
Ding Ding
Hadiah Anda di potong 100.000
Sisa hadiah Anda 26.036.400.000
Chasyn membawa buket bunga ke dalam mobil lalu ia pun pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Lebih baik aku pulang saja dulu, untuk bersiap-siap," ucap Chasyn. Ia melirik arloji di tangannya menunjukkan pukul 17:40 menit.
"Sebentar lagi akan malam," ucap Chasyn menambah kecepatan mobilnya.
Sesampainya di rumah, Chasyn masuk ke dalam rumah, terlihat 2 koki sedang bersantai di depan teras.
"Tuan," sapa kedua koki itu.
"Oh ya, baberque yang semalam nggak kalian makan kan?" tanya Chasyn.
"Enggak Tuan, kami simpan di lemari es," jawab koki itu.
"Oke, jadi nggak perlu beli lagi, oh ya lilinnya masih ada?" tanya Chasyn memastikan.
"Sepertinya masih ada Tuan," jawab koki itu.
"Oke, ayo kalian bersiap-siap, kalian pergi dulu, buat ngidupin lilin sama kue ada di bagasi mobil ku, kalian bawa ke sana ya. Ingat! Jangan sampai gagal lagi," ucap Chasyn.
"Baik Tuan," ucap mereka. Kedua koki itu pun mengambil kue di dalam bagasi mobil dan memindahkan kue dan buket bunga itu ke dalam bagasi mobil mereka. Sedangkan Chasyn mandi dan bersiap-siap.
__ADS_1
"Nggak jadi waktu itu karena nona Chelsea nggak dateng, kita waktu mah udah ready ya kan," ucap koki itu.
"Iya. Eh siapa itu?" tanya temannya.
Terlihat 3 mobil datang ke rumah Chasyn. "Maaf, apa ini rumah Tuan Chasyn?" tanya salah satu pria berjas dan kaca mata hitam.
"Iya benar," jawab koki itu.
"Bisakah Anda memanggilnya sebentar?" tanya pria itu.
"Baik, sebentar," ucap koki itu masuk ke dalam rumah dan mengetuk pintu kamar Chasyn.
Tok!
Tok!
Tok!
"Siapa," jawab Chasyn dari dalam kamar mandi.
"Tidak tahu."
"Ya sudah, suruh dia menunggu," jawab Chasyn menyiram air di tubuhnya untuk membersihkan sabun.
"Baik Tuan," jawab koki itu kemudian ia kembali ke halaman.
Chasyn mengambil baju lalu memakainya, ia kemudian keluar dari kamar.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Chasyn.
"Andalah Tuan Chasyn?" tanya pria berjas itu.
"Iya," jawab Chasyn.
"Ini adalah 2 mobil milik Anda, silakan TTD di sini," ucap pria itu memberikan sebuah buku dan pena.
"Oh iya, inikan mobil yang aku dapatkan dari misi tadi, aku melupakannya," ucap Chasyn menanda tanganinya.
"Baik Tuan, ini adalah kunci mobil dan surat-suratnya," ucap pria itu menyerahkan kunci mobil dan surat mobil.
"Terima kasih," ucap Chasyn.
"Sama-sama Tuan, jika begitu kami permisi dulu," ucap Pria itu pergi naik mobil yang satunya lalu pergi meninggalkan rumah Chasyn.
Sebuah mobil masuk ke perkarangan rumah Chasyn. Iyan dan sekretaris Karisa keluar dari mobil.
"Wah, bos beli mobil lagi?" tanya Iyan mengelilingi kedua mobil itu.
"Iya, ya sudah aku belum selesai pakai baju," ucap Chasyn balik badan dan pergi menuju kamarnya.
"Baiklah, jika begitu aku permisi dulu," ucap sekretaris Karissa masuk ke dalam mobilnya yang di bawa oleh Chasyn dan pergi meninggalkan rumah Chasyn.
Chasyn kembali ke kamarnya dan merapikan baju, memakai parfum dan menyisir rambutnya. Ia melihat foto Ayahnya lalu menciumnya.
"Ayah, semoga saja malam ini aku berhasil menyatakan perasaanku," ucap Chasyn meletakkan kembali foto itu. Mengengam cincin lalu memasukkannya ke dalam kantongnya.
__ADS_1