
"Hm … kenapa aku seperti mendapat firasat buruk ya?" tanya Chasyn dalam hati.
[Klik di sini untuk membuka]
Klik
Chasyn mencari lokasi Sekretaris Karisa terkini, ia menekuk alisnya, karena posisi sekretaris Karisa tidak di rumah.
"Kamu lihat apa?" tanya Chelsea.
"Eh tidak apa-apa, aku lihat langit, ingin rasanya aku ingin mengambil bintang untuk mu," goda Chasyn.
"Weeekkk." Iyan menjulurkan lidahnya.
"Diam lu, kamu aja tadi siang mengoda pegawaiku," ucap Chasyn menunjuk ke arah Iyan.
"Kenapa ya, aku merasa tidak tenang, apa memang terjadi sesuatu pada sekretarias Karisa?" ucap Chasyn dalam hati.
"Chelsea ayo ikut aku, kalian lanjut panggang makanannya ya," ucap Chasyn memegang tangan Chelsea membawanya masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Kita mau kemana?" tanya Chelsea penasaran.
"Nyari sekretaris Karisa, aku punya perasaan buruk tentang dia, takutnya terjadi sesuatu padanya," ucap Chasyn melajukan mobilnya.
Mereka terdiam di perjalanan, Chasyn melihat Chelsea yang sedang menikmati malam itu menatap keluar.
"Kamu tidak cemburukan kalau aku mencari sekretaris Karisa?" tanya Chasyn.
"Aku justru khawatir dengannya, apa lagi sekretaris Ananda bilang dia tak seperti biasanya, kalian yang lebih mengenal dia, berarti memang dia tak seperti biasanya. Atau jangan-jangan dia tau kamu mau menyatakan perasaan mu pada ku dan dia merasa sakit hati," tebak Chelsea.
"Ayolah cantik, pikiran mu ini kemana-mana perginya, justru dia dan yang lain menyiapkan ini semua saat malam tadi kamu tidak datang, dia sudah tau, tapi tidak tahu dia kenapa malam ini, dan juga aku mencoba cek lokasinya, dia sedang tidak di rumah, tapi di suatu tempat, tapi aku tidak tau dia di mana, kita hanya bisa melacak lokasinya terkini," ucap Chasyn.
"Aku rasa dia juga menyukaiku, hanya saja dia tahu posisinya dan tau jika aku hanya menyukaimu, dia juga wanita yang agresif seperti wanita lain, jadi kamu jangan membencinya ya, karena dia bukan sainganmu," ucap Chasyn.
"Kamu sangat tahu jelas seperti apa dia," ucap Chelsea manyun.
"tentu saja, dia kan sekretaris ku," jawab Chasyn.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di sebuah tempat lokasi sekretaris Karisa.
__ADS_1
"Kok di sini ya?" tanya Chelsea heran. Karena itu adalah di sebuah bar.
"Tidak tahu juga, kenapa sekretaris Karisa ada di sini, apa dia di bawa oleh seseorang?" tanya Chasyn.
"Hm … jangan-jangan tebakkan ku benar, dia depresi gara-gara kamu nembak aku," ucap Chelsea ngasal.
"Sekretaris Karisa tidak seperti itu, oke bagaimana jika kita taruhan, jika depresi aku akan mengikuti semua keinginan mu, tapi jika tidak, kau harus terima permintaanku," ucap Chasyn menyeringai.
"Siapa takut, ayo kita lihat dia," tantang Chelsea.
Mereka berdua pun masuk ke dalam, tempat itu sangat ramai. Mereka mencari-cari sekretaris Karisa.
"Di mana dia ya? Sepertinya di sini tidak ada, apa jangan-jangan dia sedang berada di sebuah ruangan?" tanya Chasyn.
[Klik di sini untuk membuka]
Klik
Chasyn Kembali melihat monitornya mendapati mereka belum sampai di titik lokasinya, Chasyn menarik tangan Chelsea dan membawanya kesebuah titik lokasi di mana Sekretaris Karisa berada.
__ADS_1
"Di mana dia ya?" tanya Chasyn terus berjalan menembus di keramaian. Sesampainya di tempat sepi, mereka masuk ke lorong-lorong dan ternyata itu adalah jalan buntu.