
"Huh Mama jangan bikin malu donk," bisik papa Chelsea.
"Udah nggak apa-apa kali Pa," ucap Mama Chelsea menyimpan berlian itu ke dalam tasnya.
"Ayo sediakan makan malamnya," pinta Chasyn.
"Baik Tuan," ucap kedua koki itu mengangguk dan pergi ke dapur.
"Iyan, tolong tarik tuas kapal di kemudi," perintah Chasyn.
"Baik bos," angguk Iyan menuju ke tempat kemudi kapal.
Kapal itu perlahan-lahan berjalan bergerak berlayar di lautan.
Chelsea melihat ke jendela yang tidak jauh dari tempat duduknya. "Wah… ini sangat menyenangkan," ucap Chelsea tersenyum.
Koki itu membawakan makanannya dan meletakkan di atas meja.
"Silakan di nikmati, beri tahu kami makanan mana yang tidak enak, kami akan memperbaiki rasanya dan juga mana yang ingin tambah lagi, kami akan membuatnya lagi," ucap koki itu.
"Terima kasih," ucap Chelsea.
"Mari Om, Tante, Chelsea," ucap Chasyn mengambil makanannya.
Mereka berempat segera mencicipinya dan rasanya sangat enak. Chasyn mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Hm… ini sangat enak dan sesuai dengan seleraku, jadi kalian berdua aku angkat menjadi koki pribadiku," ucap Chasyn.
__ADS_1
"Terima kasih banyak Tuan, terima kasih banyak," ucap mereka membungkukkan badannya beberapa kali.
"Sama-sama, jadi kerja yang bagus dan rajin ya," ucap Chasyn.
"Siap Tuan," jawab mereka tegas. Mereka berdua ke dapur sambil bersuka cita dan tertawa. Chasyn tersenyum melihatnya.
"Sesenang itu? Memangnya berapa gaji mereka?" tanya Papa Chelsea.
"20 juta," jawab Chasyn. Papa Chelsea melongo mendengar gaji mereka yang fantastic.
"Hm… jika pengawal ku tahu jika bekerja dengannya gajinya gede, mereka pasti akan pindah menjadi pengawal dia," ucap Papa Chelsea dalam hati.
"Aku hanya bisa gaji mereka segitu, belum bisa mengaji mereka lebih dari itu," ucap Chasyn.
"Bocah ini, apa dia ingin pamer denganku?" tanya Papa Chelsea membulatkan matanya dan menarik ujung bibirnya.
"Kamu tidak perlu tahu itu," ucap Papa Chasyn.
"Papa, jangan keras seperti itu donk, dia hanya bertanya saja," ucap Mama Chelsea.
"Iya, tujuan kita makan malam kan untuk Papa minta maaf dengannya karena salah sangka," sahut Chelsea.
"Benar. Gajinya nggak seberapa cuma 7 juta perbulan," jawab Mama Chelsea.
"Ooh," jawab Chasyn mengangguk-angguk.
Mereka pun menghabiskan makanannya. Setelah selesai para koki itu membereskan mangkok kotor itu dari meja.
__ADS_1
"Ayo Om Tante, kita duduk di luar, melihat pemandangan malam," ucap Chasyn.
Mereka pun keluar dari ruang tamu itu dan menuju di depan kapal sambil melihat indahnya alam di waktu malam, kapal juga bergerak dengan perlahan di atas air.
"Wah... ini sangat indah," ucap Chelsea terkagum-kagum.
"Kamu suka?" tanya Chasyn.
"He'em," angguk Chelsea.
"Lain kali kita naik lagi ya," ucap Chasyn.
"Ingin mengajak anak ku apa kau tidak tidak meminta izin dulu denganku?" tanya Papa Chelsea membulatkan matanya.
"Papa, biarkan saja mereka, kita nikmati saja malam ini, jangan terlalu keras dengannya, misalnya Chelsea dan dia jadian Mana juga setuju," ucap Mama Chelsea.
Chelsea dan Chasyn tersenyum saling berpandangan.
"Ah, ya sudahlah," ucap Papa Chelsea parah.
"Nah gitu donk, lagian pria yang mau di jodohkan itu akan keluar negeri selama satu tahun untuk melanjutkan studinya, Mama nggak mau menunggu selama itu," ucap Mama Chelsea.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1