
Sekretaris Karissa pun pergi ke ruangannya dan mengerjakan pekerjaannya.
Chasyn pun menuju ruangannya.
Triring
Triring
Triring
Ponsel milik Chasyn berbunyi.
"Halo," jawab Chasyn.
"Chasyn, mobil yang tadi meledak para tim investigasi sudah memeriksanya dan mereka menemukan sidik jari di bagian depan mobil, saat ini kami sedang mencocokkan sidik jarinya dan berharap secepatnya menemukan pelakunya," ucap Grizzly.
"Begini saja, kirimkan foto sidik jari itu ke emailku, aku akan memeriksanya, nanti aku kirimkan kembali," ucap Chasyn.
"Oke, aku beri tahu komandan dulu," ucap Grizzly yang langsung memutuskan panggilannya.
"Heh! Kali ini dia buru-buru matikan panggilannya, apa dia takut aku mematikan terlebih dahulu," ucap Chasyn menyengir.
Beberapa menit kemudian, sebuah email masuk. Chasyn membuka emai tersebut lalu mengirimnya ke systemnya.
Mendeteksi…
Loading…
Mencari…
Selesai.
__ADS_1
Nama: Jio
Umur: 30 tahun
Pekerjaan: pembunuh bayaran
"Wah wah, pantesan dia ahli dalam hal ini, ternyata pembunuh bayaran rupanya, tapi siapa yang mengirimnya? Apa benar itu di lakukan karena memang ingin membunuh ku?" tanya Chasyn berpikir.
Chasyn pun mengirim kembali foto beserta bio data pria itu kembali pada Grizzly.
Tririt
Tririt
Tririt
Sebuah email masuk. Grizzly segera membukanya.
"Komandan, sudah dapat balasan dari Chasyn tentang data pria itu," ucap Grizzly melapor.
Grizzly memutar bola matanya, apa polisi di sini nggak bisa di andalkan? Padahal sudah banyak penjahat di tangkapnya.
"Pembunuh bayaran ya? Ya sudah, kalian siap-siap penyelidikannya," perintah komandan.
"Siap komandan," jawab polisi yang lain serentak. beberapa polisi berangkat ada yang menggunakan mobil dan sebagian ada yang menggunakan motor, karena ini adalah pembunuh bayaran, pasti akan sangat sulit karena mereka terlatih dalam membunuh orang. Polisi harus hati-hati menangkapnya, bisa jadi mereka akan menjadi korban.
[Klik di sini untuk membuka]
Klik
Ding Ding
__ADS_1
Visi baru
Pembunuh bayaran ingin membunuh orang awam.
Misi
Tangkap pembunuh bayaran tersebut.
Status Visi dan misi:
Sedang berlangsung.
"Ya ampun, padahal aku ingin mau beli bunga sama kek untuk nanti malam, malah ada masalah, jika tidak di selamatkan itu orang pasti akan berakhir tragis," ucap Chasyn keluar dari ruangannya lalu menuju ruangan Sekretaris Karisa.
"Sekretaris Karisa, aku pinjam mobilmu, nanti kalau Iyan sudah pulang, suruh dia segera beli bunga sama kek ya," ucap Chasyn.
"Oh, baik Tuan. Ini kunci mobilnya Tuan," ucap Sekretaris Karisa memberi kunci mobilnya kepada Chasyn.
"Terima kasih, maaf ya aku pinjam dulu mobil kamu," ucap Chasyn.
"Tidak apa-apa Tuan, lagian rumah ku dekat kok," ucap Sekretaris Karisa.
"Aku pergi dulu, ada urusan," ucap Chasyn pergi keluar dari perusahaannya dan menekan tombol alarm mobilnya dan terdengar suara klakson mobil dan ia masuk ke dalam mobil tersebut.
[Klik di sini untuk membuka]
Klik
Chasyn mencari alamat pria itu di systemnya, terlihat titik merah di sebuah gang. Chasyn pun langsung melajukan mobilnya menuju arah titik merah itu.
Sekelompok polisi juga pergi mencari, tapi mereka tidak tahu pasti lokasi pria itu, tapi para polisi mencari di setiap sudut agar bisa menemukannya.
__ADS_1
Chasyn terus melajukan mobilnya di jalanan, ia menyalib beberapa mobil di depannya dengan kecepatan tinggi.
Di depan malah ada kemacetan.