
"Tenang saja Om, aku akan menepati janjiku," ucap Chasyn.
Ibu Chelsea keluar dengan membawa minuman dan cemilan ringan.
"Ayo di makan nak," ucap Mama.
"Terima kasih Ma," ucap Chasyn tersenyum.
"Kenapa kamu manggil Mama," tanya papa Chelsea manyun.
"Mama Chelsea memanggil ku Nak, tentu saja aku harus memanggilnya mama," jawab Chasyn enteng tanya mempedulikan perasaan papa Chelsea.
"Kamu ya benar-benar...." ucap papa Chelsea tidak bisa berkata-kata.
"Oh ya Om aku punya hadiah untuk Om, semoga Om suka," ucap Chasyn menyerahkan paper bag berwarna hitam kepada Papa Chelsea.
"Dari mana ini?" tanya papa Chelsea mengambil paper bag itu dan melihat isi dalamnya.
"Aku membelinya di negara B sekalian karena perusahaanku juga ada di sana," jawab Chasyn.
"Di luar negeri?" tanya papa Chelsea menekuk alisnya.
"Iya Om, dan itu baru saja beroperasi," jawab Chasyn.
__ADS_1
"Wah kamu sangat hebat sekali Chasyn, baru semuda ini saja kau sudah banyak memimpin perusahaan," puji Mama Chelsea.
"Terima kasih Mama," ucap Chasyn membuat hati papa Chelsea menjadi panas.
"Bocah ini, dia sudah menganggap keluargaku seperti keluarganya sendiri," ucapnya dengan suara yang sangat hampir tidak terdengar sambil melihat jas itu.
Chelsea pun keluar dengan baju yang Chasyn beli, ia terlihat sangat cantik.
"Aku malam ini mau membawa Chelsea untuk makan malam Om," ucap Chasyn.
"Aku sudah tau itu sejak kau datang, tapi jangan lama-lama dan jangan menyentuh Chelsea awas aja kalau kau berani menyentuhnya," ancam Papa Chelsea.
"Papa," ucap Mama Chelsea melihat ke arah suaminya.
"Ini juga terbaik untuk Chelsea," ucap Papa Chelsea.
"Ah terserah lah kalau ada apa-apa tanggung jawab," ucap Papa Chelsea.
"Aku akan tanggung jawab seumur hidup Om, Om tenang saja," ucap Chasyn berdiri.
"Kalau gitu aku pamit dulu ya Ma," ucap Chasyn.
"Ya, kalian hati-hati," pesan mama Chelsea.
__ADS_1
Chelsea dan Chasyn pun masuk ke dalam mobil, Chasyn pun langsung menginjak pedal gas mobilnya dan melaju di jalanan.
"Kita mau makan di mana?" tanya Chasyn.
"Bagaimana kalau di cafe yang baru buka sekarang katanya di sana sedang menyajikan makanan Prancis mungkin kita boleh coba di sana," saran Chelsea.
"Baiklah, di mana alamatnya?" tanya Chasyn.
"Sebentar ya aku cari di internet dulu," ucap Chelsea mengambil ponselnya dan mencari lokasi cafe yang baru buka itu.
"Di sini nih alamatnya," ucap Chelsea setelah mendapatkan lokasi Cafe itu memperlihatkan kepada Chasyn.
"Baiklah," jawab Chasyn menuju arah lokasi yang ditunjuk Chelsea.
"Chasyn."
"Ya ada apa?" tanya Chasyn.
"Maafin omongan papa aku ya," ucap Chelsea merasa tidak enak hati.
"ha-ha-ha, aku tahu apa yang sebenarnya ada di hati papa kamu, dia sebenarnya sangat senang denganku tapi dia gengsi untuk mengakuinya, kamu tidak perlu kuatir aku tidak tersinggung kok, aku sangat senang dengan sifat papamu yang seperti itu," ucap Chasyn tertawa.
"Bahkan kau lebih mengerti hati papaku dari pada aku," ucap Chelsea.
__ADS_1
"Mungkin karena kami sama-sama pria jadi aku mengerti, toh suatu hari nanti papamu juga akan menghilangkan gengsinya," ucap Chasyn tersenyum.
"Semoga saja begitu, sebelumnya aku tidak pernah tahu papa seperti itu, dia sama pria yang ingin dia jodohkan dengan ku itu dia sangat baik," ucap Chelsea.