam itu mendekati Chasyn.
Chasyn melihat ke arah penjaga makam itu. "Sedang mengubur tulang-tulang ini atas permintaan seseorang," jawab Chasyn santai.
"Jangan-jangan kamu membunuh seseorang dan menguburnya di sini?" tebak penjaga makam dengan membelalakkan matanya.
Bersambung
__ADS_1
jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih