
Chasyn pun keluar dari mobil dan Iyan juga ikut. Ia pun menuju pintu utama perusahaanya itu.
"Permisi, Anda siapa?" tanya petugas keamanan di perusahaan itu.
"Sekretaris perusahaan ini ada?" tanya Chasyn.
"Perlihatkan kartu pengenal Anda dulu," ucap petugas keamanan.
"Tidak punya," jawab Chasyn.
"Jika tidak punya maka tidak boleh masuk," ucap petugas itu.
"Jika begitu panggilkan sekretaris perusahaan ini, ada yang ingin aku bicarakan," ucap Chasyn.
"Maaf, jika tidak ada janjian di larang bertemu dengan karyawan perusahaan ini," ucap petugas pengamanan itu.
"Jadi aku harus bagaimana biar bisa bertemu dengan sekretaris perusahaan ini?" tanya Chasyn.
"Anda harus membuat janji dulu, baru bisa akan bertemu," ucap petugas keamanan itu.
"Aku tidak punya banyak waktu untuk harus membuat janji dulu," ucap Chasyn menerobos masuk.
"Anda tidak boleh masuk, jika tidak saya tidak akan segan akan melempar Anda keluar," ucap petugas satpam itu memegang tangan Chasyn.
"Aku pemilik perusahaan ini, tolong jangan berbuat kasar, aku tau kau adalah petugas yang yang disiplin, tapi jika waktu ku panjang mungkin aku akan menunggu, tapi aku tak punya waktu sekarang," ucap Chasyn melepaskan tangan petugas keamanan.
__ADS_1
"Anda jangan bohong, karena CEO sebenarnya masih ada di dalam ruang CEO," ucap petugas itu.
"Oh begitu ya, kalau begitu ini sangat mudah," ucap Chasyn dan ia pun pergi menuju meja pegawai yang lain.
"Telpon ceo-nya sekarang, suruh dia datang secepatnya jika dia tak mau berakhir dengan buruk," ucap Chasyn.
"Tapi, kata Tuan Ceo dia sedang tidak boleh di ganggu," ucap pegawai itu.
"Mau dia berakhir buruk atau kamu?" tanya Chasyn membuat pilihan.
"Baik, tunggu sebentar," ucap pegawai itu mengambil telponnya dan menelpon Ceo-nya.
"Tolong keluar, jika CEO tahu dia pasti akan memecat saya karena membiarkan orang asing masuk ke dalam," ucap petugas keamanan itu menarik tangan Chasyn.
Tuuut…
Tuuut…
Tuuut…
"Maaf Tuan menganggu, tapi ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda," ucap pegawai itu.
"Sudah aku katakan jangan ganggu aku dengan hal yang tidak penting," ucap pria itu dengan suara tinggi.
Chasyn mengambil telpon itu dari tangan pegawai itu.
__ADS_1
"Bukannya perusahaan ini sudah menjadi milikku, lalu kenapa kau ada di sini sekarang," ucap Chasyn.
"Anda… Anda pemilik perusahaan ini selanjutnya?" tanya pria itu kaget.
"Kenapa sayang." terdengar suara seorang wanita mendekat.
"Sial! Apa yang kau lakukan di sana?" tanya Chasyn meletakkan telponnya di atas meja dan ia berlari masuk ke ruangan itu. Pegawai dan satpam itu mengikuti Chasyn ke atas.
Pintu itu di tendangnya hingga pintu terlepas dari enselnya dan jatuh ke lantai.
Kedua orang itu belum sempai berpakaian, sedangkan wanitanya masih terbungkus dengan selimut dan prianya memakai handuk.
Mereka sangat terkejut atas kedatangan Chasyn dan yang lain dan di tambah mereka belum sempat berpakaian.
"Kalian... apa yang kalian lakukan di ruang ini?" tanya Chasyn.
"Kami… kami…" ucap mereka terputus dan saling berpandangan.
"Sekretaris," lirih pegawai itu membelalakkan matanya.
"Itu… kalian jangan salah paham, akan kami jelaskan apa yang terjadi," ucap wanita yang di panggil sekretariat itu.
"Bawa mereka keluar dari perusahaannya ku," perintah Chasyn.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan
Terima kasih