
Karisa pun memesan makanan yang di pesan oleh mereka. Tak lama kemudian rumah Chasyn kembali belnya berbunyi lagi.
Ting tong
Ting tong
Chasyn menekan remot dan pintu pun terbuka kembali.
"Hay selamat malam," sapa Iyan melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah.
"Selamat malam juga," jawab mereka bersamaan.
"Maaf aku terlambat, gara-gara punya mobil baru abah dan emak ku minta di bawa keliling dulu," ucap Iyan.
"Tidak apa-apa, mereka semua juga baru datang kok, kamu sudah makan?" tanya Chasyn.
"Sudah, makanan yang kamu berikan tadi," jawab Iyan mengangguk.
"Mau makan lagi nggak? Di pesankan soalnya kita akan makan bersama," ucap Chasyn.
"Ya udah deh, aku pesan makanan ringan saja," ucap Iyan.
"Baik," angguk Karisa yang langsung memesan makanan lewat aplikasi.
2 buah Robot pun datang membawakan minuman rasa buah-buahan.
"Eh, sejak kapan ada dua bocil ini?" tanya Iya terkejut.
__ADS_1
"Sejak kemaren, ayo minum, jangan sungkan-sungkan," ucap Chasyn.
Mereka pun mengambil minuman yang mereka suka dan juga di suguhkan buah-buahan segar.
"Terima kasih, tapi ngomong-ngomong kamu sungguh enak tinggal sendiri di rumah tanpa ada yang menganggu dan juga bergelimang harta yang sangat banyak," ucap Dinda.
"Hm… seperti itulah," jawab Chasyn.
"Hm… mungkin kamu butuh seorang pacar gitu untuk membantu kamu untuk menghabiskan uang mu yang banyak itu," ucap Dona tersenyum dengan mengidipkan matanya.
"Hm… rasanya aku lebih baik sumbangkan ke panti asuhan saja, selain buat mereka senang itu juga akan menjadi berkah untukku," ucap Chasyn tersenyum.
"Bener banget, dari pada buang-buang uang yang tidak bermanfaat," ucap Dinda mengacungkan jempol.
"Jadi maksudmu, kamu bilang aku tidak bermanfaat?" tanya Dona membelalakkan matanya.
"Ya kan jika di salurkan ke panti mereka untuk makan, lha kamu untuk beli barang branded," jawab Dinda menyengir.
"Eh Chasyn, kamu mau pacaran sama dia?" tanya Dona kepada Chasyn yang duduk santai.
"Tidak, aku lebih suka sama wanita yang lebih muda dariku atau seumuran denganku," jawab Chasyn.
"Ha-ha-ha, kamu saja yang berharap menjadi pacarnya Chasyn, sedangkan orang yang ingin kamu pacari saja menolak mu mentah-mentah," ujar Dinda tertawa terbahak-bahak.
"Senanglah, senanglah kau saat ini, tertawa sepuas mu, nanti kamu juga pasti kena batunya," ucap Dona kesal.
"Tuan, makanannya sebentar lagi akan sampai, mereka sedang di perjalanan menuju ke rumah Tuan," ucap Karisa.
__ADS_1
"Baiklah," angguk Chasyn.
Ting tong
Ting tong
Suara bel berbunyi lagi.
"Apa sudah sampai makanannya? Secepat itu?" tanya Dinda.
"Seharusnya belum sih, tapi tidak tahu juga," jawab Karisa mengecek ponselnya. Chasyn menekan remot kontrolnya dan membuka pintu.
Pintu pun terbuka secara otomatis dan teryata yang berdiri di depan rumah itu adalah Chelsea.
"Chelsea," ujar mereka bersamaan.
"Maaf, apa aku mengagetkan kalian?" tanya Chelsea.
"Eh tidak, ayo masuk," ucap Chasyn.
"Apa kedatanganku tidak menganggu?" tanya Chelsea lagi karena ia merasa tak enak hati karena tidak di waktu Chasyn sendiri.
"Tidak, ayo masuklah, tidak perlu sungkan-sungkan," jawab Chasyn.
Chelsea pun perlahan-lahan masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa di samping Karisa.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih