
"Ah sial! Macet lagi," umpat Chasyn. Ia memundurkan sedikit lalu memutar roda mobil dengan kecepatan tinggi hingga menimbulkan gesekan kuat dan mengeluarkan asap, Chasyn langsung menginjak pedal gas dan mobil itu melompat tinggi.
"Mama, itu pesawat jenis apa?" tanya salah satu anak menunjuk ke arah mobil Chasyn.
"Itu bukan pesawat, tapi mobil yang terbang, tapi kenapa mobil itu bisa terbang ya?" tanya mamanya heran.
Mobil Chasyn terbang sangat tinggi dan akhirnya ia mendarat di depan mobil yang antrian sangat panjang itu.
Di depan ada kecelakaan adu kambing, tapi tidak menimbulkan korban jiwa, hanya luka lecet saja. Chasyn langsung melaju mobilnya menyelip di antara mobil yang padat.
Akhirnya Chasyn terbebas dari kemacetan dan ia bisa berkendara bebas.
Tak lama kemudian mobil Chasyn sampai di tempat yang ia tuju. Tempat itu sangat sepi, Chasyn memberhentikan mobilnya dan keluar.
Chasyn masuk ke sebuah gang, dan melihat-lihat ke dalamnya.
__ADS_1
"Aaaaaaaa!" terdengar suara jeritan, Chasyn langsung berlari mencari ke arah suara tersebut. Saat berlari, Chasyn melihat seorang pria berjas hitam itu yang terpojok dengan luka di tubuhnya. Pria itu sangat ketakutan sedangkan seorang pria di depannya memegang senjata tajam.
"Hey berhenti!" teriak Chasyn.
Pria yang memegang senjata tajam itu melihat ke arah Chasyn.
"Kamu ternyata," ucap Chasyn mengenali pembunuh bayaran itu.
"Heh! Ternyata kau juga di sini, sekalian saja aku membunuhmu," ucap pria itu tersenyum lebar menyeringai menyeramkan.
"Membunuhku? Aku sangat menunggu kau ingin membunuhku, kemari lah," ucap Chasyn.
Saat pria itu mengangkat senjata tajamnya ingin membunuh pria berjas itu, Chasyn langsung menendang pergelangan tangan pria itu membuat senjata tajamnya terpental, Chasyn langsung menendang perutnya hingga pria itu mundur kebelakang.
"Cepat lari," ucap Chasyn kepada pria yang berjas itu. Pria itu langsung berlari meskipun luka di tubuhnya. Sedangkan Chasyn menghadapi pembunuh bayaran itu.
__ADS_1
Pembunuh bayaran itu langsung menyerang Chasyn dengan tinjunya. Chasyn menangkap tangan pria itu lalu memutarnya kebelakang lalu menekannya dengan kuat, pria itu kesakitan.
"Sangat lemah, begini saja mau menjadi pembunuh bayaran, katakan! Siapa yang menyuruhmu?" tanya Chasyn.
"Aku tidak akan mengatakannya," ucap pria itu tegas.
"Heh! Aku sudah mencari tahu siapa kau, katakan dengan siapa kau bekerja!" ucap !Chasyn menekan tangan pria itu dengan kuat.
"Mari kita coba, mulutmu yang kuat, atau tubuhmu yang kuat," ucap Chasyn menekannya hingga tulang tangannya meregang dan …
Krak!
Tulang tangannya patah. Pria itu menjerit histeris.
"Jadi bagaimana? Apa kau tetap tidak memberi tahu?" tanya Chasyn.
__ADS_1
"Sampai aku mati pun aku tidak akan memberi tahu," ucap pria itu.
Ia seperti mengoyakkan sesuatu di mulutnya, Chasyn pun menyadarinya lalu memegang kepala pria itu lalu memasukkan tangannya ke mulut pria itu. Karena pembunuh bayaran jika ia tertangkap maka dia akan mengigit di bagian mulutnya yang di belah, di isi racun lalu di jahit kembali, dan ia berusaha mengigit bagian yang di jahit itu lalu ia bisa menelan racunnya sehingga orang yang ingin tahu siapa dirinya dan sama siapa ia bekerja itu, maka mereka tidak akan mendapat informasi apa pun karena mereka akan mati.