SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 56


__ADS_3

Chasyn sangat ingin menghajarnya, namun ia di tahan oleh Iyan.


"Sabar Chasyn, nanti kalo kamu pukul dia, kamu akan yang malah masuk penjara," nasehat Iyan.


"Apa urusanmu! Ini adalah urusanku! Kalian orang asing jangan ikut campur," ucap pria itu berdiri.


"Masalahnya kau sudah menghilangkan satu nyawa, jika ini bukan urusanku atas dasar kemanusiaan jika begitu ke sini kau! Ku bunuh kau! Setelah itu aku bilang bukan urusan orang lain, jika kau ingin merasakan tinju ku!" ucap Chasyn kesal.


"Yang aku bunuh adalah orang lain bukan kau, kenapa kau yang kesal," ucap pria itu dengan santai.


"Apa kamu bilang! Hey pria busuk! Kau sungguh tak waras! Pria macam apa kau! Kau sungguh merusak citra kaum pria! bukan urusanku kau bilang! Memang bukan aku yang kau bunuh! Apa kau sudah berpikir, ibunya susah payah melahirkan dan membesarkannya tanpa bantuan sepeserpun uang darimu dan sekarang malah kau bunuh dia! Isi kepalamu itu apa hah! Inilah penyakit dari pengguna nar koba, aku sungguh tak tahan lagi! Iyan lepaskan aku! Aku sangat ingin menghajarnya!" ucap Chasyn kesal.


"Jangan Chasyn!" teriak Iyan, namun tenaga Chasyn lebih kuat dari Iyan, pegangan itu terlepas dan Chasyn mendekati pria tersebut lalu menghantamnya.


Bakk!

__ADS_1


"Satu pukulan ini untuk ibunya karena ia sudah lelah melahirkan kau malah mbunuh anaknya."


Buuk!


"Satu pukulan ini untuk wanita yang kau bunuh kau mutilasi dan kau tanam di tempat berbeda."


Baak! Buuk! Baak! Buuk!


"Oh my God," ucap Iyan berdelik ngeri melihat Chasyn mengajar pria itu hingga babak belur.


"Tinjuku ini untuk aku yang sudah menasehati mu kau malah membantah," ucap Chasyn.


"Sebenarnya cuma di penjara saja itu tidak akan bisa menggantikan nyawa wanita itu kembali, setidaknya dia akan di penjara selama-lamanya," ucap Chasyn. Chasyn pun bergegas masuk ke dalam kamar pria itu.


Benar saja, di dalam kamar pria itu terdapat beberapa obat terlarang dan beberapa bungkus sabu-sabu, Chasyn juga menemukan sebuah parang yang panjangnya 30 cm, bentuknya sangat tajam.

__ADS_1


"Jangan-jangan ini adalah senjata tajam yang ia gunakan untuk membunuh wanita itu?" tanya Chasyn. Ia sangat penasaran dan terus mencari-cari sesuatu, barang kali ia menemukan sesuatu lagi.


Ia membongkar tempat itu dan mendapati sebuah baju pengantin yang penuh darah. " Astaga! Dia bahkan masih menyimpannya," ucap Chasyn menggelengkan kepala.


Semua barang bukti sudah ia dapati, Chasyn memasukkannya ke dalam sebuah kardus lalu meletakkannya di atas meja.


"Apa sudah semuanya?" tanya Iyan.


"Aku rasa begitu." angguk Chasyn. Chasyn mendekati pria yang babak belur itu.


"Apa kau tak merasa bersalah setelah membunuhnya? Hidupnya sudah cukup malang di dalam kehidupan keluarganya, dan kau malah menambah penderitaan hidupnya, sungguh wanita yang kasihan, dia sudah meminta putus dengan mu, kau tidak terima, alasan karena kau tidak tahu ingin meminta lagi dengan siapa untuk membeli obat terlarang itu? Kau malah membunuhnya, dasar pria bangsat! Entahlah aku sungguh tak bisa berkata-kata apa lagi melihat pria sepertimu," ucap Chasyn kesal.


Tak lama kemudian, 2 buah mobil polisi datang ke tempat.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2