
Setelah mereka selesai makan, mereka pun berangkat ke sekolah Mereka pun masuk ke dalam mobil dan kemudian ia melajukan mobilnya.
Mobil pun melaju di jalanan dan tak terasa Mereka pun sampai di sekolahnya.
Hari ini masuk sekolah seperti biasanya, Mereka juga menuju ke kelas dan tentu saja Chasyn di kerumuni para siswi yang ingin foto bersama.
"Argh … ini lagi, ini lagi, nggak bosan kah?" tanya Chasyn.
"Nggak, kamu yang terlalu tampan, bagaimana jika kamu jadi pacarku saja," ucap siswi itu.
"Iya, jadi pacarku saja," jawab yang lain.
"Aku juga, tidak masalah jadi yang kedua," sahut siswi yang lain.
Amara dan Emile datang mendekat.
"Hey Amara, Emile sahabat sejati ku yang baik hati, tolong bantu aku!" teriak Chasyn.
"Ogah, giliran gini kau baru bilang sahabat sejati, selama ini kamu kemana aja," ucap Amara manyun.
__ADS_1
"Huh! Menyebalkan, mungkin kalau kau memohon dan bersujud kami akan pikirkan cara membantumu," ucap Emile menjulurkan lidahnya.
"5 juta per orang," ucap Chasyn.
"Setuju," jawab Mereka berdua berlari ke arah Chasyn masuk ke dalam kerumunan yang sangat padat itu.
Mereka menghalangi para siswi yang berusaha menggapai Chasyn, dan ada salah satu siswi yang nakal, tangannya mengapai-gapai dan kenalah anu Chasyn, mereka juga tidak segan memegang pantatnya.
"Sial, Chelsea saja belum pernah memegang milikku, beraninya dia memegang punya," ucap Chasyn marah. Ia mendorong mereka dan ia keluar dari kerumunan yang padat itu.
Ia berlari masuk ke dalam lokalnya dan menutup pintu.
Tak lama kemudian, guru pun datang.
"Lho? Kenapa semuanya ada di depan pintu dan nggak masuk ke lokal masing-masing?" tanya wali kelas Chasyn.
"Bagaimana mau masuk, pintunya di kunci Chasyn," jawab teman sekelas Chasyn.
"Jadi yang dari kelas lain juga kenapa ngumpul di sini?" tanya Guru itu.
__ADS_1
"Kami mau foto bersama Chasyn," jawab mereka.
"Pantasan dia mengunci pintu, sudah kalian kembali ke kelas masing-masing, nanti ibu akan bicarakan masalah foto barengnya lagi bersama kepala sekolah, jadi ibu minta kalian jangan mengganggunya dulu lagi, nanti jika kalian sudah dapat foto bersama dia, harap jangan mengejarnya lagi, atau dia akan pindah sekolah dan akhirnya sekolah kita kehilangan siswa terkeren seperti dia," ucap Ibu itu memperingati.
"Baik buk," jawab mereka lesu, terpaksa menurut dan masuk ke dalam lokal masing-masing.
"Chasyn, ayo buka pintunya," panggil buk wali kelas sambil mengetuk pintu. Chasyn berdiri dan membuka pintu dan buk guru pun masuk.
Para siswa dan siswi masuk ke dalam lokal. Ibu guru melihat ke arah Chasyn.
"Hm … Chasyn, jadi bagaimana? Semua siswi ingin foto bersama mu lagi, apa kamu setuju?" tanya wali kelasnya.
"Hm … asalkan mereka tidak menganggu ku lagi aku tidak masalah, di kejar-kejar sama mereka sungguh melelahkan, aku hanya ingin sekolah seperti biasanya," jawab Chasyn.
"Mereka itu hanya penasaran saja, nanti setelah dapat foto bersama mu mereka akan seperti biasanya lagi, sama seperti rumor, dalam beberapa waktu akan heboh besar-besaran dan jika sudah lama itu akan terlupakan, ini hanya membutuhkan waktu saja," ucap wali kelasnya.
"Baiklah kalau begitu," jawab Chasyn mengangguk.
"Baiklah, ibu akan beri tahu dulu kepada kepala sekolah untuk berdiskusi," ucap wali kelasnya.
__ADS_1