SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 274


__ADS_3

"Jadi mau kau apa kan?" tanya Tuan George.


"Mau ku jual saja," jawab Chasyn santai.


"Ya sudah, jual dengan ku saja," ucap Tuan George.


"Hm? Tuan ingin membelinya? Apa yakin?" tanya Chasyn tak percaya.


"Ya, kan hanya rusak jendelanya saja tidak mesinnya, itu masih bisa di perbaiki," jawab Tuan George.


"Baiklah, seperti yang Anda katakan, hanya rusak jendela saja dan bisa di perbaiki, jadi aku menjualnya 7 Milyar," ucap Chasyn.


"Ayolah, itu pintunya sudah rusak, 6 Milyar" ucap Tuan George.


"He-he-he, setuju," jawab Chasyn menyengir. Mereka pun berjabat tangan


"Baiklah akan ku transfer uangnya ke rekeningmu," ucap Tuan Goerge.


"Tapi … tunggu dulu, kembalikan uangku yang 3 miliar tadi," ucap Chasyn mengingatkan.


"Ah kau ini sangat perhitungan sekali, katanya orang kaya," ucap Tuan Goerge.


"Pesawatku itu lebih canggih peralatannya lengkap dan bahkan bisa kemudi otomatis, aku memberikan Anda karena aku sangat tanggung jawab jika tidak mana mungkin ku berikan," ucap Chasyn.

__ADS_1


"Perhitungan sekali kau," ucap Tuan Goerge manyun.


"Ayolah tuan Goerge, mencari uang tidak mudah, bagaimana uang 3 miliar itu aku investasi kepada Tuan George saja, apa Anda setuju?" tawar Chasyn.


"Oke dengan senang hati aku menerimanya," jawab Tuan Goerge tersenyum.


"Berikan nomor rekeningmu," ucap Tuan George.


Chasyn pun memberi nomor rekeningnya dan Tuan Goerge mentransfer uangnya.


Ding Ding


Penerima berhasil ✔️


Hadiah anda menjadi 27.040.000.000


"Baiklah sudah terkirim, terima kasih Tuan George," ucap Chasyn tersenyum senang.


"Sama-sama, senang bisa bekerja sama denganmu," ucap Tuan Goerge mengangguk.


Pelayan pun datang membawa kopi pesanan mereka. "Silakan para Tuan," ucap pegawai itu.


"Terima kasih," ucap Tuan Goerge.

__ADS_1


"Nanti aku akan pulang bersama pilot Anda, pilot Anda yang akan menerbangkan pesawat untuk membawa pulang," ucap Chasyn.


"Baiklah, emangnya ada di mana pesawatnya?" tanya Tuan George penasaran.


"Ada di belakang rumahku," jawab Chasyn m


"Belakang rumah? Kau jangan bercanda," ucap Tuan George tidak percaya.


"Aku serius, satu ada di belakang rumahku satu lagi ada di pelabuhan dekat Villa ku dan dekat kapal pesiar, karena pesawat yang di belakang rumah jarang dipakai aku rasa itu lebih baik untuk Anda," ucap Chasyn.


"Wah, wah, wah, Kau sangat dermawan ya, kapan-kapan aku akan main ke Villa mu dan ingin merasakan naik kapal pesiar milikmu juga," ucap Tuan Goerge tersenyum.


"Oke, Aku sangat senang jika Tuan George ingin mampir ke tempatku," jawab Chasyn.


Mereka berdua pun bersulang dan menseruput kopinya.


"Sangat senang berkenalan denganmu, ngomong-ngomong kamu sekolah di mana?" tanya Tuan George.


"Aku sekolah di SMA 4 batu putih kelas Xl," jawab Chasyn meletakkan cangkir kopi di piring kecil.


"Tidak menyangka, kamu semuda ini sudah menjadi CEO, lalu untuk apa kau sekolah atau jika sudah kaya raya?" tanya Tuan George penasaran.


"Meskipun aku kaya, tetap saja jika ingin mendapatkan ijazah harus sekolah dan menurutku sekolah itu menyenangkan, bisa berinteraksi dengan teman, guru dan punya banyak kawan, lalu Tuan George Bagaimana dengan Anda?" tanya Chasyn penasaran dengan kehidupan Tuan George.

__ADS_1


"Aku umurku sudah 45 tahun, aku punya anak laki-laki berusia 18 tahun yang sudah akan tamat sekolah, aku ingin menyekolahkannya di Amerika, dia bercita-cita menjadi seorang pilot karena aku punya pesawat jadi aku mengizinkannya, aku juga punya seorang anak perempuan sekarang dia sudah menjadi mahasiswa semester pertama dia bilang ingin menjadi dokter jadi aku akan mempertemukan kamu dengan menanti," ucap Tuan George.


__ADS_2