
"Berapa perporsinya jika di tambah minumannya?" tanya Chasyn.
"1 porsi daging asap 120 ribu, minuman jeruk peras 10 ribu, jadi semuanya 130 ribu," jawab pegawai itu.
“Berarti 19 porsi jadi berapa?” tanya Chasyn.
Pegawai itu menghitung di kalkulator.
“Semuanya 2.470.000,”jawab pegawwai itu.
Chasyn mengeluarkan kartu ATM-nya lalu mengosok di mesin pembayaran.
“Mbak, aku bayar pas 3 juta, mana tau mereka ada yang mau tambah lagi ya kecuaki yang baju abu-abu itu dia bayar sendiri,” ucap Chasyn sambil tertawa melihat ke arah Dona.
“Anjir! Kau mempermainkan ku,” ucap Dona membelalakkan matanya.
“Tidak perlu semarah itu,” ucap Chasyn. Ia kembali melihat ke arah pegawai itu.
“Baik Tuan, jika masih bersisa akan kami kembalikan sisa uangnya,” ucap Pegawai itu.
“Baik,” angguk Chasyn. Ia pun memencet angka di tombol mesin pembayaran.
Ding ding
Pembayaran berhasil ✔️
__ADS_1
Hadiah Anda berkurang 3.000.000
Sisa hadiah Anda 11.567.000.000
“Sudah aku bayar ya, kalau begitu aku pergi dulu ya,” ucap Chasyn.
“Ya, terima kasih ya Chasyn,” ucap petugas itu.
“Sama-sama pak, kami permisi dulu," pamit Chasyn.
"Ya hati-hati Chasyn," pesan petugas itu.
"Iya pak," angguk Chasyn dan mereka pun masuk ke dalam mobil.
"Ini mobil kamu? Ganti-ganti terus," ucap Chelsea.
"Taman bermain yang mana nih?" tanya Chasyn.
"Yang di ujung, di sana tidak terlalu ramai dari pada yang kita jumpai pertama nanti," jawab Chelsea.
"Kamu suka di tempat yang sepi ya," goda Chasyn.
"Bukan gitu, tempat yang terlalu ramai itu nanti berdesakan, di sana pasti banyak pencopet, yang suka megang-megang, aku nggk suka itu," jawab Chelsea ngeri.
"Oh, kirain kamu cuma pengen kita berdua saja," ucap Chasyn tersenyum.
__ADS_1
Saat perjalanan melintas, Chasyn melihat seorang pengemis tua duduk di jalanan, Chasyn pun memberhentikan mobilnya.
"Kamu tunggu di sini sebentar ya," ucap Chasyn keluar dari mobilnya. Ia menuju ke tempat bapak yang sedang mengemis itu.
"Bapak ngapain sendirian di sini?" tanya Chasyn.
"Saya … ingin mencari uang untuk makan," ucap pria tua itu dengan suara yang sedikit tidak mengerti, karena mungkin lidahnya pendek.
"Ayo pak jangan di tepi jalan, nanti di tabrak orang," ucap Chasyn membawa bapak itu menepi di pojokan, karena serasa aman, Chasyn mengeluarkan dompetnya.
"Ini uang untuk bapak, uangnya di simpan ya, hati-hati di curi orang," pesan Chasyn memberi sejumlah uang di tangan bapak tua itu.
"Terima kasih Nak, terima kasih," ucap bapak itu mencium uang itu lalu menyimpannya.
"Iya, sama-sama, kalau gitu aku pergi dulu, hati-hati uangnya di curi," ucap Chasyn menepuk pundak bapak itu dan ia pun pergi.
Chasyn masuk ke dalam mobilnya kembali dan memakai sabuk pengamannya.
"Kamu tadi sedang apa?" tanya Chelsea penasaran.
"Kasian bapak tua itu, jadi aku memberikan uang untuk kebutuhannya," jawab Chasyn melajukan mobilnya.
"Kamu sangat baik ya," puji Chelsea.
"Benarkah? Aku hanya berpikir jika kita menghabiskan uang hanya untuk pergi bermain, sedangkan dia mencari nafkah untuk mengisi perutnya," jawab Chasyn.
__ADS_1
"Iya, kamu orang baik, bahkan kamu peduli dengan orang di sekitar mu," puji Chelsea lagi.