SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 107


__ADS_3

"Berhenti kalian!" teriak Chasyn.


Mereka semua melihat ke arah Chasyn dengan menekuk alisnya.


"Astaga! Hanya anak sekolah SMA, mau apa kamu ke sini?" tanya Pria itu semuanya menghadap Chasyn.


"Mau apa? Pertanyaan bodoh macam apa itu? Lepaskan dia!" perintah Chasyn.


"Oh jadi kamu sok menjadi pahlawan rupanya? Apa yang bisa di lakukan anak SMA seperti mu? Ke sinilah jika ingin ku hajar seperti gembel ini," ucap Pria itu.


Chasyn membuka seragam sekolahnya dan hanya menyisakan baju singlet di tubuhnya lalu menghantam pria yang berbicara tadi. Teman-teman melihat pria itu di pukul, Mereka juga maju ke depan dan memukul Chasyn.


Chasyn menghantam ke 4 pria itu.


Bak! buk! bak! buk! bak! buk! bak! buk!


Ke 4 pria itu babak belur hingga tak sadarkan diri.


"Anda baik-baik saja?" tanya Chasyn.


"Iya, terima kasih," ucap gembel itu dengan luka di kaki, wajah dan tangannya.

__ADS_1


"Mari ikut saya," ucap Chasyn mengambil bajunya dan meletakkan di punggungnya lalu memapah pria gembel itu ke depan teras perusahaannya.


"Cepat ambilkan P3K," perintah Chasyn.


"Baik Tuan," angguk salah satu pegawai itu segera mengambil kotak obat.


"Bapak mau ke mana?" tanya Chasyn.


"Aku… tidak punya tujuan saat ini," jawab bapak itu lemah.


"Apa bapak tidak punya keluarga?" tanya Chasyn.


"Ada, tapi mereka sangat jauh saat ini, niat hati merantau untuk mencari pekerjaan, tapi sayangnya aku di tipu oleh temanku yang mengajak di sini, ternyata tidak ada pekerjaan dan uang bekal ku di curi olehnya, dan akhirnya aku menjadi seperti ini, uang hasil meminta, untuk makan sehari-hari dan juga jika lebih, aku kirimkan untuk mereka meski cuma seratus ribu," ucap pria itu.


"Sangat ingin, sudah 4 tahun aku tidak pulang dan hidup Luntang lantung di sini, aku sangat rindu dengan anak dan istriku," ucap bapak itu matanya mulai berkaca-kaca.


"Tuan, ini kotak obatnya," ucap karyawan itu.


"Terima kasih," ucap Chasyn menerima kotak obat tersebut lalu membukanya dan mengambil antibiotik lalu membersihkan luka di tangan bapak itu.


"Apa yang kamu lakukan? Bantu obati luka bapak ini," ucap Chasyn kepada karyawan itu.

__ADS_1


"Tapi Tuan, pekerjaan saya belum selesai," ucap karyawan itu.


"Apa kau lebih membutuhkan pekerjaan dari pada menolong orang? Jika begitu kau tidak perlu datang lagi," ucap Chasyn mengeluarkan dompetnya lalu memberikan sejumlah uang kepada karyawan itu.


"Itu adalah gaji mu, jadi silakan pergi" ucap Chasyn.


"Tuan, maafkan saya, saya tidak akan melakukan kesalahan lagi, ampuni saya Tuan, saya akan memperbaiki kesalahan saya," ucap pegawai itu menangis.


"Perbaiki kesalahanmu di pekerjaan barumu," ucap Chasyn.


Melihat itu, Iyan terhenti dan kemudian ia pun berlari ke arah Chasyn.


"Chasyn apa yang terjadi?" tanya Iyan ikut berjongkok.


"I-itu Tuan, tidak perlu seperti ini, karena saya Tuan harus memecat karyawan Anda, saya minta maaf," ucap bapak itu merasa tidak enak hati.


"Diam dan duduklah," perintah Chasyn. Bapak itu kembali terdiam dan pasrah saat lukanya di obati, Iyan juga ikut membantu membersihkan luka dan memberikan obat memar.


"Ini sudah siap. Ini uang untuk bapak.pulang kampung dan uang untuk anak dan istri bapak, setelah ini belilah baju baru dan pulanglah," ucap Chasyn.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih.


__ADS_2