
"Baiklah, kau akan aku lepaskan, tapi sebelumnya kau akan aku beri peralatan canggih, alat ini kau hanya perlu berbicara langsung tanpa harus menelpon ku karena benda ini akan tersambung langsung dengan ponselku, dan juga bepungsi seperti penyadap suara, percakapan apa pun itu akan langsung terekam, jangan takut akan ketahuan oleh mereka, karena alat ini akan menyatu dengan tubuhmu, jadi mau kau bawa kemana pun itu tidak akan lepas," ucap Chasyn. Ia mengambil alat tersebut lalu meletakkannya di lengan Maman dan seketika alat itu langsung menyatu dengan kulit seperti tertanam di dalam tubuh Maman.
Maman mengangguk-angguk kagum dengan alat tersebut.
"Aku akan membekali mu sejumlah uang, karena bekerja untukku maka kau makan harus menggunakan uangku, tapi agar tetap tak ketahuan, kau juga ikut makan bersama mereka," ucap Chasyn.
"Tidak, aku yang akan memberikan dia uang, berhubungan ini juga untuk ke selamatan ku, aku yang seharusnya bertanggung jawab," ucap Chelsea, ia membuka dompet mungilnya lalu mengambil kartu ATM dan memberikan kepada Maman.
"Di dalam kartu itu ada 60 juta, kata sandinya 222333," ujar Chelsea.
"Terima kasih banyak, aku pasti akan bekerja dengan baik," ucap Maman.
Chasyn membuka borgol di kaki dan tangannya. "Silakan pergi, kau pasti Taukan, alasan apa yang aku buat untuk mereka agar mereka tetap mempercayaimu," ucap Chasyn.
"Iya aku mengerti," angguk Maman.
Maman pun pergi meninggalkan rumah Chasyn dan pulang ke tempat ia berada.
"Astaga! Sebanyak ini kau melawan mereka sendirian?" tanya Grizzly.
"Iya," jawab Chasyn.
__ADS_1
Mereka terbelalak, semua orang yang ada di situ semuanya membawa senjata, bagaimana. Chasyn yang hanya seorang diri melawan mereka tanpa terluka sedikit pun.
"Kau jangan-jangan menggunakan makhluk halus untuk melawan mereka semua yang seperti Roro Jonggrang itu," tebak Dona.
"Enggaklah, aku kan jago bela diri," ucap Chasyn.
"Tapi kalau di pikir-pikir nggak masuk akal, tapi melihat kamu seperti ini aku jadi percaya," ucap Dinda.
"Aku akan telpon petugas yang lain untuk membereskan mereka semua," ucap Grizzly.
"Tunggu! Jika kamu telepon polisi maka Chasyn pasti akan di tangkap," ucap Iyan.
"Tenang saja, masalah ini akan menjadi pembelaan diri karena mereka ingin merampok rumah Chasyn, jadi Chasyn akan terbebas dari hukuman," ucap Grizzly.
Tuuut!
Tuuut!
Tuuut!
"Halo," jawab salah satu polisi yang bertugas di malam itu.
__ADS_1
"Bisakah kamu datang sekarang di jalan merdeka nomor 10," ucap Grizzly.
"Apa ada masalah?" tanya Doni.
"Ya, tadi ada beberapa orang yang datang merampok, untungnya semua sudah di bekuk," ucap Grizzly.
"Baiklah jika begitu, kami akan segera ke sana," ucap Doni.
"Kamu lain kali kalau pergi jangan sendirian lagi, karena tidak mendapatimu hari ini, maka mereka pasti akan mengirimkan lagi orang-orang untuk menculik mu," pesan Chasyn.
"Tapi... kamu sudah menyelamatkan ku hari ini," ucap Chelsea.
"Ya untuk hari ini, tidak hari berikutnya, aku tidak selalu ada bersamamu, jadi kau harus menjaga dirimu yang berharga itu," pesan Chasyn lagi.
"Terima kasih untuk hari ini," ucap Chelsea menundukkan kepalanya.
"Sama-sama, ya sudah, aku antar kamu pulang agar tidak terjadi apa pun padamu, dan kalian tetap di dalam ya," ucap Chasyn.
Chasyn menuju mobilnya dan mengeluarkan dari garasi mobil dan membukakan pintu untuk Chelsea.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih