SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 182


__ADS_3

Chasyn melahap makanannya hingga habis dan ai pun kekenyangan.


Jam sudah menunjukkan pukul 18:30 menit.


Chasyn mengambil, remot dan menghidupkan Televisi.


Berita hari ini!


Sebuah mengalami kebangkrutan akibat dari seorang sekretaris yang korupsi, sekretaris itu sudah di tangkap polisi dan pemimpin perusahaan itu melelang perusahaan.


Terlihat para reporter itu mengelilingi pemilik perusahaan itu.


"Pak bagaimana bisa bangkrut?"


"Pak, berapa akan bapak jual perusahaannya?"


"Jika bangkrut bagaimana nasib para pekerja?"


"Bagaimana bapak akan membayar para karyawan yang gajinya belum di bayar?"


Pemilik perusahaan menarik nafas. "Harap diam sebentar, aku akan menjual perusahaan ku dengan harga yang sepadan untuk membayar para karyawan, harap tolong jangan tawar menawar, jika kalian ini membelinya temui aku di rumah, rumah ku ada di jalan suka rame," ucap pemilik perusahaan dan ia pun langsung pergi masuk ke dalam mobilnya.


Chasyn mengambil ponselnya dan menelpon Sekretaris Karisa.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Halo Tuan," jawab Sekretaris Karisa.


"Bersiap-siaplah, akan menjemputmu di rumah, kita kan pergi ke rumah pemilik perusahaan yang bangkrut itu," ucap Chasyn.


"Baik Tuan," jawab sekretaris Karisa.


Chasyn pun masuk ke dalam kamarnya dan ia pun segera mandi.

__ADS_1


Selesai mandi, Chasyn pun berganti pakaian, ia menggunakan jas hitam lengkap dan memakai sepatu.Ia pun keluar dari kamarnya.


“Bos, mau kemana?” tanya Iyan yang keluar dari kamarnya.


“Aku mau pergi ke tempat perusahaan yang bangkrut,” jawab Chasyn.


“Apa aku ikut?” tanya Iyan.


“Tidak perlu, aku akan pergi bersama Karisa,” jawab Chasyn dan ia pun melangkahkan pergi menuju mobilnya.


Di perjalanan Chasyn mengirim pesan kepada Chelsea.


“Malam.” [Chasyn]



“Hm… tumben nggak di balas? Kemana dia pergi ya” tanya Chasyn melihat ponselnya yang masih sepi belum ada balasan.


“Ya sudah aku kasih kabar saja, nanti jika dia lihat ponselnya dia juga akan membalasnya nanti,” ucap Chasyn.


“Chelsea, aku sekarang sedang pergi dengan sekretaris Karisa, kami akan pergi ke rumah pemilik perusahaan yang bangkrut itu, aku rencana ingin membeli perusahaanya, doakan aku berhasil ya.” [Chasyn]


Sesampainya Chasyn di rumah sekretaris Karisa, terlihat sekretaris Karisa sudah siap dan ia sudah ada di depan teras bersama ayahnya.


Chasyn keluar dari mobilnya dan menghampiri Ayah karisa. “Selamat malam pak,” sapa Chasyn.


“Malam Tuan,” ucap Ayah Karisa berdiri menyambut kedatangan Chasyn.


“Bagaimana keadaan bapak saat ini?” tanya Chasyn.


“Syukurlah sejak saat itu, saya berubah total dan bahkan bisa berjalan, jika tiadak ada Tuan saat itu, tidak akan ada hari ini,” ucap Ayah Karisa tersenyum da n sangat senang.


“Sama-sama pak, saya juga ikut senang, maaf ya pak, malam ini saya bawa sekretaris Karisa pergi urusan pekerjaan, saya mohon izin,” ucap Chasyn.


“Ah… tidak apa-apa, namanya juga pekerjaan, ya harus di lakukan,” jawab Ayah Karisa tersenyum.


“Apa sudah siap?” tanya Chasyn kepada sekretaris Karisa.

__ADS_1


“Sudah Tuan, mari kita berangkat,” Ajak sekretaris Karisa.


Karisa melihat ke arah Ayahnya. “Ayah, aku pergi dulu, Ayah masuklah ke dalam, di luar sangat dingin,” ucap Karisa.


“Iya, Ayah akan masuk setelah kalian pergi,” ucap Ayah Karisa.


“Jika begitu kami permisi dulu pak,” ucap Chasyn menundukkan kepala memberi hormat. Ayah karisa membalas menundukkan kepalanya sambmil tersenyum.


Chasyn dan sekretaris Karisa masuk ke dalam mobil dan mereka pun meninggalkan rumah Karisa.


“Tuan, apa kita harus menyiapkan sesuatu?” tanya sekretaris Karisa mengeluarkan laptopnya.


“Tidak perlu, kita datang hanya menegosiasi saja, buka mengajaknay kerja sama,” jawab Chasyn.


“Baiklah Tuan,” Angguk sekretaris Krisa menyimpan kembali laptopnya.


“Sepertinya kamu sngat suka bekerja ya,” ucap Chasyn.


“Iya, itu demi Ayahku, jika waktu libur telah tiba, aku inign membawanya pergi jalan-jalan,” jawab Karisa.


“Kemana?” tanya Chasyn.


“Kemana saja, asal ia suka,” jawab Karisa.


“Iya, aku juga berencana juga begitu, aku ingin pergi keluar negeri, kamu bisa ikut bersamaku nanti, aku juga akan mengajak para sekretaris lain umtuk berlibur,” ucap Chasyn.


“Benarkah, terima kasih Tuan,” ucap sekretaris Karisa senang. Chasyn mengangguk tersenyum sambil melihat ke depan.


Tak lama kemudian, merek pun sampai di tempat tujuannya, di sana ada 10 mobil yang terparkir di depan rumah.


“Hm… sespetinya ini rumahnya, ternyata aku tidak sendirian datang ke sini, ternyata ada beberapa pesaing lainnya,” ucap Chasyn keluar dari mobilnya. Sekretaris Karisa juga ikut keluar dari mobil dan mengikuti Chasyn dari belakang.


Mereka pun menuju pintu utama dan benar saja, di sana sudah ramai para orang ingin membeli perusahaan bangkrut itu denga membawa asisten dan pengawalnya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2