
"Ini perusahaan kita sudah sudah menjadi system canggih, coba kamu lihat," ucap Chasyn memberikan laptopnya kepada sekretaris Ananda.
"Wah... ini serius Tuan, seperti ini System perusahaan kita?" tanya Sekretaris Ananda dengan mata berbinar.
"Iya," angguk Chasyn tersenyum. "Syukurlah, jika dia lebih baik," ucap Chasyn dalam hati.
"Jika kamu bekerja lebih keras lagi aku akan memberi mu hadiah mobil," ucap Chasyn.
"Yang benar Tuan," ucap Sekretaris Ananda senang dan berharap.
"Iya, jadi apa mau kamu bersedia mengikuti kompetisi perusahaan ini untuk menjadi perusahaan terbaik?" tanya Chasyn.
"Hm… bukannya aku tidak mau, tapi… nama perusahaan ini sudah jelek di mata masyarakat dan perusahaan lain, aku bekerja di sini karena aku sangat membutuhkan pekerjaan ini untuk menyambung hidup, bagaimana bisa perusahaan ini akan ikut kompetisi," ucap Sekretaris Ananda khawatir.
"Kamu jangan khawatir, perusahaan ini buruk itu karena pemimpinnya, sekarang aku pemimpinnya, jadi aku akan membersihkan perusahan ini dari nama jeleknya, apa kau percaya padaku?" tanya Chasyn.
"Baik Tuan, Anda tadi menyelamatkan saya, saya yakin Anda berbeda dari pra yang lain," ucap Sekretaris Ananda.
"Bagus, untuk menjalani kompetisi ini, kamu akan bekerja sama dengan 2 orang sekretaris ku, jadi kalian bekerja samalah," ucap Chasyn.
"Apa! Tuan punya perusahaan lainnya ya?" tanya Sekretaris Ananda mengangkat alisnya.
"Iya, perusahan CV dan GT, dan ini perusahaan CH," jawab Chasyn.
"Astaga! Dia sangat kaya," ucap Sekretaris Ananda kagum.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Iyan pun datang dengan membawa paper bag coklat masuk ke dalam ruangan.
"Ini bajunya," ucap Iyan meletakkan di atas meja.
"Gantilah bajumu dulu," ucap Chasyn.
"Terima kasih Tuan," ucap Sekretaris Ananda mengambil paper bag dan membawanya ke ruangannya.
Chasyn mengambil ponselnya dan menelpon sekretaris Karisa.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
"Apa kalian sudah berkumpul?" tanya Chasyn.
"Sudah Tuan, saat ini Sekretaris Kino bersama saya di sebuah cafe yang tidak jauh dari perusahaan GT.
"Baiklah jika begitu, aku juga akan ke sana, share lokasinya," ucap Chasyn.
"Baik Tuan," angguk Karisa. Panggilan di putuskan dan dan Karisa segera mengirim lokasinya terkini.
"Ada apa sekretaris Karisa?" tanya Sekretaris Kino.
__ADS_1
"Tuan Ceo akan bergabung dengan kita," jawab Karisa.
"Baguslah, karena ada beberapa hal yang ingin aku tanya dengannya masalah perusahaan CV," ucap Kino.
Sekretaris Ananda pun kembali ke ruangan Chasyn. "Saya sudah selesai Tuan," ucap Ananda.
"Mari berangkat ke cafe," ajak Chasyn.
"Baik Tuan," angguk Sekretaris Ananda.
"Tutup saja perusahaannya dan pulangkan karyawannya, kecuali satpam ya," ucap Chasyn.
"Baik Tuan," angguk Sekretaris Ananda dan ia pun langsung menuju ke tempat ke dua karyawan yang masih ada dan memulangkannya.
Mereka pun menuju ke mobil dan berangkat menuju ke cafe di tempat Karisa dan Kino berada.
"Kenapa hari ini sepi sekali, kemana para karyawan perusahaan berada?" tanya Chasyn.
"Mereka di suruh pulang oleh para pria brengsek itu, 2 karyawan tadi tidak pulang karena di suruh mereka agar tidak ada yang masuk," jawab Ananda.
"Kenapa mereka tidak lapor polisi?" tanya Chasyn.
Mereka di ancam akan membunuhku, mereka sangat gugup dan tidak tahu harus berbuat apa, aku juga sudah mengatakan pada mereka nanti pemilik perusahaan akan datang dan mereka menunggu Anda Tuan, aku berhasil mengulur waktu sampai Anda datang," jawab Ananda.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih