
"Tapi lain kali, kalau ada apa-apa kamu cepat kasih tau aku, aku pasti akan datang," ucap Chasyn.
"Jadi di mana makam Ayahmu?" Tanya Chelsea melihat ke dalam makam yang gelap itu, jika di lihat itu sangat menyeramkan.
"Kau ingin melihatnya?" Tanya Chasyn.
"Hm…" Chelsea terdiam, ia sedang berpikir jika ia masuk pasti akan menyeramkan, jika nggak masuk ia tak tahu di mana ayah Chasyn di kuburkan.
"Ah sudahlah, besok saja, malam ini kamu mau aku bawa jalan-jalan?" Tanya Chasyn.
"Kemana?" Tanya Chelsea mengangkat alisnya.
"Kemana saja asal berdua," jawab Chasyn tersenyum. Chelsea mengangguk tersipu dan mereka pun masuk ke dalam mobil.
Chasyn menginjak pedal gas mobilnya dan melaju.
"Hm… oh iya, aku akan membawanya naik pesawat, karena aku punya bandara di negara B," ucap Chasyn.
Mobil pun melaju ke bandara di dekat pantai.
"Hm… kita kemana? Bukannya kapal mu ada di sana?" Tanya Chelsea menunjuk ke arah kapal pesiar di sebelah kanan.
"Ayo saja ikut aku," ucap Chasyn memegang tangan Chelsea dan membawanya ke bandara.
"Ini pesawat? Punya kamu?" Tanya Chelsea melihat ke arah Chasyn.
__ADS_1
"Iya, apa kamu ingin mencobanya bersama ku?" Tanya Chasyn tersenyum.
"Kita berdua saja? Tidak mungkin kau menjadi pilotnya kan?" Ta ya Chelsea tak percaya.
"Aku pilotnya, kenapa? Kau takut jika tiba-tiba pesawatnya tidak bisa di kendalikan terus kita mati? Tenang saja, kau tidak mati sendirian, aku juga ikut mati bersamamu agar cinta sehidup semati," ucap Chasyn tertawa.
Chelsea manyun. "Apa tidak apa-apa?" Tanya Chelsea memastikan.
"Iya, ayo saja, kita akan baik-baik saja, jika nanti peswatnya jatuh aku akan memelukmu dan jatuh bersama," ucap Chasyn.
"Kau ini terlalu banyak menggombal, ayo naik ah! Nanti gombalanmu nggak selesai-selesai," ucap Chelsea.
Mereka pun naik ke pesawat dan duduk di kursi kontrol.
"Pakai ini," ucap Chasyn memberikan handset kepada Chelsea. Chasyn juga memakai handset di kepalanya.
Tak lama kemudian, pesawat pun lepas landas naik ke langit.
"Eh beneran naik," ucap Chelsea tersenyum tak percaya.
"Sudah aku katakan jika aku bisa mengendarainya," ucap Chasyn.
"Tapi aku tidak pernah naik di kursi ini, aku sedikit gugup, apa lagi di malam hari," ucap Chelsea tersenyum tapi di wajahnya ada ketakutan.
Chasyn menggenggam tangan Chelsea sambil tersenyum.
__ADS_1
"Jangan takut, aku di sini," ucap Chasyn menenangkan. Chelsea menggenggam erat tangan Chasyn karena ia masih was-was.
"Kita ini akan ke mana?" Tanya Chelsea melihat keluar jendela.
"Kita akan pergi ke negara B," jawab Chasyn.
"Apa tidak apa-apa ke sana saat malam hari?" Tanya Chelsea khawatir.
"Tidak apa-apa, bandara pesawatku ada di sana," jawab Chasyn.
"Kau sekaya itu, bahkan luar negeri pun kau punya bandara sendiri," ucap Chelsea berdecak kagum.
"Jadi tidak rugikan jika menikah denganku," ucap Chasyn menyeringai.
"Ayolah, kau membicarakan nikah denganku, menyatakan cinta dengan ku saja belum," ucap Chelsea dalam hati.
Pesawat terus melaju di udara menembus awan dan angin sepoi-sepoi.
"Malam ini sangat cantik," ucap Chelsea tersenyum melihat awan.
"Tapi lebih cantik kamu. Hm… kamu tidak takut lagi kan?" Tanya Chasyn.
"Setelah melihat keindahannya, aku merasa sedikit tenang," ucap Chelsea tidak mempedulikan gombalan Chasyn.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih.