
Mereka pun semua maju menyerang Chasyn. Dengan sigap Chasyn menangkap semua pentungan mereka lalu menarik mereka maju ke depan lalu membenturkan kepala mereka satu sama lain, Chasyn menendang perut mereka lalu menarik bahu dan menghantam ke lututnya lalu melemparnya ke arah pohon lagi.
Yang lain juga ingin menyerang Chasyn meskipun kepala meraka sedikit pusing, akan tetapi masih bisa memukul dengan tepat sasaran, Chasyn menghantam lehernya dan menendang kakinya lalu menghantam wajahnya dengan keras ke aspal.
Sisanya, Chasyn menendang kepalanya lalu menarik bajunya, melemparnya ke atas lalu menendangnya seperti bermain takraw.
Pria itu terpental dan mendarat ke arah teman-temannya di bawah pohon besar itu, teman yang masih ada di samping kakinya, Chasyn menendangnya juga hingga ke pohon itu. Chasyn mendekati pohon besar itu lalu mendorong pohon itu dengan sekuat tenaganya, hingga pohon itu tumbang dan menimpa para begal itu sampai seluruh mereka tertutup oleh daun-daun pohon itu.
"Sudah beres," ucap Chasyn membuka kunci mobil itu dan ia pun masuk ke dalam mobil dan kembali melajukan mobilnya.
Ding Ding
Anda mengaktifkan misi tersembunyi
Selamat Anda mendapatkan hadiah sebesar Rp 1.000.000.000
Selamat Anda mendapatkan 50 poin
Selamat Anda mendapatkan sebuah Lapangan golf.
Kecepatan [230/1000]
__ADS_1
Kelincahan [230/1000]
Kekuatan [230/1000]
Kecerdasan [230/1000]
Keberanian [230/1000]
Level [240]
Poin [1050]
Hadiah Anda menjadi 28.038.000.000
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di rumah Chelsea.
Chasyn keluar dari mobil dan mengangkat kakak Papa Chelsea keluar.
"Bentar ya," ucap Papa Chelsea keluar dari mobil berlari menuju rumahnya dan membukakan pintu.
Chasyn membawa masuk ke dalam rumah itu. "Letakkan di mana?" tanya Chasyn.
__ADS_1
"Bawa masuk ke kamar tamu," ucap Papa Chelsea berjalan terlebih dahulu ke kamar tamu dan membukakan pintunya.
Chasyn meletakkan tubuh kaku itu di tempat tidur dan membaringkannya, Papa Chelsea mengambil bantal dan meletakkan di bawah kepala kakaknya itu.
"Maaf Pa sudah membuat kakak Papa sempai seperti ini," ucap Chasyn.
"Kamu jangan seperti itu, jika bukan karena kamu mungkin aku dan dia tidak akan bisa bertemu, entah aku yang duluan pergi ke alam baka entah dia, Papa bahkan berhutang nyawa padamu, entah cara apa Papa bisa membalasnya," ucap Papa Chelsea.
"Jadi kedepannya apa yang Papa rencanakan? Menyembuhkannya di bawa ke rumah sakit atau perawatan di rumah aja?" tanya Chasyn.
"Rawat di rumah aja, aku akan mencari perawat untuk bisa merawatnya, ya udah, kamu pulang lah, kamu harus banyak istirahat, kamu pasti capek kan?" ucap Papa Chelsea menepuk pundak Chasyn.
"Iya Pa, kalau begitu, aku pamit pulang dulu," ucap Chasyn.
"Iya," angguk Papa Chelsea sibuk mengurus kakaknya itu. Di ruang tamu Chelsea terlihat duduk dengan mata terpejam, ia juga sangat kelelahan. Sedangkan Mama Chelsea sedang mandi di kamarnya. Pembantunya juga masuk ke dalam kamarnya.
Chasyn mendekati Chelsea dan mencium keningnya lalu pergi meninggalkan rumah tersebut. Chasyn masuk ke dalam mobil dan memutar mobilnya lalu pulang ke rumahnya.
Sesampainya di rumah, terlihat Iyan sedang menunggu di depan teras bersama pilot.
"Lho? Bapak masih di sini?" tanya Chasyn.
__ADS_1