
"Ya, di sinilah tempatnya, ayo turun," ajak Chasyn yang terlebih dahulu turun dari dalam mobil.
"Hey! Apa kau serius? Ini adalah makam, jangan katakan jika seseorang menunggu di makam ini?" tanya Grizzly tak percaya.
"Ya, dia ada di sini, cepatlah keluar untuk mengintrogasinya, kau bilang jika kau ingin pergi ke pesta ulang tahun teman mu, nanti akan terlambat," ujar Chasyn menyengir.
Grizzly mau tak mau ia pun turun meskipun sedikit merinding di tempat gelap dan mencekam.
"Kemari lah," perintah Chasyn yang terlebih dahulu berdiri di depan sebuah makam.
Grizzly mendekati Chasyn sambil melihat kiri dan kanan.
"Maaf menganggu mu malam seperti ini, tapi ada seseorang yang ingin bertemu denganmu dan mengintrogasi mu," ucap Chasyn.
"Hey! Kau berbicara dengan siapa?" tanya Grizzly merinding, ia melihat ke kiri dan kanan takut-takut jika ada yang menongol.
Sebuah asap keluar dari sebuah makam di depan Chasyn dan membentuk seseorang yang mengambang di udara.
"Aaaaaaaa…!" jerit Grizzly memeluk Chasyn sangat erat. Ia sangat terkejut dan ketakutan.
"Kenapa kau bersembunyi, bicaralah dengannya," ucap Chasyn melihat ke arah Grizzly sambil menyengir.
"Tidaaaaaaaaaaakkkk! Aku tidak ingin berbicara!" teriak Grizzly ketakutan.
"Lihatlah, baju kalian sama, sama-sama dress dan sama-sama warna putih," bisik Chasyn sambil tertawa.
__ADS_1
"Diam lah dan berhenti berbicara!" teriak Grizzly.
"Ada apa?" tanya gentayangan itu dengan suara lemah.
"Dia ingin tahu siapa orang sudah memberi tahuku tentang tulang belulang itu," jawab Chasyn.
"Akulah yang memberi tahunya," jawab gentayangan itu melihat ke arah Grizzly.
"Baiklah, baiklah, aku sudah tau itu, ayo kita pulang sekarang," ujar Grizzly yang tidak berani membuka matanya dan menarik-narik tangan Chasyn.
"Baiklah, aku pergi dulu," ucap Chasyn kepada gentayangan itu dan berjalan mengikuti Grizzly yang menariknya.
Grizzly berlari terlebih dahulu dan langsung masuk dalam mobil dan menutup wajahnya.
"Aaaaaaaa…!" teriak Grizzly lagi segera turun dari mobil dan memeluk Chasyn.
"Ha-ha-ha, menang banyak aku," ucap Chasyn.
"Sialan! Kau mencari kesempatan," ucap Grizzly kesal dan menolak tubuh Chasyn.
Chasyn pun masuk ke dalam mobil dan memakai sabuk pengaman.
"Hey! Apa kau tidak ingin masuk? Apa kau ingin menemani kakakmu itu di rumahnya?" tanya Chasyn menyengir. Grizzly berlari kecil dan masuk kembali ke dalam mobil.
Chasyn pun mengstaterkan mobilnya dan kemudian melaju di jalanan meninggalkan pemakaman tersebut.
__ADS_1
Mobil pun meluncur di jalanan. "Kamu ke tempat pesta teman mu naik taksi apa aku antar kan?" tanya Chasyn.
"Tolong antar kan," pinta Grizzly.
"Di mana tempatnya?" tanya Chasyn fokus melihat ke depan.
"Di hotel Dizzy," Jawab Grizzly. Chasyn mengangguk mengerti.
"Jadi? Apa masalah tadi juga akan di beri tahu kepada Khalayak?" tanya Chasyn.
"Tidak perlu, cukup aku dan kamu saja yang tahu," jawab Grizzly dengan wajah masam.
"Aku dan kamu? Tidak, penjaga makam juga tahu masalah ini, dia yang membantu ku menguburkan tulang belulang itu," jawab Chasyn.
"Ah terserahlah," jawab Grizzly manyun.
"Tadi bukannya kamu sangat agresif ingin tahu siapa orangnya? Kenapa sekarang kamu malah menjadi pendiam? Ini sangat aneh," ucap Chasyn.
"Berhenti berbicara dan setir mobilnya dengan baik," ucap Grizzly datar.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1