
Triring
Triring
Triring
Ponsel milik Chasyn berbunyi. "Panjang umur bocah ini, baru saja aku memikirkannya tadi. "Halo," jawab Chasyn.
"Bos di mana? Aku sudah sampai di lokasi," ucap Iyan.
"Oke! Aku keluar," ucap Chasyn memutuskan panggilannya dan keluar dari kapal itu.
"Hey! Ke sini!" teriak Chasyn melambaikan tangannya dari atas kapal.
"Apa! Ini kapal pesiar punya bos? Astaga kapal ini sangat keren," ucap Iyan menyengir.
"Ayo bawa barangnya masuk ke dalam kapal," ucap Iyan. Mereka pun mengangkat barang belanjaannya menuju kapal pesiar milik Chasyn.
"Tuan ini sangat kaya, bahkan dia punya kapal pesiar yang Harga milyaran," ucap koki itu kagum.
"Dia bukan hanya punya kapal pesiar, dia juga seorang CEO 3 perusahaan besar," sahut Iyan.
"Pantas saja dia berani membayar satu malam 20 juta, awalnya aku pikir hanya bohongan dan mengikutinya berharap ada keajaiban, eh ternyata beneran di tambah aku melihat rumah mewahnya itu," ucap salah satu koki.
"Dia itu tidak akan lama lagi akan menjadi orang terkaya di dunia," ucap Iyan.
"Wah, aku sangat ingin bekerja untuknya," ucap koki itu.
"Nanti aku coba rekomendasikan kalian berdua pada bos, mana tau dia membutuhkan koki untuk di rumah atau di kapalnya ini," ucap Iyan.
"Terima kasih banyak," ucap kedua koki itu senang.
Mereka pun naik kapal pesiar itu dengan tangga yang sudah di sediakan. Cuaca sangat cerah, dan angin bertiup sepoi-sepoi membuat kapal itu sedikit bergoyang-goyang.
__ADS_1
"Ayo ke dapur, aku minta kalian buat makanan yang enak ya, karena tamu ku itu sangat spesial," ucap Chasyn.
"Baik Tuan, kami sudah biasa memasak makanan ini jadi kami akan memastikan masakan kami sangat enak," ucap koki itu yakin.
"Baguslah jika begitu, jam 18:00 kalian sudah memasak ya, karena kemungkinan aku Akan jemput mereka sekitar pukul 19:30," ucap Chasyn.
"Baik Tuan, jika begitu kami di sini saja agar tidak terlambat," ucap koki itu.
"Iya, kalian bersantai-santailah dulu, juga ingin istirahat sebentar dan ingin bersiap-siap," ucap Chasyn.
"Baik Tuan," angguk mereka. Chasyn dan Iyan pun menuju depan kapal pesiar itu.
"Hm… lebih baik aku mencobanya kapal ini berlayar dulu," ucap Chasyn.
Gunakan poin untuk membuat kapal berjalan otomatis
Memuat…
Loading…
10%…
20%…
30%…
40%…
50%…
60%…
70%…
__ADS_1
80%…
90%…
100%…
Selesai.
Poin Anda di potong 30 poin
Sisa poin Anda [220] poin.
Kapal itu perlahan-lahan bergerak menjauh dari pelabuhan.
"Eh, kapal ini bergerak, siapa yang mengemudikannya?" tanya Iyan.
"Otomatis," jawab Chasyn berdiri di pagar pembatas kapal.
"Wah... ini sangat keren," puji Iyan berdiri di samping Chasyn. "Jadi mau kemana kita ini bos?" tanya Iyan penasaran.
"Aku hanya mengetes mesinnya saja, berkeliling di dekat sini saja," ucap Chasyn.
"Oh begitu, kapan-kapan kita berlayar yang jauh bos, buat refreshing," saran Iyan sambil menaik turunkan alisnya.
"Iya, akan ada waktunya," ucap Chasyn.
"Wah… aku sangat menantikan hari itu," ucap Iyan bersemangat. "Oh iya bos kata mereka ingin menjadi koki untuk bos," ucap Iyan.
"Aku akan menerimanya jika masakan mereka sesuai seleraku nanti malam," ucap Chasyn.
"Oh benar juga, harus di selesaikan dulu, aku harap masakan mereka juga sesuai seleraku," ucap Iyan.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih