SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 104


__ADS_3

"Oke," jawab Chasyn mengangguk. Sedangkan Iyan sedang harus menjawab pertanyaan dari reporter.


"Bukankah kamu temanya? Kenapa dia belum datang juga?" tanya mereka.


"Dia tidak datang hari ini, jadi tak perlu menunggunya," jawab Iyan.


"Baiklah, kamu akan datang besok lagi," ucap reporter itu.


"Dari pada kalian datang ke sekolah lebih baik kalian membuat janji untuk terlebih dahulu dengannya agar bisa langsung mewawancarainya," ucap Iyan.


"Bagaimana kami bisa menghubunginya?" tanya mereka.


"Tentu saja melalui aku, nanti jika kapan dia tidak sibuk maka aku akan memberi tahu kepada kalian," jawab Iyan.


"Kenapa harus denganmu? kenapa tidak dengan asistenya?" tanya mereka.


"Sebenarnya akulah asisten pria nadinya, tapi Jika kalian tidak mau ya sudah, aku juga tidak ingin repot-repot seperti ini, toh dia juga tidak ingin di repotkan oleh pemberitaan ini," ucap Iyan pergi menerobos para murid yang sedang berkumpul itu.


"Baiklah, jika begitu kami akan meninggalkan nomor ponsel dan jika dia punya waktu segera hubungi kami," ucap reporter itu.

__ADS_1


"Segera? ini minta tolong atau paksaan? jika begitu cara kalian meminta bantuan ku, maks aku tidak ingin mengatakan apa pun padanya," jawab Iyan.


"Baiklah, baiklah, kami minta tolong padamu, tolong beri tahu padanya jika kami sangat ingin mewawancarainya dan ini kartu nama kami, jika dia punya waktu untuk di wawancarai tolong hubungi kami," ucap reporter itu.


"Hm… baiklah, aku tidak bisa menjamin jika dia terima atau tidak, aku hanya bisa menyampaikan saja padanya, masalah di terima atau tidak itu terserah padanya," ucap Iyan.


"Huh! hanya seorang teman saja berlagak menjadi asistennya," bisik dari salah satu reporter. Iyan mendengar itu melihat ke arah pemilik suara itu dan melihat nama tv di bajunya.


"Dari tv SCB, jika begitu perusahaan kamu jangan harap untuk mewawancarainya, kamu di black list dari mewawancarai Tuan Chasyn," ucap Iyan.


"Apa salahku?" tanya reporter dari tv SCB.


"Karena kamu sudah menghinaku tadi, sudah sampai di sini, aku harus memberi tahu kepadanya nanti," ucap Iyan pergi meninggalkan keramaian.


"Sudah tidak apa-apa, diakan sekolahnya di sini, kita bisa melihatnya setiap hari kok," ucap salah satu guru menenangkan.


Para murid dan guru bubar dan juga para reporter pulang ke kantornya, karena sejak pagi menunggu Chasyn, akhirnya mereka tidak jadi upacara.


"Di mana Chasyn ya? Apa dia di kantin?" tanya Iyan. Iyan pun pergi ke kantin, namu tidak ada orang di sana.

__ADS_1


"Mungkinkah dia sudah balik ke kelas ya?" tanya Iyan.


"Cari siapa?" tanya Bude yang sedang membereskan piring kotor di atas meja.


"Apa Chasyn tadi ke sini?" tanya Iyan.


"Barusan dia udah masuk kelas," jawab bude kantin.


"Oh iyalah bude aku pergi dulu," jawab Iyan berlari meninggalkan kantin.


Sesampainya di kelas, terlihat Chasyn yang pura-pura tidur di kursinya.


"Hey Chasyn, kamu tidak bisa lari seperti ini, semua orang mengejar mu, dan suatu saat nanti pasti akan mencari mu," ucap Iyan.


"Nah kamu benar, jadi bereskan mereka untuk ku," jawab Chasyn.


"Astaga, sepertinya kau memang harus cari asisten secepatnya nih buat kamu," ucap Iyan membuka laptop yang ia bawa tadi.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2