SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 171


__ADS_3

"Kenapa aku tidak bisa menerawang maksud dan tujuan anak muda ini?" tanya nenek itu dalam hati dengan sedikit menekuk alisnya.


"Apa tujuanmu datang ke sini?" tanya nenek itu yang melihat ke arah air bunga di depannya.


"Aku pikir nenek sudah tau tujuan ku ke sini, biasanya seseorang yang berilmu tinggi pasti sudah tau tujuannya untuk datang," ucap Chasyn.


"Apa kau datang hanya untuk meledekku?" tanya nenek itu menatap tajam Chasyn.


"Aku datang ke sini untuk meminta nenek membukakan pembatas di salah satu rumah," ucap Chasyn.


"Rumah yang mana? Nenek ini sudah tua, jadi mudah terlupa," ucap nenek itu.


"Kalau sudah tua kenapa masih bekerja dengan perkejaan seperti ini, lebih baik istirahat saja menjelang ajal," ucap Chasyn.

__ADS_1


"Dasar bocah nakal, katakan rumah yang mana?" tanya nenek itu.


Tiba-tiba saja bayangan itu muncul. Nenek itu sangat terkejut saat bayangan itu menampakkan dirinya. "Kamu!" ucapnya kaget.


"Nenek tau aku kan? Aku mohon pada Nenek untuk membuka pembatasnya, waktu ku sudah tak banyak lagi, aku ingin bertemu dengan ayahku segera sebelum aku benar-benar akan pergi," ucap bayangan itu dengan meneteskan air mata.


"Aku benar-benar tidak bisa, jika aku melakukannya tanpa persetujuan dari ibu tiri mu maka itu akan membuat nyawa terancam," jawab Nenek itu dengan suara pelan.


"Nenek kata kan saja apa yang bisa melepaskan pembatas itu, aku akan melakukannya," ucap Chasyn.


Bayangan itu merubah bentuk aslinya meskipun hanya bayangan transparan, bayangan itu berlutut di depan Nenek itu sambil menangis.


"Aku mohon Nek, tolonglah buka meski hanya sebentar, lalu tutup lah kembali," ucap Bayangan itu memohon sambil menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


"Aku…" ucapan nenek itu terputus dan ia pun terdiam.


"Katakan apa yang bisa aku lakukan untuk membuka pembatas itu dan membuat nenek sangat takut dengan ibu tirinya, aku akan. menyelesaikannya," ucap Chasyn serius.


"Karena kau serius, baiklah, aku akan mengatakannya," ucap nenek itu menarik nafas.


"Hanya ada kemungkinan satu yang harus kamu lakukan, aku tidak bisa membuka pembatas itu karena pembatas itu sudah terkunci dan memang aku yang menguncinya, sayangnya untuk membuka pembatas itu aku hanya membuatnya satu dan itu sudah di curi oleh ibu tiri mu, takut jika aku akan membuka kembali pembatas itu, dan juga ayahmu lumpuh di sebabkan oleh ibu tiri mu karena ia sangat menginginkan harta ayah mu dan aku baru tahu setelah dia mencuri kunci pembatas itu," jawab nenek itu menyesal.


"Tapi kenapa nenek melakukan untuknya?" tanya Chasyn.


"Awalnya dia datang kepadaku mengatakan jika ia tidak pernah di berikan uang oleh suaminya dan suaminya itu terus teringan pada istri pertamanya yang meninggal itu, yang ku lihat bayangan darinya dia di beri uang tapi memang tidak banyak dan karena ia memohon sambil menangis akhirnya aku membantunya, dan setelah kunci pembatas itu ia dapati, ia menjadi orang yang berbeda dan berubah, aku meminta kembali kunci itu namun sayangnya dia sudah bekerja sama dengan dukun yang lain yang lebih kuat dariku, akhirnya aku di ancam tidak boleh melakukan apa pun apa lagi sampai membuka pembatas itu, aku tidak bisa melakukannya lagi dan tidak bisa berbuat apa-apa," ucap Nenek itu.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2