SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 90


__ADS_3

"Hey! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau membunuh teman mu!" teriak bos besar itu.


"Maaf bos, aku tidak sengaja," jawab pria itu ketakutan. Pria itu melihat ke arah Chasyn dengan sangat marah.


"Ini semua gara-gara kamu, karena kamu aku menusuk temanku dan di marahi oleh bos, rasakan akibatnya," ucap pria itu marah, ia menusuk tombaknya ke arah Chasyn dan Chasyn menangkap tombaknya lalu mematahkannya.


"Apa! Dia sekuat itu?" tanya pria itu kaget, Chasyn langsung menarik kepalanya, menendang perutnya lalu menghempaskan ya ke tanah lalu menginjak kepalanya. Yang lain juga mengarahkan pedangnya ke arah Chasyn, Chasyn menendang lehernya lalu menarik kakinya dan mematahkan kaki pria itu, ia menjerit kesakitan. Yang lain juga datang kepada Chasyn dengan membawa golok lalu melayangkannya ke arah kepala Chasyn, namun sedikit pun Chasyn tidak terluka dan baik-baik saja.


"Astaga! Kepalanya terbuat dari apa?" tanya pria itu kaget.


"Jangan kau tanya terbuat apa? Karena orang yang sudah mati percuma saja tau," ucap Chasyn melayangkan tinjunya.


Buuk!!


Sebuah tinjuan mendarat di pipi pria itu membuat giginya rontok. Chasyn menangkap kepala ya lalu mematahkan lehernya.


Pertarungan yang cukup sengit.


"Chasyn! Buka pintu!" teriak mereka menggendor-gedorkan pintu yang terbuat dari bahan kayu jati yang sangat kuat itu.

__ADS_1


"Astaga! Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa dia mengunci kita dari luar?" tanya Dinda.


"Hm... di kunci di dalam sini pun aku rela, lihatlah semua barang-barang miliknya harganya sangat fantastik, membuat orang betah di dalam," ucap Dona tak peduli terkagum-kagum melihat isi dalam lemari Chasyn.


"Apa terjadi sesuatu padanya?" tanya Iyan.


"Memangnya selama ini kamu bersamanya apa ada sesuatu?" tanya Grizzly.


"Yang aku tahu, dia selalu membantu orang dan juga terlibat perkelahian berat," jawab Iyan.


"Apa mungkin ada sesuatu di luar sana yang tidak ingin kita tahu? Astaga! Aku ini polisi, kenapa dia menyembunyikan itu dari ku? Baiklah jika begitu, aku akan telpon petugas yang lain agar bisa membantunya," ucap Grizzly mengambil ponsel dari tas kecilnya.


Grizzly melihat ke arah Iyan sambil menekuk alisnya, kemudian ia kembali menyimpan ponselnya. Di wajahnya ia terlihat khawatir.


"Tidak perlu khawatir, dia justru khawatir jika kamu membantunya, tidak menjadi beban adalah bantuan terbaik baginya," ucap Iyan.


"Sepertinya kau sangat mengenalinya," ucap Grizzly.


"Aku adalah asistennya sekaligus temannya, aku harus mempelajari sifatnya," ucap Iyan.

__ADS_1


"Iya, karena aku sekretarisnya, aku juga akan mempelajari sifatnya," ucap Karisa.


Yang tadinya 20 orang kini hanya tinggal 6 orang.


"Ayo maju," ucap Chasyn. Nyali mereka menjadi ciut karena teman-teman mereka sudah banyak yang mati.


"Cepat kalian habisi dia!" perintah bos itu.


"Kami... kami tidak bisa melawannya, mereka saja semua sudah mati, aku tidak mau mati," ucap salah satu anak buahnya ketakutan dan ia pun pergi berlari untuk menyelamatkan diri.


Dor!


Sebuah tembakan yang menembuskan kepalanya dan seketika ia mati bersimbah darah.


"Ya sudah kita lawan saja dia, setidaknya patah kaki atau tangan dan tidak mati seketika," bisik pria yang lain kepada temannya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2