
"Bergelut apa mesti sampai harus baju robek begini?" tanya Iyan.
"Kamu cepat makan, kita akan pergi," ucap Chasyn.
"Ke mana bos?" tanya Iyan.
"Makan saja dulu kamu, nanti juga tau," ucap Chasyn.
"Siap bos," angguk Iyan melahap makanannya.
Setelah selesai makan, mereka duduk sebentar dan Chasyn pun berdiri. "Ayo pergi," ajak Chasyn. Iyan mengikuti Chasyn.
Chasyn naik mobil dan mengendarai menuju ke belakang rumah.
"Kenapa pergi ke halaman belakang?" tanya Iyan.
Dan saat membuka pintu tembok, Terlihatlah sebuah pesawat yang nangkring cantik di atas bandara.
"Eh bos, sejak kapan ini ada?" tanya Iyan terbelalak.
"Lho kamu nggak sadar ya? Udah dari dulu emang sudah ada, lagian wajar kamu nggak lihat, kan di pagar sama tembok tinggi," ucap Chasyn.
"Ah… benar Juga ya," ucap Iyan mengangguk.
Chasyn tersenyum saat ia keluar dari mobil lalu memasuki pesawat. Iyan juga mengikutinya dari belakang dan masuk ke dalam pesawat.
Chasyn membuka pintu pesawat dan menurunkan seluncuran darurat. Dan kemudian ia pun naik ke dalam mobil
Bruuum…
__ADS_1
Bruuum…
Bruuum…
Mobil pun Chasyn menginjak gasnya dengan kuat agar mobil bisa berjalan cepat masuk ke dalam pesawat.
"Astaga! Bos sangat berani," ucap Iyan menggeleng kepala. Mobil pun masuk ke dalam pesawat dan Chasyn langsung menginjak pedal remnya.
Mereka duduk di ruang kontrol dan memakai Handset.
Chasyn pun mulai menghidupkan mesin pesawat, beberapa menit kemudian pesawat pun lepas landas.
"Wah… mau naik berapa kali pun tetap saja aku tak bosan melihat pemandangan dari atas," ucap Iyan.
"Iya, dan suatu saat nanti, kamu harus belajar mengemudi pesawat," ucap Chasyn.
"Nanti bagaimana jika seandainya aku udah nikah, nggak mungkin kamu ngekor teruskan? Dan lagian sayang juga 1 pesawat nganggur nggak di pake," ucap Chasyn.
"Iya… tapi…" Iyan ragu-ragu.
"Aku kan menyuruhmu sekarang pandainya," ucap Chasyn.
"Tapi tetap aja, aku nggak berani," ucap Iyan dengan suara pelan.
Pesawat terus meluncur laju dan dengan perjalanan beberapa puluh menit, akhirnya mereka pun sampai di Negera B.
"Ini di mana bos? Nggak apa-apa kan kita mendarat di sini? Nanti malah terjadi kejadian kemaren itu," ucap Iyan.
"Tenang saja, bandara itu sudah jadi milik ku," ucap Chasyn, dan perlahan-lahan pesawat pun mendarat.
__ADS_1
Setelah pesawat berhenti. Chasyn masuk ke dalam mobil, iyan juga ikut ke dalam mobil dan mobil pun meluncur ke bawah.
[Klik di sini untuk membuka]
Klik
Chasyn mencari titik lokasi, dan ia pun menemukannya titik lokasi yang di tandai warna merah.
"Oke ayo kita berangkat," ucap Chasyn.
"Ke mana bos?" tanya Iyan.
"Tentu saja ke perusahaan baruku," ucap Chasyn menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya.
"Wah, Bos punya perusahaan baru di Negera B ini? Berarti kita pasti akan ke sini terus donk," ucap Iyan senang.
"Iya, dan kamu harus belajar bahasa Inggris agar bisa berinteraksi dengan para karyawan di sana, kan malu kalo cuma pelengak pelongok," ucap Chasyn.
"Iya, iya bos," ucap Iyan.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di perusahaan tersebut.
"Ini pasti perusahaannya," ucap Chasyn dalam hati karena titik merah dan hijau bertepatan.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan
Terima kasih
__ADS_1