
"Jerit saja sepuasnya, tidak akan ada yang mendengarnya," ucap pria itu tertawa.
"Minta tolong sama siapa kamu hah! Kamu pikir kamu akan lolos dariku! Aku akan membunuhmu karena sudah mengkhianati ku," ujar pria itu menarik rambut perempuan tersebut.
Brakkkk!
Sebuah pintu jebol di buat oleh Chasyn membuat pria itu sangat terkejut.
"Yessy!" teriak Grizzly mendekati wanita yang ia panggil Yessy.
"Jangan mendekat!" teriak Chasyn menarik kembali tangan Grizzly.
Grizzly menjadi binggung. "Ada apa?" tanya Grizzly.
"Dia mempunyai senjata tajam, biar aku yang menangani, kamu segera telpon petugas yang lain," perintah Chasyn.
"Baiklah," angguk Grizzly.
Pria itu membanting kepala wanita itu ke tembok dan berdiri.
"Jika berani kamu mendekat akan aku bunuh kamu," ucap pria itu menodongkan senjatanya ke arah Chasyn.
Chasyn menyengir karena pria itu lebih memilih melepaskan wanita itu dari pada membuatnya menjadi sandera.
"Ada apa kamu tersenyum? Apa ini adalah senyum terakhir mu sebelum kau matikan?" tebak Pria itu.
__ADS_1
"Kemari lah jika kau sangat ingin mengambil nyawaku," ucap Chasyn.
Pria itu mendekati Chasyn dan mengibas-kibaskan senjata tajamnya, Grizzly melompat dan berguling untuk menghindari senjata tajam di tangan pria itu dan lalu berlari ke arah Yessy.
Chasyn berusaha menghindar meskipun ia sudah kebal dengan senjata tajam, agar tidak terlihat mencurigakan di depan Grizzly.
"Yessy, kamu baik-baik saja kan!" panggil Grizzly panik karena Yessy dalam keadaan pingsan.
Pria itu menyadari jika Grizzly ada di dekat Yessy, ia melihat ke arah Grizzly dan ingin melukai Grizzly. Secepatnya Chasyn menangkap tangan pria itu lalu memutarnya dan kemudian menghempasnya ke lantai dan menahan kepalanya, Chasyn menduduki tubuh pria itu agar tidak bergerak.
Chasyn mengambil pisau di tangan pria itu lalu memutarnya ke Kediri dan kanan.
"Grizzly," lirih Yessy memegang kepalanya yang sakit.
"Kamu nggak apa-apa Yessy?" tanya Grizzly khawatir.
"Ayo, kamu istirahat dulu di sini, aku akan mengambilkan minuman untukmu," ucap Grizzly buru-buru keluar kamar.
"Dia sangat ceroboh, malah meninggalkan Temannya di kamar yang masih ada pelakunya," ucap Chasyn menggelengkan kepalanya.
Tak lama Grizzly datang membawakan segelas air mineral. "Ayo di minum," ucap Grizzly memberikan kepada Yessy.
"Kamu sudah telpon teman-teman mu itu?" tanya Chasyn.
"Sudah, mereka sekarang sedang di perjalanan," jawab Grizzly.
__ADS_1
"Kamu suruh para petugas itu lewat belakang saja, jika di depan itu akan mengagetkan mereka semua," pinta Chasyn.
"Baiklah," angguk Grizzly dan segera menelpon temannya lagi.
"Hey! Lepaskan aku!" teriak pria itu berusaha untuk melepaskan diri.
"Diam! Jika Grizzly tidak ada di sini sudah habis kau ku buat," ucap Chasyn.
Tak lama beberapa mobil polisi datang, sesuai arahan, mereka lewat pintu belakang.
"Mereka sudah sampai, aku akan menjemput mereka," ucap Grizzly meninggalkan kamar tersebut.
"Di mana pelakunya?" tanya komandan itu.
"Itu," tunjuk Grizzly menunjuk ke arah pria yang di duduki Chasyn.
"Apa itu empuk?" tanya polisi itu tersenyum.
"Enggak, lebih banyak tulangnya," ucap Chasyn berdiri, sedangkan pria itu tak sanggup berdiri karena pinggangnya rasanya seperti patah karena dari tadi di duduki Chasyn.
Polisi membangunkan pria itu lalu memborgolkan tangannya dan membawanya ke mobil polisi.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih